Tag Archives: bakso malang

Bakso Bakwan Idola Malang Tanah Grogot

9 Des

image

Aku bukanlah pecinta bakso sejati tapi masih bisa menikmati citarasa suatu bakso. Terlebih yang paling atraktif di lidahku adalah bakso Malang. Berbeda dengan Pangkalan Bun yang cukup banyak depot penjaja bakso Malang. Di Tanah Grogot masih sulit menemukan makanan bakso Malang. Belum ada tiga bulan yang lalu ada gerai bakso yang menamakan diri bakso Malang. Berlokasi di dekat Simpang Lima taman Putri Petung, sebuah lokasi yang sangat strategis di Tanah Grogot. Di depan depot ada spanduk bertuliskan “Bakwan Idola Malang” dengan menu utama bakso dan mie ayam.
image

Setiap lewat ke situ selalu ramai depot tersebut. Aku pun tertarik mencicipi citarasa bakso Bakwan Idola Malang. Di etalase kaca terpampang pangsit goreng, identitas khas bakso Malang. Setelah semangkuk bakso tersaji di meja, aromanya sangat khas bakso Malang tercium. Begitu sesendok kuah bakso hinggap di lidah, rasanya juga tulen. Bakso yang benar-benar bercitarasa bakso khas Malang. Pangsit gorengnya juga istimewa karena terlipat daging bakso di dalamnya. Tahu rebus dan pentol goreng beserta mie kuning melengkapi pentol rudal dan pentol halus. Sangat recommended untuk segmen bakso Malang di Tanah Grogot, istimewa.
image

Bakso Bakar Khas Malang “BK”

26 Jul
image

Gerai Bakso BK

Setelah berkeliling Pangkalan Bun lagi ternyata ada satu gerai bakso bakar khas Malang. Lokasinya di Jalan HM Rafii dekat bundaran Pancasila. Tapi agak jauh dikit dari bundaran Pancasila makanya aku tidak tahu di situ ada bakso bakar. Tahunya saat hendak mentraktir mas Yud dan Gatot makan bakso Malang katanya ada bakso bakar di dekat bundaran Pancasila. Begitu tiba memang betul bakso bakar Malang dengan banner terpampang tagline “Bakso Bakar Khas Malang, Mie Ayam dan Mie Pangsit”. Waduh-waduh ini yang saya cari-cari selama saya ada di Kalimantan. Kuliner khas di mana aku berasal yang sejak kecil sering diajak ortu menyantap mie pangsit yang banyak bertebaran di tenda-tenda kaki lima halaman pasar Bunul. Terakhir makan tiga tahun lalu di pasar Besar Malang bersama kakak. Tapi kali ini aku memesan bakso bakar untuk membandingkan citarasa dengan bakso bakar lain yang ada di Pangkalan Bun, depan kantor kelurahan Madurejo.

image

Bakso Bakar

Wadah pembakaran diletakkan di depan, berdampingan dengan etalase kaca berbahan bakar arang kayu. Sangat jelas bagi pengunjung bahwa gerai ini menyajikan menu bakso bakar. Cara membakarnya juga khas seperti membakar sate. Tidak lama kemudian pramusaji datang menghidangkan menu pesanan 3 porsi bakso bakar. Ada perbedaan dengan bakso bakar sebelumnya. Kali ini yang dibakar adalah sebuah bakso rudal ditemanin sebiji bakso halus disajikan dalam mangkuk yang berisi sambal kacang. Mangkuk kuah bakso berisi tahu, pangsit rebus, dan dua gorengan. Langsung deh aku comot secuil dari bakso granat dengan dicelupkan ke bumbu kacang, maknyus betul. Benar-benar terasa sebagai bakso bakar dengan citarasa yang khas. Recommended, paling top markotop sebagai bakso bakar di Pangkalan Bun. Sambil mengunyah bakso dengan aneka isinya di mangkuk kuah, sangat kaya rasa. Tak heran pengunjungnya bejibun. Bahkan esok sorenya aku berkunjung untuk mencicipi mie pangsit ternyata sudah tutup. Bagaimana pendapat anda.

image

Menu Bakso dan Mie

Bakso dan Mie Ayam “Pondok Arema”

24 Jul
image

Pondok Arema

Ronde kedua pengujian kuliner dengan tema Bakso Malang jatuh ke pilihan depot bakso Malang dan mie ayam “Pondok Arema”. Gerai ini tergolong gres juga karena baru lihat kali ini. Tempo hari belum ada sewaktu keliling kota Pangkalan Bun. Berlokasi di Jalan Diponegoro dekat Mapolres dengan tagline “Depot Bakso dan Mie Ayam Pondok Arema”.

image

Bakso dan Mie Ayam Pondok Arema

Berkunjung sewaktu maghrib sekaligus buka puasa terakhir, aku memesan mie ayam sedangkan keluarga order bakso Malang. Tidak ada menu bakso bakar namun etalase saji di depan menghidangkan pangsit goreng, ciri khas bakso Malang. Pramusaji dengan cekatan mengantarkan pesanan makanan.

image

Mie Ayam

Mie ayam komplit dengan bakso halus, bakso rudal, telor rebus, dan pangsit goreng. Kuahnya terasa nikmat dan berbeda dengan mie ayam umumnya. Terasa sekali citarasa mie Malang atau cwie mie alias mie pangsit. Teringat kegemaranku menyantap cwie mie sewaktu kecil di Malang, pasar Bunul. Baksonya juga mantap, terasa banget daging sapinya. Bakso granat pas kadar uratnya, baik sewaktu dipotong dengan sendok maupun saat digigit. Ditambah kriuknya pangsit goreng, puas banget. Tidak heran gerai bakso ini laris sekali, kemarin malam aku samperin,begitu tiba dibilangin sudah mau tutup karena sudah habis.

image

Bakso Malang

Menu bakso aku cicipi juga,  kuahnya terasa segar dan mantap. Semangkuk bakso Malang sudah komplet dengan pangsit goreng dan pangsit rebus. Bisa ditambahi dengan bakso granat dan telur rebus. Citarasanya benar-benar menunjukkan cirikhas sebagai bakso Malang. Recommended bro..

image

Pondok Bakso Handarbeni Arema

Esok hari ada juga aku mencoba bakso Malang di kampung Baru Jalan Sukma Aryaningrat karena penasarn dengan tagline”spesial bakso kotak”. Sayang bakso kotak sudah habis, diganti bakso rudal. Tapi ini tidak recommended karena tidak cocok dengan lidahku. Meskipun demikian, gerai tersebut sangat ramai pengunjung. Terserah pembaca jika ingin kesana. Selamat mencoba.

Bakso Bakar Putra Arema

17 Jul
image

Logo Singo Edan

Malam ini mencoba menu kuliner baru di kota Pangkalan Bun yakni bakso Malang. Kemarin keliling kota menemukan perkembangan baru dengan adanya 3 gerai besar makanan bakso Malang. Satu gerai berada di depan kantor kelurahan Madurejo (Putra Arema), satu lagi dekat pertigaan di Jalan Diponegoro ke arah Mapolres (Pondok Arema), dan yang terakhir di dekat CV Bersama kampung Baru. Semuanya melabelkan diri bakso Arema atau bakso Malang. Ada juga beberapa lagi namun kurang menonjol.

image

Depot Bakso Putra Arema

Pertama yang aku kunjungi adalah bakso bakar Putra Arema di depan kantor kelurahan Madurejo antara Bundaran Pancasila dengan Ciptaland. Hanya gerai ini yang menawarkan bakso bakar Malang. Patut mendapat penghargaan untuk dicicipi pertama kali dalam tema bakso Malang. Terakhir merasakan bakso bakar sewaktu di Sampit beberapa tahun yang lalu dekat terminal kota. Ada juga di gerai Selera Rakyat di Tanah Grogot tapi kurang sip karena tidak dibakar, hanya disangrai di atas wajan teflon memakai kompor gas. Depot Putra Arema benar-benar dibakar di atas pembakaran memakai arang kayu, ini baru pas. Dibakar seperti orang membakar sate. Etalase bahan menu diletakkan di depan sehingga konsumen dengan mudah mengetahui depot Putra Arema berjualan bakso. Satu yang menjadi ciri khas bakso Malang adalah pangsit goreng. Nah, ciri khas tersebut juga ditaruh di kaca etalase bahan menu sehingga pembeli dengan mudah mengenali depot ini sebagai gerai bakso Malang. Berbeda dengan dengan bakso Malang di dekat CV Bersama, meskipun tergolong depot besar tapi berkali-kali lewat aku gagal mengenalinya sebagai bakso Malang karena di kaca etalase tidak tampak pangsit goreng sebagai ciri khas bakso Malang. Sehingga aku tidak tertarik mencobanya. Kembali ke depot Putra Arema, dengan cepat pramusaji mengantarkan bakso bakar Malang pesananku ke atas meja. Ada satu yang baru menurutku yakni nampan bakso bakar disajikan bersama lontong diiris kotak. Enak sih lontongnya tapi ini bukan seperti biasa bakso Malang. Pentol bakar langsung kucicipi dengan olesan sambal kacang, lumayan enak. Tapi menurutku ada sedikit yang kurang yaitu kurang gosong saat membakar bakso bakarnya. Mangkuk bakso terdiri atas bihun dan mie kuning dan sebuah pentol urat atau bakso besar dan pansit goreng. Kuahnya benar-benar terasa sebagai bakso Malang yang khas dengan bumbu yang lebih berani. Berbeda dengan bakso Solo yang datar aromanya. Setelah menyantap bakso bakar ini, terasa kenyang sekali, puas deh pokoknya. Silakan mencoba sendiri.

image

Bakso Bakar

%d blogger menyukai ini: