Tag Archives: kesultanan paser

Kedai Es Degan Gula Aren

30 Sep

image

Andai anda bertamasya ke sekitaran Pasir Belengkong dengan tema utama tentunya situs peninggalan Kerajaan Sadurengas atau Kesultanan Paser, tentu tidak afdol bila tidak mencicipi cita rasa makanan tradisional. Sehabis berkunjung ke situs sejarah tersebut, saatnya mengisi perut ketika siang mulai beranjak. Ada satu warung makan tradisional dekat situs tersebut yang entah kenapa paling ramai dikunjungi pelanggan. Padahal ada beberapa warung makan serupa di sepanjang jalan raya Pasir Belengkong. Lokasinya kira-kira 300 meter ke arah timur Pemakaman Raja-raja Paser Balengkong, warung makan ini tidak memiliki nama. Sebagian atapnya terbuat dari daun nipah dengan 2 bangunan tambahan, rindang di bawah pepohonan. Warung makan yang cukup luas dengan menu khas kalimantan seperti buras, lemper, tape ketan, nasi kuning, es degan, dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

Iklan

Keraton Kesultanan Paser atau Kerajaan Sadurengas

27 Agu

image

Situs istana kerajaan jaman dulu ini terletak di pingging sungai Kandilo, tidak jauh dari Tanah Grogot, ibukota kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Tepatnya di kecamatan Pasir Belengkong, sekitar 300 meter dari jembatan Kandilo, jembatan jalan utama penghubung Tanah Grogot-Batulicin. Berdampingan dengan masjid kesultanan, terbuat dari bahan kayu bermutu tinggi. Kayu merupakan kekayaan yang melimpah di wilayah ini dulunya.

image

Istana Kesultanan Paser di tahun 2013

image

Istana Kesultanan Paser pada tahun 1925

Potret istana Kesultanan Paser pada 2 jaman yang berbeda. Pepohonan kelapa sekitar istana sudah tidak ada, padat dengan perumahan penduduk.

image

Keraton Kesultanan Paser sekarang telah menjadi Museum Sadurengas dan dipugar pada tahun 2008. Museum Sadurengas menempati bangunan bekas rumah salah satu Sultan Paser, yaitu Aji Tenggara (1844-1873). Pada awal abad ke-19 bangunan ini menjadi Istana Sultan Ibrahim Khaliludin. Bangunannya membentuk rumah panggung yang dalam bahasa Paser disebut ‘Kuta Imam Duyu Kina Lenja’ yang berarti rumah kediaman pemimpin yang bertingkat. Keraton kesultanan Paser menghadap ke barat ke arah tepi sungai Kandilo yang menjadi urat nadi transportasi umum di jaman keemasannya.

Baca lebih lanjut

Legenda Putri Petung

18 Agu

image

Putri Petung adalah mitologi penduduk Paser (Kalimantan Timur) yang diyakini sebagai pemimpin atau ratu pertama kerajaan Sadurengas. Konon di daerah Paser penduduknya masih sederhana kehidupannya. Belum memiliki tata aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Keadaan penduduk tidak tentram tidak menentu, saling silang tikai. Dan disebabkan karena belum adanya pemimpin atau belum ditemukannya seorang yang dapat dijadikan pemimpin mereka. Di situlah banyak masyarakat yang sering terjadi pertikaian kesalahpahaman dan pembunuhan yang tidak bisa terelakkan. Dan masyarakat sering berpindah ladang dan pindah tempat, tidak ada kepastian dalam kehidupan. Masyarakat berburu hewan untuk dimakan bersama keluarga dan dibagi rata dengan teman-temannya. Ditengah kehidupan yang sarat pertikaian dan pertentangan, muncul lah dua orang yang oleh masyarakat tidak diketahui asal-usulnya. Pastinya, kedua orang tua itu bukan masyarakat atau orang yang berada di lingkungan mereka. Kedua orang itu memperkenal diri sebagai Tumindong Doyong yang tua berambut putih memegang kerbau berwarna putih dan satunya lagi sebagai Tumindong Tau Keo. Mulailah kedua orang itu beradaptasi dengan semua masyarakat yang ada di sekitar lingkungan tersebut. Setelah melihat kondisi masyarakat yang serba tidak teratur maka kedua orangtua tadi mencoba memberikan nasehat-nasehat dalam menata kehidupan yang lebih baik. Masyarakat setempat setelah mendengar nasehat terutama dari Tumindong Doyong  yang lebih mereka kenal dengan gelar Kaka Ukup yang artinya orangtua penunggang kerbau yang bernama Ukup, mereka berunding sesuai dengan ilmu yang mereka peroleh dari nasehat tersebut agar Tumindong Doyong atau Kaka Ukup  (ada juga ejaan Kakah Ukop) bersedia menjadi pemimpin mereka dan Tumindong Tau Keo sebagai wakilnya. Namun oleh keduanya usulan tersebut ditolak dengan mengatakan mereka tidak pantas karena memang bukan keturunan raja. Meskipun demikian mereka akan memfasilitasi keinginan masyarakat Paser untuk memiliki pemimpin atau raja. Kaka Ukup kemudian mengajak sekelompok masyarakat untuk berlayar menuju ke pinggir langit untuk mencari orang yang pantas menjadi raja Paser.

Baca lebih lanjut

Gambar

Keraton Sadurengas

10 Agu

image

image

image

image

Baca lebih lanjut

Gambar

Masjid Keraton Sadurengas

10 Agu
image

Masjid Jami Nurul Ibadah.

image

Halaman samping masjid.

image

Pintu utama masjid.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: