Steam-line Blowing / Flushing

26 Mar

image

Pekerjaan steam flushing boiler merupakan salah satu tahapan pre-comissioning boiler. Tahapan sebelumnya adalah ereksi konstruksi boiler beserta peralatan pendukungnya. Kemudian hydrostatic testing dengan media air yang dipompa pada tekanan yang telah ditentukan. Pada boiler kapasitas 35 ton/jam dan tekanan operasional 30 barg, diuji statik hidrotest hingga tekanan 49,5 barg. Secara teknis pengujian hydrostatic dilaksanakan pada tekanan 1,5 MAWP (Maximum Allowable Working Pressure). Pengujian dilanjutkan sertifikasi safety valve superheater 31 barg dan upper drum 31,5 barg oleh pejabat dinas tenaga kerja.
Beberapa hari setiap pagi melaksanakan steam flushing atau steam blowing, suatu prosedur pembersihan jalur perpipaan dari boiler menuju turbin. Steam blowing bertujuan menyingkirkan kotoran yang ada di dalam sistem perpipaan, karat logam, kerak hasil pengelasan, dan material bekas konstruksi yang tertinggal di dalam sistem perpipaan seperti baut, mur, kawat las, dan lain sebagainya. Pembersihan sistem perpipaan tersebut sangat penting supaya turbin aman dari risiko serangan benturan material seperti yang disebut di atas. Tumbukan bisa merusak katup, sudu-sudu turbin, nozel turbin, atau fine mesh strainer.
Steam blowing dilakukan pada posisi tekanan kerja operasional di mana ujung pipa steam-line dibuka ke udara bebas/atmosfer. Bagian ujung pipa diikat dengan kuat untuk mengantisipasi efek reaksi nozel ketika dilakukan steam blowing. Main stop valve dibuka penuh dengan cepat dan ditutup dengan cepat pula, kurang dari 60 detik. Pada prinsipnya level air di dalam upper drum tidak low-low level, boiler feedwater pump masih sanggup melayani. Pada posisi tekanan 30 barg, durasi flushing kurang dari 60 detik, posisi akhir tekanan boiler setelah main stop valve ditutup adalah berkisar di 20 barg. Semburan uap air kecepatan tinggi dan thermal/pressure shock sangat efektif membuang kotoran pada jalur perpipaan. Pada sistem boiler semi-automatic, proses steam blowing tergolong pekerjaan berat. Berbeda dengan boiler kapasitas tinggi yang pengoperasiannya full-automatic seperti di boiler pembangkit daya yang memakai bahan bakar batubara dan gas alam.
Parameter keberhasilan steam blowing dipantau dari kondisi pelat target (target plate). Material pelat target bisa dari lembaran pelat aluminium, tembaga, atau stainless steel yang dipoles. Boiler tekanan 20 barg bisa memakai lembaran pelat aluminium 0,4 mm. Boiler tekanan 30 barg disarankan memakai pelat aluminium  0,8 mm. Untuk boiler bertekanan lebih tinggi lagi bisa memakai pelat stainless steel yang dipoles permukaannya. Setiap kali steam blowing, dicek pelat target, kondisi permukaannya. Sebanyak apa tumbukan benda padat yang menimpanya dan juga ukuran diameter tumbukan. Steam blowing selesai apabila pada pelat target tidak ada bekas tumbukan lebih dari diameter 0,8 mm dan bekas tumbukan berdiameter lebih dari 0,2 mm maksimal 8 titik.

Referensi:
1. Steam – its Generation and Use, The Babcock and Wilcox Company, 41 Edition
2. Steam Purging Procedure, Xi’an Thermal Power Research Institute Co.Ltd, Januari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: