Tag Archives: kaki lima

Pempek Tanah Priuk

19 Jan

image

Ada gerai pempek yang unik di Tanah Grogot, berlokasi kurang strategis meskipun berada di pinggir jalan raya Tanah Grogot – Batulicin. Namun kenapa aku tidak sempat mampir sudah beberapa tahun wira-wiri ke kota Tanah Grogot. Kelihatannya sekilas kayak sepi, sebentar buka tidak lama kemudian tutup. Ada satu yang membuat aku penasaran adalah bahwa gerai pempek ini adalah satu-satunya gerai pempek yang berjualan pempek di dalam rumah. Tidak berjualan di pasar ataupun kaki lima dan gerobak.

image

Walau lokasinya terpencil masih eksis, menandakan ada sesuatu yang istimewa memberikan kepuasan kepada pelanggan. Suatu sore yang cerah, aku berkesempatan mampir ke gerai “Pempek Tanah Priuk”. Pengunjung cukup ramai duduk di kursi dengan ruangan yang lapang. Tekstur dinding artistik dengan ornamen batu bata merah tanpa ditutup acian. Di etalase sajian ada 3/jenis pempek yakni kapal selam, lenjer, dan keriting. Terpilih model lenjer buat digoreng dengan kuah sedang pedas. Tidak lama datang seorang ibu penjual menghampiri dengan membawa wadah sajian berwarna oranye. Wow, istimewa banget, piring dan mangkuk berwarna oranye ternyata bermerk tupperware, sebuah brand yang sangat berkualitas dan memiliki jaringan hang sangat kuat. Ini baru wadahnya, saatnya merasakan sajian pempek, hemm.. legit-puneel dan lezat banget. Citarasa ikan sangat terasa dengan kuah yang begitu enak. Sangat pantas jika gerai ini tidak lama bukanya setiap hari karena enak dengan cepat ludes dibeli pelanggan. Boleh dikata pempek ini adalah pempek yang paling enak yang pernah aku rasakan. Sangat recommended, top markotop.
Konon menurut teman yang asal Tanah Grogot gerai tersebut sudah populer di Jl. Notosunardi sebelum pindah ke Tanahpriuk karena proyek pelebaran jalan raya. Namun di tempat yang lama belum memakai tupperware.

image

Iklan

Angsle, Bubur Campursari Khas Jawa Timur

4 Agu
image

Angsle K5 Tepian Kandilo

Di tepian sungai Kandilo, Tanahgrogot, banyak sekali penjual kaki lima berjualan berbagai jenis makanan di malam hari. Bahkan kini bertambah ramai dengan penjual batu akik. Suatu malam Minggu, aku mengantar anak-anak ke taman bermain tepian Kandilo untuk beli kembang api. Ada gerai kaki lima yang membetot perhatianku, tampaknya baru, makanan angsle. Sebuah jenis bubur ketan dan kacang hijau dicampur dengan beberapa jenis isian. seperti roti tawar, butiran mutiara sagu, dengan adonan santan kelapa yg encer dan aroma jahe. Disajikan hangat di dalaam wadah mangkuk,teringat ronde jadinya. Angsle merupakan makanan khas Jawa Timur, banyak dijual di daerah eks Karesidenan Kediri seperti Blitar, Trenggalek, dan Tulungagung. Dulu sewaktu masih di kampung halaman masih jarang bertemu penjual angsle. Begitu berjumpa di Tanahgrogot, langsung deh aku samperin makan seporsi. Rasanya asli angsle, dengan tektur dominan ketan putih, ketan hitam, kacang hijau, dan aroma jahe. Top markotop, recomended. Namun menurutku citarasa jahe masih kurang kuat, perlu dinaikkan sedikit. Makann semangkuk langsung kenyang, seporsi banyak betul isinya. Makan angsle sambil bernostalgia, mengingaat-ingat masa lalu…

image

Angsle

%d blogger menyukai ini: