Tag Archives: panzer

Main Battle Tank Indonesia, Tank Leopard 2 Jerman

28 Apr

image

Dalam taktik dan strategi peperangan modern, peran tank dalam memenangkan pertempuran sangat diandalkan. Dimulai dari pemberdayaan tank dalam Perang Dunia II oleh angkatan darat Jerman yang sangat efektif dalam perang reguler hingga perang kota saat ini. Pengalaman perang dan rekayasa teknik Jerman dalam menghasilkan tank sudah tidak diragukan lagi, bersaing dengan MBT populer dunia dari AS dan Rusia. Bahkan dalam banyak segi justru lebih unggul. Jadi tidak keliru, pemerintah Indonesia memilih tank Jerman sebagai tulang punggung armada tank AD dalam modernisasi senjata. Harga lebih murah dibandingkan M1A2 Abrams tapi kualitas sangat kompetitif.

Baca lebih lanjut

Sintesis Peran Tank Kelas Berat

28 Apr

Tank Leopard 2 dari awal pengadaannya mengundang kontroversi di dalam negeri maupun luar negeri (Belanda dan Jerman). Dari segi politik luar negeri, oposisi pemerintah Belanda dan Jerman menentang penjualan tank tersebut karena menilai Indonesia masih rawan pelanggaran HAM oleh aparat keamanan. Pengadaan tank Leopard bekas dari Belanda akhirnya dialihkan ke Jerman karena ketidakpastian realisasi penjualaan akibat kuatnya penentangan oleh parlemen Belanda. Meski kanselir Angela Merkel secara implisit mendukung penjualan tank Leopard Jerman ke Indonesia, masih ada parpol yang mempermasalahkan. Di dalam negeri, sejumlah pihak juga mengemukakan ketidaksetujuan terhadap pembelian tank tersebut. Isu pelanggaran HAM juga dikemukakan LSM Kontras dan Imparsial. Di samping alasan teknis yang tidak sesuai penggelaran tank berat di wilayah Indonesia.

Baca lebih lanjut

Panzer BMP-3F, Ranpur Terkuat Marinir AL

12 Agu

BMP-3F

Marinir AL Indonesia telah mengoperasikan 17 unit panser amfibi BMP-3F dari Rusia sejak 11 Desember 2010. Panser tempur infantri ini bahkan ikut dikerahkan pada operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus di Somalia pada April 2011. BMP-3F merupakan ranpur terkuat yang dimiliki AB Indonesia melebihi yang dimiliki AL sebelumnya seperti PT-76 dan BVP-2 bahkan lebih mematikan dari tank yang dimiliki AD. Anggaran pembelian ranpur BMP-3F pada 2009 sebesar 455 miliar rupiah, pada awalnya senilai dengan 20 unit. Tetapi karena penyusutan nilai akhirnya dengan anggaran sebesar itu mendapatkan 17 unit BMP-3F.

BMP-3F Marinir AL Indonesia

Menhan merencanakan kebutuhan ranpur untuk AL sebanyak 95 unit terdiri dari 81 unit BMP-3F, 10 unit BMP-3FK (versi komando), dan 4 unit BREM-L (versi bengkel). Dengan kehadiran ranpur tersebut Indonesia memasuki masa baru kendaraan tempur infantri amfibi. Kendaran militer amfibi AL Indonesia yang operasional adalah beberapa unit BTR-80A masih tergolong kendaraan pengangkut personel lapis baja bersenjata senapan mesin berat kaliber 14,5 KPVT dan 7,62 PKT berpenggerak 8 roda. Yang banyak warisan Orla, ratusan BTR-50 PK bersenjata senapam mesin sedang berpenggerak rantai. Tank pendukungnya berupa tank ringan PT-76 kaliber 76,2 mm, sekarang diganti laras 90 mm. AL Indonesia memiliki kendaraan tempur infantri amfibi ringan buatan Perancis AMX-10P bersenjata kanon 20 mm dan BVP-2 buatan Ceko bersenjata kanon 30 mm serta peluncur rudal anti-tank.

Desain Rusia

BMP3-F adalah varian dari panser BMP-3 yang mulai dikembangkan pada dekade 1980-an. Termasuk keluarga BMP, singkatan dari Boyevaya Mashina Pekhoty yang artinya kendaraan tempur infantri (Infantry Combat Vehicle atau ICV) dalam rangka mekanisasi pasukan infantri. Ranpur infantri jenis kendaraan perang peningkatan dari kendaraan angkut personel lapis baja (Armour Personel Carrier atau APC) dari segi kemampuan bertempur, tidak sekedar taksi perang. Berperan mengangkut dengan aman prajurit infantri sampai ke lokasi pengerahan serta memberi dukungan tembakan dalam pertempuran prajurit infantri. Memiliki Penerus dari keluarga BMP sebelumnya yakni BMP-1 dan BMP-2 yang modelnya juga menjadi platform ranpur produksi selain Rusia, seperti BVP-2 dari Ceko. BMP-1 mulai didesain P. Isakov pada awal 1960-an, diproduksi dan masuk dinas militer Uni Soviet mulai tahun 1966. BMP-1 bersenjata meriam 73 mm berdaya jangkau 1000 meter, di mana laras meriam dilengkapi dengan peluncur rudal anti-tank AT-3 Sagger serta mitraliur 7,62 mm yang dipasang secara koaksial dengan meriam dalam kubah tank. BMP-2 mulai masuk operasional militer Uni Soviet pada 1980. Persenjataannya ditingkatkan berupa meriam otomatis kaliber 30 mm yang dipasang secara koaksial juga mitraliur 7,62 mm dan peluncur rudal anti-tank AT-4 Spigot atau AT-5 Spandrel. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: