Tag Archives: kapal perang

Kapal Perang Kelas Bung Tomo, Kecil-kecil Cabe Rawit

5 Agu

Kapal perang jenis korvet terbaru angkatan laut Indonesia kelas Bung Tomo buatan BAE Systems Inggris mengusung teknologi persenjataan canggih. Kedigdayaannya setara dengan flagship kelas Sigma. Mampu menghadapi pertempuran tiga matra, permukaan-udara-bawah air. Bahkan pertahanan udaranya lebih mumpuni dibanding kelas Sigma berkat kehadiran sistem rudal VLS Mica dengan daya jangkau 25 km. Sangat berarti dibandingkan SHORAD sistem Mistral di kelas Sigma ataupun sistem Strella di kelas Parchim. Semoga saja ke depan ada yang akan mengusung sistem pertahanan udara yang lebih menggetarkan lagi seperti Aster 30. Dalam peperangan modern, ancaman udara masih sangat dominan dan menentukan.

Shared from Google Keep

Iklan

Daya Saing Industri Alutsista

27 Mei

Peningkatan kapasitas teknologi pertahanan tidak sekedar cukup dengan membeli perangkat keras karena memiliki anggaran yang besar, milyaran Dollar. Negara yang memboroskan diri ke anggaran pertahanan dengan sekedar membeli perangkat keras tidak akan bisa bertahanan lama dalam mengikuti perubahan tantangan zaman. Benar dia akan dengan cepat mendapatkan perangkat keras canggih dan menggetarkan dalam jumlah banyak dan singkat. Tapi itu hanya semu, sementara saja. Justru dengan adanya anggaran yang besar harusnya bisa berinvestasi untuk sektor penunjang teknologi pertahanan. Lembaga riset baik di badan pemerintahan maupun perguruan tinggi diberi kesempatan dan anggaran yang memadai. Demikian juga sektor swasta di bidang pertahanan lebih diperdayakan lagi. Tidak boleh dimonopolikan ke perusahaan BUMN, apalagi untuk komponen pendukung dan material yang non-lethal. Boleh kebijakan penjualan dan ekspor diatur oleh suatu badan pemerintah namun tidak boleh mematikan sektor swasta. Karena di negara maju, sektor industri pertahanan swasta terbukti jauh lebih efisien dan justru meringankan beban negara serta ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan collateral effect.
Produk pertahanan lokal sebaiknya mendapat prioritas memenuhi keperluan domestik. Apabila memang ada suatu perangkat keras pertahanan yang belum bisa diproduksi sendiri di dalam negeri maka boleh dibeli ke pihak asing namun harus bisa melibatkan industri dalam negeri. Oleh karena itu produk yang akan dibeli tidak boleh didatangkan bulat-bulat. Dibuatkan regulasi sehingga pemasok asing bersedia share component dan joint production. Untuk bisa ikut share component dan joint production, industri pertahanan baik swasta maupun BUMN harus memiliki skill dan penguasaan teknologi yang
Baca lebih lanjut

Admiral Panteleyev, Kapal Rudal Buru Selam Rusia Kelas Udaloy

25 Jan

Pekan kemarin Armatim AL Indonesia menerima kunjungan kehormatan sebuah gugus tugas Armada Pasifik AL Rusia selama 4 hari. Armada Pasifik bermarkas di pangkalan Vladivostok, wilayah timur jauh Rusia. Gugus tugas tersebut dipimpin oleh kapal rudal buru selam kelas Udaloy, Admiral Panteleyev. Sangat menarik, kapal-kapal AL Rusia semakin rajin menjalin hubungan dan kerjasama dengan AL Indonesia. Terutama semenjak dilancarkannya operasi gabungan internasional melawan perompakan di laut lepas Somalia. Ditambah rencana pembangunan pangkalan kapal perang dan marinir AS di Darwin Australia dan rencana pelabuhan pendukung armada AS di Filipina. Kapal perang Admiral Pantelyev sudah tidak asing bagi AL Indonesia. Kapal bernomor lambung 548 tersebut sudah beberapa melakukan kunjungan kehormatan dan bahkan latihan bersama anti-perompakan di perairan Makassar pada Mei 2011. Ada kesan agak miring terhadap latihan tersebut mengingat AL Rusia kurang serius dalam taktik dan prosedur penanggulangan perompakan. Padahal Admiral Panteleyev pernah dioperasikan Rusia di perairan Somalia dan menangkap puluhan perompak pada tahun 2009.

Admiral Panteleyev, Kapal Perang Rusia Kelas Udaloy (Foto: RIA Novosti)

Kapal Admiral Panteleyev merupakan kapal rudal buru selam kelas Udaloy I, berbeda dengan kapal perang kelas Udaloy II. Namun hingga kini baru satu unit kapal perang kelas Udaloy II yang dibangun. Udaloy sendiri ialah nama kapal perang pertama di kelasnya yang dibuat pada 1977 dan pensiun pada 1997. Rusia telah membuat kapal kelas Udaloy (Project 1155) sebanyak 12 unit tetapi 4 unit sudah pensiun. Kapal kelas Udaloy I berbobot penuh 7480 ton, panjang 163 meter, lebar 19 meter, draught  7,8 meter.Sanggup berlayar sejauh 10.500 mil laut pada kecepatan 14 knot. Kecepatan maksimum 54 knot yang digerakkan oleh 2 poros penggerak COGAG (Combined Gas Turbine And Gas Turbine) dengan 4 unit turbin gas. Awak kapal berjumlah 293 personel di mana kapal Baca lebih lanjut

Kritik Sistem Pertahanan Udara Kapal Perang AL Indonesia

22 Apr
Rudal Aster 30 Sea Viper (www.army-technology.com)

Latihan Penembakan rudal yang dimiliki AL Indonesia telah digelar di Samudera Hindia meliputi 3 sistem pertahanan anti kapal dan 2 sistem pertahanan udara kapal. Sistem pertahanan anti kapal berupa misil lawas seri baru asal Perancis, Exocet MM-40 Block II, misil terbaru asal Rusia P-800 Yakhont, dan torpedo bawah air SUT. Rudal permukaan anti kapal Yakhont dinilai lompatan besar persenjataan strategis AL Indonesia dan bisa dianggap sebagai rudal jelajah ringan dengan daya jelajah hingga 300 km. Persejataan ini memberikan efek detterent yang signifikan di kawasan regional, setara dengan ongkos pengadaannya yang lebih dari 1 juta US dollar per unitnya. Melengkapi sistem pertahanan anti kapal jarak menengah Harpoon dan rudal standart korvet kelas Sigma berupa Exocet MM-40 Block II dengan daya jelajah 70 km dan persejataan kapal selam torpedo SUT yang berdaya jelajah hingga belasan km. Namun yang memprihatinkan dan AL Indonesia ketinggalan dari AL regional adalah sistem pertahanan udara kapal perang. Pada kapal perang selain meriam penangkis pesawat juga dilengkapi dengan rudal anti pesawat. Frigat AL Indonesia kelas Van Speijk dan Parchim ada yang bersenjata rudal Perancis Mistral simbad dan rudal Inggris Seacat serta SA N 5 Strela II, kelas Sigma bersenjata rudal Mistral tetral. Semuanya merupakan missil pertahanan anti serangan udara jarak pendek sekitar 5 km dan berpandu pasif infared. Platform Tetral lebih modern, konsol otomatis, daripada platform Simbad yang operasi manual berkecepatan supersonik. Sedangkan rudal Sea Cat lebih tua lagi, beroperasi manual terbatas pada obyek subsonik. Korvet kelas Parchim mewarisi platform Strela 2 yang beroperasi manual berkecepatan supersonik. Sebagian dari korvet kelas Parchim sudah dipasang platform Sea Cat, mungkin pengalihan dari korvet bekas AL Inggris kelas Tribal yang sudah tua/decomissioned.

Rudal Aspide (www.defesaglobal.wordpress.com)

Semua rudal anti pesawat jarak pendek tersebut cuma memiliki nilai taktis namun tidak mempunyai nilai strategis. Sementara negara-negara kawasan regional seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, kapal-kapal perangnya telah dilengkapi dengan senjata pertahanan udara kapal jarak menengah atau jarak jauh. Frigat Singapura memiliki persenjataan keluarga  MBDA Aster 15 rudal jarak menengah berdaya jangkau 30 km dan Aster 30 rudal jarak jauh hingga 120 km. Frigat Malaysia dan Thailand dengan rudal Selenia Italy yakni seri Aspide berdaya jangkau hingga 50 km. Frigat Thailand akan dipersenjatai juga dengan rudal Raytheon AS, ESSM II Sea Sparrow terbaru dengan daya jangkau 50-an km berkecepatan lebih dari 4 Mach. Akuisi senjata pertahanan udara kapal perang oleh negara-negara tersebut merupakan langkah strategis menjawab ancaman evolusi rudal anti kapal berbasis pesawat tempur yang berdaya tempuh makin jauh dan makin akurat. Dalam formasi tempur tidak ada pesawat tempur anti kapal yang mendekati kapal hingga 10 km. Kecuali di era 70-an hingga 80-an. Rudal anti pesawat jarak pendek hanya efektif menghadapai helikopter ASW yang kini jarang dipakai selain misi anti kapal selam. Bahkan helikopter khusus anti kapal selam pun tidak dimiliki oleh AL Indonesia.

Rudal RIM-162 Evolved Sea Sparrow Missile ESSM (www.9abc.net)
%d blogger menyukai ini: