Arlojiku Casio

8 Feb

Kemarin aku ke plaza untuk mengecekkan jam tangan lawas merk Casio type Illuminator. Sudah beberapa bulan ini tidak aku pakai karena jarum mekaniknya tidak normal, lambat atau tidak bergerak lengan menitnya. Padahal displai digital masih berfungsi dengan baik. Ini adalah arloji paling setia menemaniku.

image

Memakai jam tangan hingga saat ini merupakan kebiasaan. Tidak semua orang suka memakai jam tangan. Apalagi generasi yang lebih muda yang dari awal sudah lebih dahulu mengenal handphone bahkan smartphone. Fungsi penunjuk waktu sudah tercakup di dalam piranti ponsel. Aku sendiri sudah memakai jam tangan mulai SD. Sebuah arloji digital yang sangat sederhana, cuma display monochrome, memakainya harus hati-hati. Karena bakal mati jika terkena percikan air, tidak waterproof alias anti-air. Tidak lama usia pakainya. Dalam rentang. Waktu yang panjang, memakai arloji lagi seingatku waktu awal kuliah, jam tangan analok sederhana pemberian kakak. Tidak lama juga usia pakainya karena memang murahan. Kemudian dari sebagian uang beasiswa, aku membeli jam tangan digital bermerk meskipun untuk kelas low-end, merk QQ. Lumayan puas memakainya hingga aku lulus kuliah dan bekerja. Saat bekerja di dalam pabrik, iseng-iseng aku semprot arloji QQ dengan cairan pembersih karat WD. Memang bersih logamnya tapi alamak beberapa waktu kemudian baru tahu efek semprotan WD membuat karet-karet arloji digitalku menjadi getas sehingga tidak bisa dipencet tombol-tombolnya.
Ketika aku mendapat cuti pertama ke Jawa tahun 2005, kuluangkan waktu mencari arloji di toko Duta Jam, plaza Gajahmada tidak jauh dari Alun-alun kota Malang. Secara kualitas aku sangat percaya brand Casio, penjualnya pun mengesankan sebagai penjual jam profesional menjaga integritasnya. Waktu berlalu, aku kembali ke Kalimantan, bekerja di habitat semula. Suatu ketika arlojiku basah kena air. Kupikir tidak menjadi persoalan sebab spesifikasinya memang tahan air. Namun esok hari kulihat ada embun air di dalam kaca arloji. Aku merasa heran maka kubuka tutup belakang menggunakan obeng besi kecil. Ternyata tidak kutemukan seal karet di sisi pinggirnya. Terus terang kecewa jika dilihat profesionalisme penjual jam tidak menyajikan produk yang tidak sempurna. Tapi tidak putus asa, setahun kemudian tatkala cuti kembali ke Malang kudatangi toko Duta Jam. Kusampaikan keluhan tentang jam tangan casio yang kupakai ini. Aku katakan bahwa tidak ada maksud untuk retur tapi aku datang untuk membeli lagi arloji casio bertype sama dengan yang kupakai ini. Dengan catatan harus dibuka dulu tutup belakang untuk memastikan ada seal karet. Aku kapok dengan kejadian sebelumnya. Diperiksa ok, aku tebus dengan harga empat ratus ribuan, naik dari sebelumnya yang tiga ratus ribuan. Namun memang luar biasa mutu arloji ini, tahan pakai hingga sekarang. Delapan tahun berlalu sampai coating silver di body jam terkelupas, masih ok.

image

Hingga suatu hari aku menjadi underestimate tatkala arloji casio ini jarum analognya mengalami gangguan. Melihat-lihat jam casio di plaza kandilo membuat hati ingin beli baru  menggantikannya karena tersaaji model baru dengan harga yang sangat miring. Namun kucoba servis dulu ke gerai jam di dalam plasa. Kusampaikan untuk mengecek mekanik dan batere arloji. Apa yg disampaikan tukang servis sungguh membalikkan perasaan skeptis. Dia bilang tidak berani membongkar mekanik arloji karena asli casio. Ia hanya berani mengganti batere saja. Tukang mekanik tersebut juga menyampaikan bahwa saya puas memakai arloji casio. Pepataha lama telah terbukti, ada harga ada rupa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: