Tag Archives: putri betung

Legenda Putri Petung

18 Agu

image

Putri Petung adalah mitologi penduduk Paser (Kalimantan Timur) yang diyakini sebagai pemimpin atau ratu pertama kerajaan Sadurengas. Konon di daerah Paser penduduknya masih sederhana kehidupannya. Belum memiliki tata aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Keadaan penduduk tidak tentram tidak menentu, saling silang tikai. Dan disebabkan karena belum adanya pemimpin atau belum ditemukannya seorang yang dapat dijadikan pemimpin mereka. Di situlah banyak masyarakat yang sering terjadi pertikaian kesalahpahaman dan pembunuhan yang tidak bisa terelakkan. Dan masyarakat sering berpindah ladang dan pindah tempat, tidak ada kepastian dalam kehidupan. Masyarakat berburu hewan untuk dimakan bersama keluarga dan dibagi rata dengan teman-temannya. Ditengah kehidupan yang sarat pertikaian dan pertentangan, muncul lah dua orang yang oleh masyarakat tidak diketahui asal-usulnya. Pastinya, kedua orang tua itu bukan masyarakat atau orang yang berada di lingkungan mereka. Kedua orang itu memperkenal diri sebagai Tumindong Doyong yang tua berambut putih memegang kerbau berwarna putih dan satunya lagi sebagai Tumindong Tau Keo. Mulailah kedua orang itu beradaptasi dengan semua masyarakat yang ada di sekitar lingkungan tersebut. Setelah melihat kondisi masyarakat yang serba tidak teratur maka kedua orangtua tadi mencoba memberikan nasehat-nasehat dalam menata kehidupan yang lebih baik. Masyarakat setempat setelah mendengar nasehat terutama dari Tumindong Doyong  yang lebih mereka kenal dengan gelar Kaka Ukup yang artinya orangtua penunggang kerbau yang bernama Ukup, mereka berunding sesuai dengan ilmu yang mereka peroleh dari nasehat tersebut agar Tumindong Doyong atau Kaka Ukup  (ada juga ejaan Kakah Ukop) bersedia menjadi pemimpin mereka dan Tumindong Tau Keo sebagai wakilnya. Namun oleh keduanya usulan tersebut ditolak dengan mengatakan mereka tidak pantas karena memang bukan keturunan raja. Meskipun demikian mereka akan memfasilitasi keinginan masyarakat Paser untuk memiliki pemimpin atau raja. Kaka Ukup kemudian mengajak sekelompok masyarakat untuk berlayar menuju ke pinggir langit untuk mencari orang yang pantas menjadi raja Paser.

Baca lebih lanjut

Iklan
%d blogger menyukai ini: