Tag Archives: samarinda

Kue Durian Samarinda

23 Jan

image

Beberapa kali berkunjung ke kota Samarinda, aku merasa heran tatkala melintasi jalan utama yang menuju jembatan Mahakam. Banyak sekali orang berjualan kue, ada yang memakai city car dan MPV menjajakan kue yang bergenre sama : kue durian. Tidak tertarik membeli karena memang belum pernah mencicipi. Beberapa hari yang lalu ada aku kembali melakukan perjalanan ke kota Samarinda. Istri tercinta meminta oleh-oleh khas dari sana. Di daerah Batuah dekat Samarinda Seberang muncul banyak lapak penjual buah durian. Berarti saat ini tengah musim durian, salah satu jenis buah- buahan yang jarang ane santap. Saat perjalanan balik mendekati jembatan Mahakam, kembali bertemu penjaja kue durian di sepanjang kiri jalan. Kami berhenti sejenak menghampiri seorang ibu setengah baya yang menjaga lapak kue durian. Tidak banyak menawar, aku menebus dua kotak kue durian dengan selembar uang kertas. Di daerah Batuah kembali kami berhenti sejenak di depan kedai buah durian. Sebuah durian terpilih untuk dibelah ditempat, jenis durian mentega. Rasanya mantap sanggup mengusir penat dan pening di kepala akibat mabuk perjalanan. Berkendara lanjut setengah hari hingga tiba kembali di pesisir Paser. Esok hari kubuka sekotak kue durian..hmm…sepotong kue sudah terkunyah. Rasa lapis duriannya benar-benar terasa sebagai buah durian. Jadi ingat lempok Palu yang benar-benar terasa duriannya. Entar kalau ke kota Samarinda aku akan bawa lagi oleh-oleh kue durian.

image

Soto Ceker Samarinda

17 Okt

image

Kemarin seharian berada di Samarinda untuk review management. Baru dua kali ini aku menyambangi ibukota Kalimantan Timur ini. Untuk pertama kali dalam 3 bulan terakhir, aku mengalami diguyur hujan lebat. Ini karunia ilahi di tengah kemarau panjang diselimuti kabut asap yang menyengat. Di luar dugaan, aku bertemu dengan teman kuliah yang sudah lama tidak bertemu di Aston.Terakhir bertemu tahun 2002 sebelum dia lulus duluan, jadi sudah 12 tahun tidak pernah ketemu. Tapi dia masih ingat aku dan aku pun masih ingat. Dia adalah “kodok”, panggilan akrabnya. Kini bekerja di Trakindo, sudah manager dia, tinggal di Balikpapan. Aku berharap bisa menyambanginya nanti.

image

Tatkala malam beranjak larut, aku pulang kembali mengarah ke selatan. Mampir dulu sebentar mencari makan malam. Berhenti di depan warteg soto kikil dan ceker, Jl. Pangeran Antasari Samarinda. Memesan menu soto ceker, bagiku ini sepertinya belum pernah makan masakan ini. Setelah mencicipi, rasanya memang mantap, segar khas soto lamongan. Namun yummy karena ada ceker rebusnya, kenyal-kenyal nikmat. Sangat recommended untuk kategori soto ceker.

Shared from Google Keep

%d blogger menyukai ini: