Arsip | Fotografi RSS feed for this section

Foto Selfi Monyet dan Media Yang Serakah

9 Agu

Malang nasib David Slater, foto selfi monyet hasil jepretan kameranya diklaim Wikimedia bukanlah hak milik atau hak cipta Slater. Wikimedia beralasan bahwa sang monyet sendirilah yang memotret dirinya sendiri, bukan Slater. Sehingga Wikimedia merasa berhak memajang foto itu tanpa perlu meminta izin Slater. Bahkan meskipun Slater telah menyampaikan keberatan kepada Wikimedia. Sebuah media yang tampaknya ingin populer dengan modal minim, kurang menghargai fotografer. Memang betul cuma seekor monyet hitam yang menekan tombol shutter kamera. Namun Slater telah berupaya dengan mendatangi habitat monyet hitam di Sulawesi. Dan dia beruntung dengan insiden bersama monyet tersebut. Fotografer yang bergantung pada alat, keterampilan, waktu, dan keberuntungan. Namun sering kalah dengan institusi dan korporasi yang tamak. Masih ingat kasus yang sempat rame mengenai rencana perubahan kebijakan Instagram yang akan mengklaim hak cipta foto-foto yang dimuat di situs Instagram. Akhirnya Instagram kembali ke kebijakan semula bahwa hak cipta foto masih dipegang oleh fotografer.

Shared from Google Keep

Kontrol Digital Kamera via Ponsel

3 Agu

Kamera SLR di dekade terakhir mengalami evolusi besar seiring dengan perkembangan teknologi digital. Aku masih ingat ketika masih SMP, memakai kamera saku dengan negatif film. Beli 1 rol ASA 400,merk fujifilmyang berisi 34-36 klise di toko perlengkapan kamera. Toko tersebut hanya ada di kota kecamatan saja. Setelah satu rol habis, kembali balik ke toko itu untuk mencuci negatif film. Di rumah mengecek hasil cuci klise dan memilah mana yang cocok untum dicetak ukuran postcard. Menunggu lagi 2-3 hari hingga foto bisa diambil. Sampai di rumah, hasil cetak foto disimpan di album foto. Memiliki kamera saku saat masih terasa mewah. Masih jarang orang yang memiliki. Terlebih melihat fotografer yang menenteng kamera SLR dengan gears yang panjang dan besar. Woow keren sekali, lensa tele panjang dan lampu flash besar. Memotret obyek model yang cantik dan seksi. Image itu yang selalu melekat di benakku. Dan itu tidak melesat hingga kini jika melihat kehidupan fotografer senior Darwis Triadi. Kini dengan kemajuan teknologi digital menjadikan fotografi berubah sebagai hobi yang sangat terjangkau. Sekarang sangat susah melihat orang memakai kamera SLR karena negatif film sendiri juga sudah sulit dicari. Umumnya yang ada kamera DSLR, kamera saku juga kamera digital. Bahkan hampir semua hape dari feature phone hingga smart phone dilengkali kamera digital. Teknologi kontrol kamera semakin mengarah ke integrasi dengan smart phone. Dulu kamera DSLR hanya dilengkali dengan wired remote release. Kemudian berkembang ke wireless remote release via infrared. Semakin dalam integrasi dengan ponsel cerdas via koneksi wifi. Dulu sekedar transfer foto dari kamera komputer. Kemudian remote release via wifi, sharing foto ke media sosial. Terbaru remote control kamera via wifi seperti settingan kamera, digital view finder, dan juga remote release. Aku lihat yang agresif mengintegrasikan kamera dengan ponsel cerdas adalah Samsung lewat produk kamera digital seri NX. Integrasi tidak sekedar ke hape Samsung Galaxy, bisa diinstal di semua hape android dan iphone. Canon juga berusaha mengikuti tren integrasi smartphone dengan piranti lunak Canon EOS. Namun update tidak secepat Samsung, Canon EOS Remote versi Android pembaharuannya terakhir tahun 2013. Itu pun terbatas untuk Canon EOS 6D, EOS 70 dan EOS M2. Kinerjanya juga masih perlu ditingkatkan untuk mengurangi lag instruksi dari ponsel terhadap kamera. Ke depannya semua kamera digital kayaknya bakal mengadopsi integrasi penuh dengan ponsel cerdas mengingat semakin dominanmya ponsel di dalam kehidupan manusia.

Shared from Google Keep

Rumah Mangkubumi Kerajaan Kotawaringin, Jepretan Interior dan Koleksi

28 Okt

Setelah melihat dari sisi luar bangunan rumah peninggalan Pangeran Adipati Mangkubumi Kerajaan Kotawaringin beserta suasana sekitar rumah, kini beranjak menikmati koleksi bersejarah yang ada di dalamnya. Cukup banyak koleksinya, sudah sepatutnya pemerintah daerah dan masyarakat turut serta menjaga dan merawat peninggalan bersejarah tersebut. Sehingga anak cucu dan generasi mendatang masih bisa mengingat sejarah masa lampau dan mengenal akar dirinya. Tidak mati obor, lupa akan asal muasal.

image

Hiasan dinding, kepala rusa dan tudung saji antik

image

Perabot Meja Meubel, Koleksi Pangeran Mangkubumi

image

Perabot Meja Rias, Koleksi Pangeran Mangkubumi

Baca lebih lanjut

Rumah Mangkubumi Kerajaan Kotawaringin, Jepretan Eksterior

23 Okt
image

Rumah Pangeran Adipati Mangkubumi

Penulis berkesempatan berkunjung ke satu lagi peninggalan bersejarah di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat yakni Rumah Pangeran Adipati Mangkubumi Kerajaan Kotawaringin. Di sore yang cerah, namun sayang berawan tipis sehingga penulia tidak mendapatkan foto lokasi dengan background langit biru yang pekat.

image

Rumah tersebut luas model panggung, khas budaya penduduk yang beradaptasi pada lingkungan geografis yang dipengaruhi pasang surut air atau rawa.

image

Baca lebih lanjut

Astana Al-Nursari

22 Okt

Kerajaan Kutaringin didirikan oleh Pangeran Adipati Antakusuma di daerah yang disebut dengan Tanjung Pangkalan Batu di Kotawaringin Lama, pinggir sungai Lamandau. Di sini terdapat Astana Al-Nursari yang merupakan istana kerajaan sebelum akhirnya dipindahkan oleh Sultan IX ke Istana Kuning di Pangkalan Bun pada tahun 1811 M. Untuk mencapai Astana Al-Nursari di Kotawaringin Lama bisa ditempuh dua rute dari Pangkalan Bun, ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. Pertama via jalur air melewati sungai Arut dan Sungai Lamandau, dahulu ini merupakan jalur satu-satunya.

image

Pemukiman Kotawaringin Lama

Setelah dibangun 2 jembatan yang melintasi sungai Arut dan sungai Lamandau, Kotawaringin Lama bisa diakses via darat dari Kampung Baru Pangkalan Bun. Hingga tulisan ini dibuat, proyek penyelesain jalan masih tengah berlangsung.

image

Perumahan pinggir sungai Lamandau

image

Astana Al-Nursari

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: