Tag Archives: Laptop

The Best Performance-Value Laptop Today

5 Des

Kesan pertama yang membuatku agak surprised adakah kecepatan product delivery. Setelah mengisi form konfirmasi pembayaran, saya menduga barang akan dikirim Bhinneka tiba di kota Grogot pinggiran Kaltim dalam hitungan 5 hari kemudian. Pengalaman pribadi sebelumnya ketika membeli barang dari Bhinneka. Tidak terduga ternyata dalam tempo 4 hari sudah sampai, sebuah peningkatan pelayanan yang signifikan. Begitu tiba, langsung packing dibuka dan ujicoba laptop idamanku, HP Pavilion 14-n038tx.

Warnanya hitam glossy dengan logo HP beraksen silver di punggung monitor, menunjukkan kesan elegan. Body laptop terlihat tipis, sesuai dengan tren terkini. Software operating system bawaan adalah open source Ubuntu versi 12.04 LTS (Long Term Support) Precise Pangolin, versi stabil Linux Ubuntu dengan dukungan jangka panjang 5 tahun dari Canonical. Semua fungsi dasar komputer terpasang dan berjalan dengan baik, wifi pun dengan mudah dikonfigurasi, kompabilitas hardware cukup bagus. Namun karena saya memiliki cd windows 8.1versi 64bit (tentusaja original) maka laptop ini diinstal ulang dengan windows 8.1. HP memberikan layanan dukungan driver lengkap melalui situsnya. Kecepatan booting maupun shutdown layak diacungi jempol, kecepatan transfer data dan back-up data lewat port USB 3 terbukti. Laptop ini dipasangi jeroan terkini dengan prosesor intel core i5-4200u, prosesor intel core generasi ke-4, intel haswell, TDP 15 watt. Hal ini yang membuat batere laptop lumayan tahan lama meski hanya batere 3 cell. VGA card discete mengandalkan generasi terbaru kartu grafis mobile kelas menengah yang andal dari Nvidia yakni GeForce 740M dengan memori grafis internal 2GB didukung RAM bawaan laptop 4 GB DDR3 PC12800. Auto-switching vga card antara intel hd graphics 4400 dengan Nvidia GeForce 740M memakai teknologi Nvidia Optimus. Perlengkapan koneksi seperti bluetooth, wifi, dan LAN cukup mudah dikonfigurasi dan memiliki kompatibilitas yang baik. Kapasitas harddisk juga leluasa dengan 750 GB buatan Western Digital. Unjuk kerja yang dihasilkan laptop ini benar-benar memuaskan. Memiliki rasio performance-value terbaik saat ini, sangat recommended.

Laptop HP Pavilion 14-n038tx karena bertekstur glossy hitam akan mudah kotor oleh bercak sidik jari maupun debu yang lengket. Disarankan memakai aksesoris notebook seperti keyboard protector dan skin decor. Material bahan body laptop tidak terbuat dari bahan premium, disarankan hati-hati dari bahaya jatuh dan benturan. Ada satu port yang masih cukup diperlukan tapi sudah tidak disediakan laptop ini yakni analog D-sub 15 pin. Mungkin karena tipisnya body laptop sehingga port tersebut sudah tidak muat lagi. Padahal di kantor masih banyak digital projector yang hanya dilengkapi dengan port analog D-sub 15 pin.

Semoga product review ini bermanfaat bagi anda.

Dibagikan dari Google Keep

The Next Legendary Laptop

2 Des

Sedari awal bekerja, aku telah memakai laptop. Pada tahun 2004 pada waktu masih management trainee, kredit notebook dengan seorang kolega, bekas pakai. Kalau tidak salah sekitar harga 6 juta, laptop IBM seri Thinkpad berwarna hitam dengan processor Intel Pentium 366 MHz. Sistem operasi Windows 98 yang kemudian hari aku upgrade ke Windows Me. Cukup lama memakai, ganti laptop bekas pakai Axioo Intel Celeron. Laptop tersebut cukup bagus untuk kelas low end. Ketika awal booming netbook, kuganti lagi dengan Axioo Pico berwarna putih dengan prosesor intel atom. Namun tidak puas dengan unjuk kerja yang dihasilkan apalagi asa problem dengan bios. Netbook tersebut teepaksa dilego murah. Ganti kredit notebook baru pada tahun 2009 dengan merk Acer seri Aspire 4810TZ. Itu termasuk notebook yang eye catching di eranya. Memakai prosesor Intel Pentium SU4100, jenis prosesor ultra low voltage Intel dengan daya tahan batere yang bagus. Sayangnya laptop tersebut tidak bertahan lama karena pecah display monitor akibat terganjal benda keras pada tahun 2010. Terpaksa membuka kredit lagi dengan Spektra untuk notebook baru. Kali ini menitikberatkan pada performance dan performa kartu grafis yang cukup mumpuni. Setelah panjang mencari referensi, terpilih Acer Aspire 4745G. Prosesor menggunakan teknologi terbaru Intel yang sedang booming, arsitektur Core generasi pertama kelas menengah i5. Intel Core i5-460M dipadukan dengan dual VGA card Intel GMA dan ATI Mobility Radeon HD 5650. VRAM VGA card ATI sebesar 1 GB, memory RAM bawaan laptop 2 GB DDR3 namun kemudian diupgrade ke 4 GB dengan menambah sekeping RAM 2 GB ke slot modul SODIMM.
Unjuk kerja yang dihasilkan sangat memuaskan, benar-benar teknologi arsitektur Core Intel yang handal. Selang 3 tahun kemudian dengan mempertimbangkan kondisi fisik body laptop yang mengkhawatirkan maka di bulan kemarin diputuskan untuk membeli notebook baru. Padahal unjuk kinerja yang dihasilkan masih andal dalam menyelesaikan semua job yang dibebankan. Notebook terbaik yang pernah aku punyai. Setelah mempertimbangkan berbagai segi dengan berburu berbagai referensi, diputuskan platform prosesor terbaru Intel Core generasi keempat, Haswell. Setelah era generasi Intel Core kedua, Ivy Bridge, dan generasi Intel Core ketiga, Sandy Bridge maka saat ini adalah generasi Intel Core keempat, Haswell. Tentunya dengan unjuk kerja yang dihasilkan semakin tinggi namun konsumsi energi semakin rendah dengan pabrikasi prosesor yang semakin kecil. Dari situs toko elektronik favoritku di bhinneka.com, diputuskan membeli laptop merk HP seri Pavilion 14-n038tx seharga 7,2 juta rupiah. Menurutku ini sudah komposisi performace-value terbaik saat ini. Laptop tersebut menggunakan prosesor kelas menengah Intel Core i5-4200U dengan RAM bawaan sekeping DDR3 PC12800 4GB, dibekali dual VGA Card Nvidia GeForce 740M dan Intel HD Graphics 4400 dengn auto-switching VGA card Nvidia Optimus. Body laptop cukup tipis meski bukan yang paling tipis, berwarna hitam glossy namun memang terbuat dari materila bukan kelas premium. OS bawaannya adalah Ubuntu 12 LTS yang kemudian aku ganti dengan Windows 8 SL 64 Bits. Tentunya versi original sekaligus upgrade RAM dengan sekeping 4 GB DDR3 PC12800 sehingga total 8 GB RAM. Unjuk kerja yang dihasilkan benar-benar memuaskan, sangat sesuai untuk menggantikan laptop legendarisku sebelumnya. Sangat unggul di kecepatan boot-up dan shutdown, start program aplikasi, transfer data dan backup data, juga security bawaan windows8 ternyata terbukti cukup tangguh menghadapi virus yang biasanya tidak terdeteksi di Windows 7 tanpa software anti virus. Namun sangat direkomendasikan untuk pasang software antivirus.

Dibagikan dari Google Keep

Esai Evolusi Laptop

6 Jan

Senantiasa terbayang di benakku akan sebuah laptop yang memiliki kombinasi portabilitas dan performance grafis dan kinerja prosesor yang optimum dengan budget yang nyaman di kantong. Aku telah menggunakan laptop sejak 2005, pertama kali memakai notebook second hand IBM Thinkpad series dengan prosesor Intel Pentium II 266 MHz dengan memory 64MB dan 32MB, 2 keping SODIMM SDRAM. Itupun memory RAM dishare untuk memory grafis sebesar 8MB. Sistem OS yang terinstall ialah windows me, masih terasa berat kalo diinstal windows xp. Aplikasi yang terpasang pun sederhana, aplikasi kantoran, dengan batere yang telah soak dan cuma mampu bertahan kurang dari 5 menit. Lumayan guna menggeser colokan power tanpa perlu mematikan laptop . Belum lagi Cuma ada sepasang speaker kecil dengan output yang juga sangat kecil, benar-benar tidak memuaskan saat memutar file multimedia dan dipinggiran monitor LCD sudah banyak dead pixel. Di tahun tersebut aku harus merogoh 6 jeti secara mencicil selama beberapa bulan kepada seorang rekan kerja. Beralih di 2007, beruntung ada sepupu yang hendak melego laptopnya yang belum setahun dibeli karena dia upgrade ke laptop acer aspire core 2 duo T7100. Aku tawar separo harga barunya, kena dua setengah jeti, masih bagus kondisinya sedangkan yang lama kuhibahkan aja ke kerabat. Tipenya Axioo intel celeron M series clock speed 1,5 GHz. Memorynya RAM DDR400 512MB dengan memory grafis shared sebanyak 64 MB plus tas laptop Targus. Baca lebih lanjut

The Netbook of Axioo Pico

7 Jul

That’s my netbook I had bought at Cellcom, a most complete computer store in this town, in January 2009. I was interested to own it because of the trendsetter in recent portable notebook that notebook is more portable, lightweight, energy saving. and compact so it was called netbook. In this segment Intel attended lonely while AMD struggle to achieve its market share in the mainstream notebook. Intel atom had dominated releasing N series and most IT vendors manufactured their netbook with this processor. I chosen Axioo because of its lowest price. The weight was about 1 Kg so I carried it easily on a hand. For office jobs, pico is enough proudly but in order to play graphic function such as video editing it is so calm. In other hand netbook isn’t designed for it. I have been using my pico to do my office jobs and internet activities such as bolgging, browsing, downloading, email, FB, etc.

 

%d blogger menyukai ini: