Pengolahan Air Baku

13 Apr

Proses industri pengolahan kelapa sawit sangat membutuhkan air sebagai salah satu bahan baku proses maupun untuk kebutuhan sanitasi karyawan. Air baku bisa diambil dari lingkungan alam seperti sungai dan danau. Diproses di dalam instalasi untukmenghasilkan air dengan tingkat mutu tertentu.

Water Clarifier
Merupakan tempat untuk memisahkan padatan yang tersuspensi dalam air dengan cara koagulasi dan flokulasi Air dari reservoir sebelum masuk clarifier dicampur dulu dengan koagulan flokulan agar terjadi proses koagulasi dan flokulasi. Koagulasi adalah pemisahan padatan yang tersuspensi dalam air melalui proses kimia. Flokulasi adalah proses penggabungan dari flok-flok kecil sehingga membentuk partikel yang lebih besar dengan kecepatan pengendapan yang lebih besar. Dosis dari flokulan dan koagulan tersebut ditentukan melalui jar test. Flok-flok yang terbentuk agar cepat dibuang, jika di permukaan air dapat diambil langsung, tetapi jika berada di dasar clarifier maka dapat digunakan pipa-pipa drain di dinding bawah. Di clarifier ini juga diatur pH air agar sesuai untuk keperluan pabrik pengolahan dan perumahan buruh. Flokulan dan koagulan yang dipakai biasanya seperti di PDAM yakni alum dan soda ash.

Sediment Pond
Adalah kolam untuk mengendapkan lumpur atau padatan yang telah terbentuk di clarifier tetapi belum sempat mengendap. Air dari kedua clarifier masuk ke dalam kolam pengendapan dan langsung dipompa ke sand filter Di sedimen pond ini juga bermuara air dari overflow feedwater boiler. Ada sebagian air dari sedimen pond yang dipompa ke sistem hydrant penanggulangan bahaya kebakaran.

Sand Filter
Adalah alat untuk menyaring padatan yang masih lolos. Air yang dipompakan dari kolam pengendapan masuk ke sand filter dan dilewatkan pada nosel yang akan menyemprotkan air melewati lapisan pasir kuarsa, di lapisan pasir ini terjadi proses penyaringan, sehingga air yang keluar dari sand filter sudah bebas dari padatan tetapi untuk keperluan feedwatwr boiler perlu pengolahan lebih lanjut. Dari sand filter ini air untuk keperluan pabrik langsung dibawa ke water tower pabrik, dan ada yang langsung dialirkan ke water tower perumahan. Bila tekanan antara pipa atas dan pipa bawah sudah terjadi perbedaan yang agak besar maka dapat dilakukan backwash, dengan cara membalik aliran arah air dan keluarannya di drain. Bagusnya selisih tidak lebih dari 1 barg.

Water Tower
Sebagai tempat cadangan/buffer air untuk keperluan pabrik juga untuk memberi tekanan pada air yang keluar agar dapat mengalir ke pabrik secara gravitasi. Air dari sediment pond dipompa masuk ke water tower, keluaran dari water tower lansung ke keran-keran di pabrik dan untuk keperluan boiler, overflow dari water tower akan dialirkan ke sedimen pond dan drain ke selokan. Setiap 6 bulan sekali dilakukan pengurasan untuk membersihkan bagian dalamnya dari lumut dan kotoran-kotoran.
Softener
Berfungsi untuk melunakkan (menurunkan total hardness) air yang akan digunakan sebagai feedwater boiler. Air dari water tower dipompakan ke dalam softener dan dilewatkan pada nosel yang kemudian melewati lapisan resin penukar ion. Pada waktu kontak/bersentuhan dengan resin tersebut, beberapa jenis ion dalam air akan ditukar dengan ion lain yang terikat pada resin. Pada proses pelunakan yang ditukar adalah ion calcium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+) akan ditukar dengan ion natrium (Na+).
Pada softener terdapat empat operasi utama, yaitu :
a) Service yaitu proses pertukaran ion.
b) Backwash yaitu pencucian untuk menghilangkan padatan yang terperangkap di pori-pori antara resin, dilakukan dengan mengalirkan air dari bawah ke atas. Backwash dilakukan bila tekanan antara pipa atas dan bawah sudah terjadi perbedan yang besar.
c) Regenerasi adalah pengaktifan kembali dengan regenerant yang sesuai dengan melewatkan air yang telah membawa regenerant, aliran dari atas ke bawah.
d) Rinse (pembilasan) adalah pengaliran air untuk menghilangkan regenerant yang tersisa. Regenerant yang bisa digunakan adalah natrium sulfite. Air keluar dari softener kandungan total hardnessnya akan trace (< 0.5ppm). Total hardness adalah penyebab terjadinya pengerakan air terutama dalam boiler terutama yangmengakibatkan pembuntuan pipa boiler. Bila hasil analisa laboratorium menunjukkan bahwa kandungan total hardness meningkat maka perlu dilakukan regenerasi pada softener.

Softened Water Tank
Adalah tangki untuk memanaskan air sebagai persiapan ke deaerator tank atau vacuum deaerator.. Air dari softener ditampung terlebih dahulu di softener water tank, apabila telah penuh maka pompa yang memompakan air ke softener akan mati. Air dari softener water tank akan dipompakan ke vacuum deaerator. Untuk kapasitas yang lebih besar, vacuum deaerator diganti dengan thermal deaerator tank.

Thermal Deaerator Tank
Adalah alat untuk melepaskan kandungan oksigen dari dalam air. Air dari softener water tank dipompakan masuk ke deaerator tank. Di sini terjadi pemanasan dan pelepasan kandungan oksigen dalam air. Pemanasan ini bertujuan agar oksigen mudah terlepas dari ikatan air. Oksigen yang terkandung dalam air akan menyebabakan  korosi pada pipa-pipa dan tabung boiler. Dari deaerator tank air akan dialirkan ke vacuum deaerator. Overflow dari deaerator tank akan dialirkan se softerner water tank. Vacuum Deaerator. Adalah alat untuk melepaskan kandungan oksigen dalam air yang masih lolos dari deaerator tank.Air dari deaerator tank akan mengalir ke vacuum deaerator, disini air akan disemburkan oleh nosel dalam tabung bertekanan rendah. Oksigen kemudian akan tersedot dan ditarik ke atas oleh tekanan jet dari steam. Air yang telah berkurang kandungan oksigennya kemudian dipompakan ke boiler. Apabila boiler tidak membutuhkan air maka air akan melewati by pass dan akan kembali masuk ke vacuum deaerator. Langkah-langkah diatas merupakan langkah pengolahan air secara eksternal, sedangkan sebagai air umpan boiler perlu pengolahan secara internal secara kimiawi.
Setelah keluar dari pompa vacuum deaerator, air ditambahkan beberapa bahan kimia antara lain:
a) Sulfit Fungsi : sebagai penagkap oksigen untuk system boiler Komponen : katalis sodium-sulfite Konsumsi : pada keadaan normal pemakaian tergantung pada kandungan oksigen dalam boiler feed water.
b) Soda Api Fungsi : untuk alkali booster (pengatur pH dan hydrate alakalinity boiler feedwater) Komponen : Caustic solution with wetting agent. Konsumsi produk ini tergantung pada pH dan kandungan silica yang makin rendah. Jika pH tinggi sementara kadar silicanya rendah maka pemakaian produk ini semakin menurun.
c) Fosfat Fungsi : Sebagai anti scale untuk system boiler. Komponen : Polyphosphate, polymetric dispersant. Konsumsi produk ini tergantung pada kandungan hardness dalam boiler feedwater. Makin tinggi kandungan hardness maka konsumsi produk ini akan meningkat juga.

2 Tanggapan to “Pengolahan Air Baku”

  1. Bagenlah 14 April 2013 pada 9:54 AM #

    Reblogged this on Bagenlah’s Blog.

  2. Reverse Osmosis Indonesia 14 Juli 2013 pada 9:32 PM #

    Reverse Osmosis mampu mengolah air hingga bergalon-galon air murni per hari tanpa tangki. Instalasi sederhana dan pemeliharaan rendah membuat reverse lengkap sistem osmosis sistem pemurnian air utama untuk aplikasi perawatan ringan komersial dan residensial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: