Tag Archives: preventive maintenance

Total Productive Maintenance

17 Apr

TPM (Total Productive Maintenance) merupakan upaya sebuah perusahan yang didasarkan kerja sama kelompok yang luas untuk membangun kualitas dan meningkatkan efektivitas semua peralatan. Total:  semua pekerja terlibat; bertujuan menghilangkan semua kecelakaan, cacat produk, dan breakdown. Productive: dilaksanakan meskipun dalam proses produksi; meminimalkan masalah Maintenance: dijaga dalam kondisis bagus; perbaikan, pembersihan dan pelumasan. TPM mengkombinasikan praktik preventive maintenance tradisional amerika dengan total quality control dan total employee involment, untuk menciptakan budaya di mana operator mengembangkan rasa memiliki terhadap alat dan menjadi rekan sepenuhnya maintenance, engineering dan manajemen untuk menjamin alat beroperasi dengan baik tiap hari. Sejumlah konsep umum TQM tidak berjalan dengan baik di dalam lingkungan maintenance. Keperluan untuk mendapatkan yang lebih dari pada preventive maintenance diketahui dengan cepat oleh perusahaan yang melaksanakan TQM.  
Prinsip-prinsip TPM:
– Meningkatkan efektivitas semua peralatan
– Memperbaiki system perawatan terencana
– Operator merupakan monitor keadaan yang terbaik
– Menyediakan pelatihan untuk meningkatkan skill pengoperasian dan perawatan
– Melibatkan semua orang dan memanfaatkan kerja sama team lintas fungsi yang bersifat perawatan mandiri.

Baca lebih lanjut

Iklan

Preventive Maintenance Flexible Coupling

20 Des

Coupling memiliki dua fungsi utama yakni pertama meneruskan daya untuk ditransmisikan dari sistem sebelum coupling menuju sistem setelah coupling. Kedua sebagai pengaman terhadap beban berlebih, jika muncul beban berlebih dari sistem setelah coupling maka coupling akan mengalami kegagalan fungsi sehingga beban berlebih tersebut tidak sampai menimpa sistem sebelum coupling. Namun demikian, secara periodik perlu dilakukan perawatan dan pengecekan supaya coupling tidak mengalami kegagalan di luar fungsi utamanya tersebut. Kegagalan yang tidak seharusnya. Sumber utama kegagalan tidak lazim adalah aus yang disebabkan oleh misalignment dan unbalance. Faktor lainnya adalah aus yang disebabkan bantalan karet peredam sudah habis sehingga muncul gesekan langsung metel dengan metal. Alignment coupling bertitik tolak dari shaft drive dan driven coupling. Periksa dudukan gearbox dan dudukan electromotor. Sesuaikan kelurusan vertikal maupun horizontal. Unbalance bisa ditimbulkan oleh keausan persinggungan metal coupling uang disebabkan tiadanya bantalan karet atau rubber bush. Cepatnya bantalan bush aus bisa disebabkan karena misalignment tadi. Salah metode alignment shaft yang cepat dan tepat adalah memakai shaft alignment tool yang memang berharga mahal. Penulis sendiri sangat mendambakan peralatan semacam ini. Bagaimana pendapat anda.

Posted from WordPress for BlackBerry.

%d blogger menyukai ini: