Tag Archives: android

Prosesor Ponsel Dari Satu Core Hingga Delapan Core

3 Agu

Prosesor Ponsel Dari Satu Core Hingga Delapan Core
Smartphone cenderung berpola mengikuti tren seperti komputer, makin canggih perangkat kerasnya. Struktur komponennya juga mirip mulai dari prosesor, pengolah grafis, RAM, ROM dan perangkat penyimpanan data, display, dan operating sistem. Kecepatan prosesor smartphone semakin lama semakin kencang. Mulai dari kecepatan kilo hertz, mega hertz hingga giga hertz. Mengikuti jejak core prosesor komputer, core prosesor ponsel juga bergerak dari single core, dual core, quad core, hingga octa core. Sayangnya tri core belum ada padahal dulu ada prosesor komputer versi tri core besutan AMD meski tidak populer. Perubahan prosesor ponsel rasanya lebih cepat daripada masa perubahan prosesor komputer. Ponsel kelas atas sudah jamak memakai prosesor octa core. Di komputer masih di level server dan workstation saja yang memakai octa core, belum di level prosumer. Metode kemampuan eksekusi prosesor juga mulai beralih dari 32 bit ke 64 bit. Jadi potensi yang digotong prosesor ponsel semakin digdaya. Namun bukan berarti di aplikasi praktis belum tentu membuat kinerja ponsel semakin moncer. Problem yang sama dulu juga menghinggapi komputer. Kemajuan teknologi perangkat keras prosesor komputer ke arah multi core 64-bit tidak bisa langsung diimbangi oleh kemajuan teknologi perangkat lunak dalam mendayagunakan kemampuam prosesor. Baik perangkat lunak sistem operasi maupun perangkat lunak program aplikasi. Memerlukan waktu transisi, jadi terkesan sumber daya perangkat keras menjadi mubazir. Apple dengan iphone mencerminkan fenomena tersebut. Sistem android berlomba mengadopsi prosesor quad core dan octa core berkecepatan tinggi. Tetapi iphone masih berkutat di dual prosesor berkecepatan sedang. Apple fokus pada pendayagunaan perangkat keras dan user experience yang memuaskan. Terbukti banyak orang bilang bahwa kinerja iphone masih lebih baik dibandingkan ponsel android kelas atas dalam penggunaan sehari-hari. Kata orang, sebab aku sendiri belum pernah memakai iphone. Di sisi lain, Apple juga yang pertama kali memakai prosesor 64 bit dan sistem operasi iphone 64 bit. Artinya sistem operasi android dan ekosistemnya masih harus diperbahui guna mengoptimasi pendayagunaan perangkat keras, efektif dan efisien.

Shared from Google Keep

Android Vs Apple: Buruknya Nasib Open Source

26 Jul

Keputusan pengadilan AS yang kontroversial dengan memenangkan Apple tidak saja menguntungkan Apple, namun juga bisa mengancam eksistensi ponsel berbasis Android. Pasalnya dari putusan pengadilan itu, bisa saja muncul larangan semua ponsel dan tablet berbasis Android di Amerika Serikat. Sebelumnya, Apple telah memenangkan putusan awal dari sebuah panel perdagangan AS bahwa handset HTC Taiwan telah melanggar dua paten Apple. HTC menggunakan sistem operasi Google Android untuk ponsel pintarnya dan kasus itu sedang diawasi ketat pasar perangkat mobile.

Keputusan awal pengadilan itu sudah menciptakan desas desus diantara pembuat handset karena keputusan itu menyampaikan pesan kepada pembuat ponsel pintar lainnya yang berbasis Android. Kemenangan Apple itu bisa menjadi gertakan kepada pembuat handset Android lainnya atau mengajukan permintaan larangan impor HTC ke AS. Paten itu berhubungan dengan pengolahan data dan aksi cover seperti perangkat mengenali nomor telepon dan memintanya untuk menelpon. Apple kesal bahwa Android berisi ‘server analyzer’ yang ‘mendeteksi struktur data’. VentureBeat melaporkan pernyataan ahli paten Florian Mueller. Mueller mengatakan bahwa dirinya telah melihat paten itu sebelumnya dan masalah itu tampaknya sangat mendasar. Mereka sangat mungkin melanggar kode yang merupakan inti dari Android. Ini bisa menjadi skenario terburuk dalam larangan impor terhadap banyak bahkan semua handset HTC berbasis Android di pasar AS. Kasus ini akan berbuntut pada kekayaan litigasi paten antara Apple dan Samsung yang juga menggunakan Android, Apple dan Nokia, dan Microsoft dan Motorola.

HTC mengatakan akan melawan keputusan hakim Komisi Perdagangan Internasional (ITC) pekan lalu, tapi komisi belum sepenuhnya mengambil keputusan. Penjualan ponsel pintar berbasis Android telah melampaui penjualan iPhone global tetapi Apple diharapkan akan meluncurkan iPhone baru pada tahun ini dan memberikan dorongan besar sendiri. Awalnya, Apple menuduh HTC telah melanggar 10 paten tapi enam paten dikandaskan dari kasus dan hakim ITC menetapkan HTC melanggar dua dari empat paten yang tersisa. Sebuah keputusan akhir kasus itu pada 6 Desember nanti. Apple telah mengajukan gugatan terhadap HTC paralel di pengadilan di Delaware.

Menurut laporan dari Bloomberg BusinessWeek, Google sendiri kini telah mengubah proses persetujuan dan pembatasan perangkat untuk menggunakan Android. Perusahan yang menginginkan versi terbaru Android akan membutuhkan persetujuan dari apa yang akan mereka kerjakan pada platform tersebut. Google Andoid Inc. Di bawah CEO Andy Rubin berusaha memperketat dan menegakkan klausul non-fragmentation, membatasi hal-hal yang berkait kustomisasi interface dan bagaimana produsen bermitra dengan layanan dari platform lain seperti facebook atau Microsoft. Namun belum begitu jelas regulasi yang akan diterapkan ke depan. Namun OS Android yang berasal dari platform open source Linux yang sukses bersaing dengan platform propietary harusnya tidak mengikis semangat komunitas. Meski diakui Google memberi kontribusi sangat besar terhadap OS Android. Semoga Google tidak berubah menjadi seperti Apple atau Microsoft yang berusaha berebut pangsa pasar dengan rakus dan monopoli yang bersekongkol dengan kekuatan politik dunia.

Makin Produktif Ngeblog dengan Android

24 Apr

Bukan promosi android namun sekedar sharing pengalaman pribadi. Sebelumnya aku menulis postingan di laptop baru ditransfer ke Blackberry Gemini lalu diupload. Aktivitas yang kurang memuaskan sehingga sering menyambangi warnet ke kecamatan yang berjarak 15 km dari tempat pemukiman. Ini salah satu kendalaku dalam ngeblog baik lewat situs wordpress maupun kompasiana, apalagi kalo baca-baca postingan teman, lambat sekali. Karena akses satu-satunya adalah lewat internet gprs yang towernya B TS ada di daerah kecamatan. Maklum pedalaman Kalimantan yang jauh dari gambaran metropolis denagn akses transportasi dan komunikasi yang terbatas. Kekuatan sinyal BTS tinggal 1-2 balok saja di pemukiman, belum lagi jika cuaca buruk lebih susah lagi mendapatkan sinyal. Strategi awal aku pasang modem yang diperpanjang dengan dua atau tiga kabel extender USB supaya bisa menangkap sinyal yang stabil. Jika lebih dari tiga kabel modem tidak terdeteksi karena tegangan kabel drop. Koneksi pun tidak stabil, kalau putus koneksi halaman yang dibuka jadi hilang semua terus diconect manual. Sejak pertengahan tahun kemarin lagi gencar-gencarnya perkembangan awal teknologi android dalam bentuk handphone menyodok ke atas bersaing dengan Iphone dan Blackberry di kelas smartphone. Iphone tidak masuk kalkulasi karena begitu mahalnya dan tidak lebih bagus untuk penggunaan sehari-hari dari Blackberry seri  Gemini yang aku dapat seharga 2,8 juta. Ponsel Gemini hampir setahun dipakai, terbatas pada handheld itu sendiri. Transfer data via bluetooth tidak lancar, kurang kompatibel dengan laptop Acer. Setelah puluhan kali berpikir dan menimbang akhirnya aku putuskan untuk membeli ponsel android yang kelas menengah. Pada bulan kedua tahun ini ada seorang teman yang berangkat ke ibukota, aku pun titip dia ponsel android merek Korea yang baru dirilis seharga 2,9 juta. Dua minggu kemudian di balik ke pemukiman, langsung ponsel tersebut saya otak-atik settingannya dan coba-coba. Sudah 2 bulan diperguanakan sungguh sangat memuaskan. Ponsel android saya set sebagai access point wifi dan portable hotspot, ditaruh di atas jendela untuk menangkap sinyal yang stabil. Daya tangkap sinyal GSM memuaskan, lebih bagus dari modem dan jika kehilangan sinyal sejenak secara otomatis kontak kembali ketika sinyal kembali muncul. Benar-benar memuaskan bagi orang yang miskin sinyal dan terisolir, bisa kembali membuka jendela dunia. Fungsi push emailnya seperti Blackberry khusus untuk account Gmail, terasa memakai sms meski masih kalah dengan BB yang bisa menghandle bermacam-macam account email. Tapi kalau emailnya bisa dikonsentrasikan di Gmail maka tidak perlu BB  lagi. Berkat ponsel android makin produktif ngeblog menyalurkan hobi menulis. Meski sekarang lagi rame berita BB Playbook, tidak tertarik. Habis katanya Playbook masih perlu ponsel BB sebagai thetering. Aku sudah pakai ponsel android untuk thetering dengan laptopku. Satu kelemahan yang ponsel android ini adalah borosnya pemakaian daya batere. Selebihnya oke saja. Kondisi terisolir tersebut  masih jauh lebih bagus dibanding sebelum 2008 dimana aku harus pergi ke kota kabupaten sejauh hampir 100 km dengan kondisi jalan yang rusak berat untuk merasakan sinyal telekomunikasi seluler. Alhamdulillah…

Mid Class andal: Samsung Galaxy Ace

6 Mar

Samsung Galaxy Ace (S5830) dalam rentang sebulan ini telah diluncurkan bersama the mighty 4 dari samsung untuk pangsa pasar middle low dari kelas smartphone berbasis android. Sejak bulan November tahun lalu sebenarnya aku ngebet untuk beli hp android, terus menerus berpikir mana yang terbaik dari segi harga dan performa. Maklum berpfrofesi sebagai buruh pabrik, aku harus berpikir tidak sekedar ya atau tidak. Seminggu lalu akhirnya aku putuskan pilih Samsung Galaxy Ace dengan titip seorang kawan yang berangkat ke ibukota, di ITC Cempakamas. Dapet 2,96 jeti, meski aku yakin dalam tempo 3 bulan pasti akan mendekati harga 2 juta. Galaxy Ace merupakan ponsel Android kelas menengah yang diusung Samsung sebagai penerus Galaxy Spica yang sukses di waktu yang lalu. Sebagai android kelas menengah, Ace menawarkan spesifikasi yang menarik, kecepatan prosesor 800 MHz tergolong tinggi untuk kecepatan rata-rata device android di kelas menengah. Sebagai catatan Galaxy S sebagai flagship samsung di kelas premium mengusung prosesor 1GHz Hummingbird. Ponsel Ace secara default terpasang Android versi 2.2.1 (Froyo dengan update terbaru) yg tentunya semakin membuat performa ponsel ini naik & optimal. Ditambah lagi dengan adanya GPU Adreno 200 yang menangani proses-proses yang berkaitan dengan grafis dan game, menjadikan prosesor tidak terbebani saat menjalankan game, membuat pengalaman memainkan game 3D di Galaxy Ace menjadi semakin menyenangkan. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: