Tag Archives: kuliner

Kue Durian Samarinda

23 Jan

image

Beberapa kali berkunjung ke kota Samarinda, aku merasa heran tatkala melintasi jalan utama yang menuju jembatan Mahakam. Banyak sekali orang berjualan kue, ada yang memakai city car dan MPV menjajakan kue yang bergenre sama : kue durian. Tidak tertarik membeli karena memang belum pernah mencicipi. Beberapa hari yang lalu ada aku kembali melakukan perjalanan ke kota Samarinda. Istri tercinta meminta oleh-oleh khas dari sana. Di daerah Batuah dekat Samarinda Seberang muncul banyak lapak penjual buah durian. Berarti saat ini tengah musim durian, salah satu jenis buah- buahan yang jarang ane santap. Saat perjalanan balik mendekati jembatan Mahakam, kembali bertemu penjaja kue durian di sepanjang kiri jalan. Kami berhenti sejenak menghampiri seorang ibu setengah baya yang menjaga lapak kue durian. Tidak banyak menawar, aku menebus dua kotak kue durian dengan selembar uang kertas. Di daerah Batuah kembali kami berhenti sejenak di depan kedai buah durian. Sebuah durian terpilih untuk dibelah ditempat, jenis durian mentega. Rasanya mantap sanggup mengusir penat dan pening di kepala akibat mabuk perjalanan. Berkendara lanjut setengah hari hingga tiba kembali di pesisir Paser. Esok hari kubuka sekotak kue durian..hmm…sepotong kue sudah terkunyah. Rasa lapis duriannya benar-benar terasa sebagai buah durian. Jadi ingat lempok Palu yang benar-benar terasa duriannya. Entar kalau ke kota Samarinda aku akan bawa lagi oleh-oleh kue durian.

image

Pempek Tanah Priuk

19 Jan

image

Ada gerai pempek yang unik di Tanah Grogot, berlokasi kurang strategis meskipun berada di pinggir jalan raya Tanah Grogot – Batulicin. Namun kenapa aku tidak sempat mampir sudah beberapa tahun wira-wiri ke kota Tanah Grogot. Kelihatannya sekilas kayak sepi, sebentar buka tidak lama kemudian tutup. Ada satu yang membuat aku penasaran adalah bahwa gerai pempek ini adalah satu-satunya gerai pempek yang berjualan pempek di dalam rumah. Tidak berjualan di pasar ataupun kaki lima dan gerobak.

image

Walau lokasinya terpencil masih eksis, menandakan ada sesuatu yang istimewa memberikan kepuasan kepada pelanggan. Suatu sore yang cerah, aku berkesempatan mampir ke gerai “Pempek Tanah Priuk”. Pengunjung cukup ramai duduk di kursi dengan ruangan yang lapang. Tekstur dinding artistik dengan ornamen batu bata merah tanpa ditutup acian. Di etalase sajian ada 3/jenis pempek yakni kapal selam, lenjer, dan keriting. Terpilih model lenjer buat digoreng dengan kuah sedang pedas. Tidak lama datang seorang ibu penjual menghampiri dengan membawa wadah sajian berwarna oranye. Wow, istimewa banget, piring dan mangkuk berwarna oranye ternyata bermerk tupperware, sebuah brand yang sangat berkualitas dan memiliki jaringan hang sangat kuat. Ini baru wadahnya, saatnya merasakan sajian pempek, hemm.. legit-puneel dan lezat banget. Citarasa ikan sangat terasa dengan kuah yang begitu enak. Sangat pantas jika gerai ini tidak lama bukanya setiap hari karena enak dengan cepat ludes dibeli pelanggan. Boleh dikata pempek ini adalah pempek yang paling enak yang pernah aku rasakan. Sangat recommended, top markotop.
Konon menurut teman yang asal Tanah Grogot gerai tersebut sudah populer di Jl. Notosunardi sebelum pindah ke Tanahpriuk karena proyek pelebaran jalan raya. Namun di tempat yang lama belum memakai tupperware.

image

Bakso dan Mie Ayam Rizky Arema Tanah Grogot

23 Des

image

Setelah sekitar lima kali mampir menikmati bakso Bakwan Idola Malang, kali ini berusaha menemukan penantang yang sepadan untuk kelas bakso Malang. Suatu sore tatkala melewati Jalan HOS Cokroaminoto terlihat satu kedai bakso Malang. Lumayan ramai dengan pelanggannya, sejumlah sepeda motor parkir di depan kedai. Terpasang sepanduk bertuliskan “Bakso dan Mie Ayam Rizky Arema”. Di etalase saji tampak pangsit goreng, menunjukkan identitas sebagai bakso Malang. Di samping bakso ada menu mie ayam. Aku memesan semangkuk bakso tapi kutolak bihun putih, hanya mie kuning saja. Ada sebuah pentol granat dan beberapa pentol halus, tahu goreng, dan satu pangsit goreng. Secara overall citarasanya cukup lezat tetapi masih belum mengungguli bakso Bakwan Idola Malang. Itu menurutku, mungkin berbeda bagi yang lainnya karena pengunjungnya ternyata ramai juga.
image

Bakso Bakwan Idola Malang Tanah Grogot

9 Des

image

Aku bukanlah pecinta bakso sejati tapi masih bisa menikmati citarasa suatu bakso. Terlebih yang paling atraktif di lidahku adalah bakso Malang. Berbeda dengan Pangkalan Bun yang cukup banyak depot penjaja bakso Malang. Di Tanah Grogot masih sulit menemukan makanan bakso Malang. Belum ada tiga bulan yang lalu ada gerai bakso yang menamakan diri bakso Malang. Berlokasi di dekat Simpang Lima taman Putri Petung, sebuah lokasi yang sangat strategis di Tanah Grogot. Di depan depot ada spanduk bertuliskan “Bakwan Idola Malang” dengan menu utama bakso dan mie ayam.
image

Setiap lewat ke situ selalu ramai depot tersebut. Aku pun tertarik mencicipi citarasa bakso Bakwan Idola Malang. Di etalase kaca terpampang pangsit goreng, identitas khas bakso Malang. Setelah semangkuk bakso tersaji di meja, aromanya sangat khas bakso Malang tercium. Begitu sesendok kuah bakso hinggap di lidah, rasanya juga tulen. Bakso yang benar-benar bercitarasa bakso khas Malang. Pangsit gorengnya juga istimewa karena terlipat daging bakso di dalamnya. Tahu rebus dan pentol goreng beserta mie kuning melengkapi pentol rudal dan pentol halus. Sangat recommended untuk segmen bakso Malang di Tanah Grogot, istimewa.
image

Central Kuliner

6 Des

image

Setelah berdiri “Kuliner Rakyat” yang dibangun pemkab di Jl. RA Kartini, tidak jauh dari situ muncul “Central Kuliner”. Mengusung konsep yang sama namun dengan luasan yang lebih kecil namun terlihat lebih bersih dan elegan. Menurutku tempat ini dibangun oleh pribadi/perorangan. Dulunya merupakan rumah makan yang menawarkan berbagai macam soto seperti soto madura,soto babat, soto betawi, dan lainnya. Penulis pernah sekali berkunjung tapi memang sepi dan citarasa tidak istimewa sehingga sekali datang tidak kembali. Lama tutup dan kelihatan dipugar.
image

Setelah selesai pemugaran dan beroperasi kembali ternyata berubah drastis dengan meniru theme yang mirip “Selera Rakyat”.
Dilihat dari luar terlihat dengan jelas papan nama “Central Kuliner, Pusat Makanan dan Jajanan Serba Ada”. Area parkir mobil disediakan di depan, parkir sepeda motor di samping. Di beranda tampak penjual sate sedang membakar sate dan penjual goreng tengah menggoreng mendoan. Aromanya yang khas membangkitkan selera makan.
image

Begitu masuk ke dalam terhampar deretan lesehan dan meja kursi. Jadi pelanggan bisa memilih makan dengan duduk di kursi meja atau santai di lesehan. Lantai depot terdiri dari keramik putih yang bersih. Meskipun luasan Central Kuliner lebih kecil daripada Kuliner Rakyat namun lebih bersih. Terlebih tersedia toilet selain wastafel, ini poin plus tentunya. Setelah duduk lesehan, pramusaji menghampiri. Aku memesan sate ayam dan gado-gado serta es krim.
image

Dari cita rasa sangat bersaing, bagus. Harga makanan minuman juga sangat kompetitif. Persaingan yang positif dengan depot terintegrasi yang sudah hadir duluan yaitu Kuliner Rakyat (Selera Rakyat).
image

%d blogger menyukai ini: