Tag Archives: smartphone

Update OS BlackBerry 10.2

13 Nov

image

Ada update baru OS BlackBerry 10.2.1.3442 via OTA baru-baru ini. Kayaknya update minor perbaikan bug di versi sebelumnya. Ada dua tambahan aplikasi di dalam update tersebut yaitu Foursquare, media sosial berbasis, dan sebuah layanan penyimpanan awan Box. Cloud storage yang populer di versi sebelumnya, Dropbox, tidak dihapus. Unjuk kerja yang ditampilkan oleh sistem operasi BB 10 terasa sekali. Terasa lebih efisien, peralihan antar jendela menu maupun peralihan ke jendela multitasking lebih cepat. Problem crash yang sering aku alami saat menjalankan aplikasi BlackBerry World sudah hilang. Dulu memang sering forced shut down aplikasi itu. Baik saat loading aplikasi maupun setelah aplikasi baru running. Namun sebenarnya yang aku tunggu adalah update mayor BlackBerry 10.3 yang konon sudah diinstal di ponsel BB Passport. Lumayan makin aktif nih perusahaan BB untuk bersaing dengan Android, iOS, dan Windows. Meskipun masih peringkat buncit, bos Mr. Chen bilang masa kritis perusahaan BB sudah lewat, tinggal perbaikan dan peningkatan profit. Sudah tidak bleeding lagi. Mudah-mudahan sukses tidak bernasib seperti ponsel Nokia maupun ponsel Ericsson.

Jam Tangan dan Smartphone

26 Okt

Menurut hematku, industri jam terutama arloji menghadapi masa depan yang makin suram. Seiring penetrasi ponsel yang semakin terjangkau yang menjadi gadget wajib bagi setiap orang. Seperti halnya industri kamera di sektor kamera saku yang pangsa pasarnya tergerus oleh kehadiran smartphone dengan fitur kamera yang semakin bagus kualitas fotonya. Kini praktis produsen kamera fokus memperkuat segmen kamera DSLR dan membuka pangsa pasar baru dengan menciptakan kamera ILC mirrorless.
Kini bahkan dengan semakin murahnya feature phone yang menyasar segmen menengah ke bawah, otomatis mereka tidak lagi memerlukan arloji maupun jam weker. Kedua fungsi tersebut sudah tersemat di semua ponsel. Sebagian produsen jam justru mulai meniru apa yang dilakukan produsen ponsel dengan merilis smartwatch. Sebuah langkah integrasi terhadap smartphone, sebuah keniscayaan. Banyak sektor yang menyesuaikan diri kepada dominasi ponsel. Bahkan kamera kini juga merilis integrasi fungsi kontrol kamera dengan ponsel. Setingan praktis hingga viewfinder bisa dilakukan lewat smartphone secara nirkabel dengan bluetooth atau wifi. Produsen mainan robot edukasi Lego juga merilis brick Mindstorm EV3 yang menyediakan fitur integrasi dengan smartphone berbasis Android dan IOS.

Shared from Google Keep

Prosesor Ponsel Dari Satu Core Hingga Delapan Core

3 Agu

Prosesor Ponsel Dari Satu Core Hingga Delapan Core
Smartphone cenderung berpola mengikuti tren seperti komputer, makin canggih perangkat kerasnya. Struktur komponennya juga mirip mulai dari prosesor, pengolah grafis, RAM, ROM dan perangkat penyimpanan data, display, dan operating sistem. Kecepatan prosesor smartphone semakin lama semakin kencang. Mulai dari kecepatan kilo hertz, mega hertz hingga giga hertz. Mengikuti jejak core prosesor komputer, core prosesor ponsel juga bergerak dari single core, dual core, quad core, hingga octa core. Sayangnya tri core belum ada padahal dulu ada prosesor komputer versi tri core besutan AMD meski tidak populer. Perubahan prosesor ponsel rasanya lebih cepat daripada masa perubahan prosesor komputer. Ponsel kelas atas sudah jamak memakai prosesor octa core. Di komputer masih di level server dan workstation saja yang memakai octa core, belum di level prosumer. Metode kemampuan eksekusi prosesor juga mulai beralih dari 32 bit ke 64 bit. Jadi potensi yang digotong prosesor ponsel semakin digdaya. Namun bukan berarti di aplikasi praktis belum tentu membuat kinerja ponsel semakin moncer. Problem yang sama dulu juga menghinggapi komputer. Kemajuan teknologi perangkat keras prosesor komputer ke arah multi core 64-bit tidak bisa langsung diimbangi oleh kemajuan teknologi perangkat lunak dalam mendayagunakan kemampuam prosesor. Baik perangkat lunak sistem operasi maupun perangkat lunak program aplikasi. Memerlukan waktu transisi, jadi terkesan sumber daya perangkat keras menjadi mubazir. Apple dengan iphone mencerminkan fenomena tersebut. Sistem android berlomba mengadopsi prosesor quad core dan octa core berkecepatan tinggi. Tetapi iphone masih berkutat di dual prosesor berkecepatan sedang. Apple fokus pada pendayagunaan perangkat keras dan user experience yang memuaskan. Terbukti banyak orang bilang bahwa kinerja iphone masih lebih baik dibandingkan ponsel android kelas atas dalam penggunaan sehari-hari. Kata orang, sebab aku sendiri belum pernah memakai iphone. Di sisi lain, Apple juga yang pertama kali memakai prosesor 64 bit dan sistem operasi iphone 64 bit. Artinya sistem operasi android dan ekosistemnya masih harus diperbahui guna mengoptimasi pendayagunaan perangkat keras, efektif dan efisien.

Shared from Google Keep

Kontrol Digital Kamera via Ponsel

3 Agu

Kamera SLR di dekade terakhir mengalami evolusi besar seiring dengan perkembangan teknologi digital. Aku masih ingat ketika masih SMP, memakai kamera saku dengan negatif film. Beli 1 rol ASA 400,merk fujifilmyang berisi 34-36 klise di toko perlengkapan kamera. Toko tersebut hanya ada di kota kecamatan saja. Setelah satu rol habis, kembali balik ke toko itu untuk mencuci negatif film. Di rumah mengecek hasil cuci klise dan memilah mana yang cocok untum dicetak ukuran postcard. Menunggu lagi 2-3 hari hingga foto bisa diambil. Sampai di rumah, hasil cetak foto disimpan di album foto. Memiliki kamera saku saat masih terasa mewah. Masih jarang orang yang memiliki. Terlebih melihat fotografer yang menenteng kamera SLR dengan gears yang panjang dan besar. Woow keren sekali, lensa tele panjang dan lampu flash besar. Memotret obyek model yang cantik dan seksi. Image itu yang selalu melekat di benakku. Dan itu tidak melesat hingga kini jika melihat kehidupan fotografer senior Darwis Triadi. Kini dengan kemajuan teknologi digital menjadikan fotografi berubah sebagai hobi yang sangat terjangkau. Sekarang sangat susah melihat orang memakai kamera SLR karena negatif film sendiri juga sudah sulit dicari. Umumnya yang ada kamera DSLR, kamera saku juga kamera digital. Bahkan hampir semua hape dari feature phone hingga smart phone dilengkali kamera digital. Teknologi kontrol kamera semakin mengarah ke integrasi dengan smart phone. Dulu kamera DSLR hanya dilengkali dengan wired remote release. Kemudian berkembang ke wireless remote release via infrared. Semakin dalam integrasi dengan ponsel cerdas via koneksi wifi. Dulu sekedar transfer foto dari kamera komputer. Kemudian remote release via wifi, sharing foto ke media sosial. Terbaru remote control kamera via wifi seperti settingan kamera, digital view finder, dan juga remote release. Aku lihat yang agresif mengintegrasikan kamera dengan ponsel cerdas adalah Samsung lewat produk kamera digital seri NX. Integrasi tidak sekedar ke hape Samsung Galaxy, bisa diinstal di semua hape android dan iphone. Canon juga berusaha mengikuti tren integrasi smartphone dengan piranti lunak Canon EOS. Namun update tidak secepat Samsung, Canon EOS Remote versi Android pembaharuannya terakhir tahun 2013. Itu pun terbatas untuk Canon EOS 6D, EOS 70 dan EOS M2. Kinerjanya juga masih perlu ditingkatkan untuk mengurangi lag instruksi dari ponsel terhadap kamera. Ke depannya semua kamera digital kayaknya bakal mengadopsi integrasi penuh dengan ponsel cerdas mengingat semakin dominanmya ponsel di dalam kehidupan manusia.

Shared from Google Keep

%d blogger menyukai ini: