Kontrol Digital Kamera via Ponsel

3 Agu

Kamera SLR di dekade terakhir mengalami evolusi besar seiring dengan perkembangan teknologi digital. Aku masih ingat ketika masih SMP, memakai kamera saku dengan negatif film. Beli 1 rol ASA 400,merk fujifilmyang berisi 34-36 klise di toko perlengkapan kamera. Toko tersebut hanya ada di kota kecamatan saja. Setelah satu rol habis, kembali balik ke toko itu untuk mencuci negatif film. Di rumah mengecek hasil cuci klise dan memilah mana yang cocok untum dicetak ukuran postcard. Menunggu lagi 2-3 hari hingga foto bisa diambil. Sampai di rumah, hasil cetak foto disimpan di album foto. Memiliki kamera saku saat masih terasa mewah. Masih jarang orang yang memiliki. Terlebih melihat fotografer yang menenteng kamera SLR dengan gears yang panjang dan besar. Woow keren sekali, lensa tele panjang dan lampu flash besar. Memotret obyek model yang cantik dan seksi. Image itu yang selalu melekat di benakku. Dan itu tidak melesat hingga kini jika melihat kehidupan fotografer senior Darwis Triadi. Kini dengan kemajuan teknologi digital menjadikan fotografi berubah sebagai hobi yang sangat terjangkau. Sekarang sangat susah melihat orang memakai kamera SLR karena negatif film sendiri juga sudah sulit dicari. Umumnya yang ada kamera DSLR, kamera saku juga kamera digital. Bahkan hampir semua hape dari feature phone hingga smart phone dilengkali kamera digital. Teknologi kontrol kamera semakin mengarah ke integrasi dengan smart phone. Dulu kamera DSLR hanya dilengkali dengan wired remote release. Kemudian berkembang ke wireless remote release via infrared. Semakin dalam integrasi dengan ponsel cerdas via koneksi wifi. Dulu sekedar transfer foto dari kamera komputer. Kemudian remote release via wifi, sharing foto ke media sosial. Terbaru remote control kamera via wifi seperti settingan kamera, digital view finder, dan juga remote release. Aku lihat yang agresif mengintegrasikan kamera dengan ponsel cerdas adalah Samsung lewat produk kamera digital seri NX. Integrasi tidak sekedar ke hape Samsung Galaxy, bisa diinstal di semua hape android dan iphone. Canon juga berusaha mengikuti tren integrasi smartphone dengan piranti lunak Canon EOS. Namun update tidak secepat Samsung, Canon EOS Remote versi Android pembaharuannya terakhir tahun 2013. Itu pun terbatas untuk Canon EOS 6D, EOS 70 dan EOS M2. Kinerjanya juga masih perlu ditingkatkan untuk mengurangi lag instruksi dari ponsel terhadap kamera. Ke depannya semua kamera digital kayaknya bakal mengadopsi integrasi penuh dengan ponsel cerdas mengingat semakin dominanmya ponsel di dalam kehidupan manusia.

Shared from Google Keep

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: