Tag Archives: pesawat turboprop

Super Tucano, Prospek Pesawat Tempur Ringan Kontra-Gerilya

23 Agu
Embraer EMB-314 Super Tucano (www.airforce-technology.com)

Konflik asimetris dan kontra-gerilya ternyata masih menjadi bagian dalam peperangan modearn baik negara superpower maupun Indonesia. Sejak 1975, AU Indonesia memanfaatkan pesawat turbo-prop buatan pabrikan AS, North American Rockwell, OV-10F Bronco dalam fungsi anti-gerilya atau COIN (Counter-Insurgency). Pesawat tempur turbo-prop tersebut banyak berperan dalam kancah perang Vietnam baik sebagai light ground attack, observasi, dan FAC (Forward Air Controller). Namun perannya dalam perang Vietnam dengan cepat segera digantikan pesawat turbo-jet serang darat atau CAS (Close Air Support) A-4 Skyhawk, A-6 Intruder, dan A-7 Corsair II. Survivability pesawat turbo-prop yang jelek dalam perang Vietnam di tengah lahirnya generasi baru senjata anti-pesawat jenis panggul (MANPADS) SA-7 Strela dan kehadiran situs-situs SAM. Namun dengan berakhirnya perang Vietnam, OV-10 Bronco masih banyak dipakai negara-negara berkembang seperti Venezuela, Thailand, Filipina, dan Indonesia untuk menghadapi perlawanan gerilya dalam konflik internal. Seiring semakin uzurnya usia-pakai mainframe pesawat, akhirnya Bronco resmi di-grounded dan masuk museum. Selesai sudah peran pesawat tempur turbo-prop legendaris ini yang banyak berkiprah di Indonesia dalam konflik Timor-Timur (Timor Leste) dan Aceh.

Peranan sebuah pesawat turbo-prop dengan fungsi serang ringan sebagai pesawat COIN dirasa masih sangat diperlukan oleh negara-negara berkembang. Meski peran pesawat ini sudah dihapus oleh negara maju seperti NATO dan Rusia yang mengalihkan ke jenis pesawat turbojet dan turbofan.Korps Marinir AS terakhir memakai  Bronco tahun 1995, Indonesia meng-grounded Bronco pada 2007. Akhirnya pada akhir tahun 2010 pemerintah Indonesia memutuskan mengorder satu skuadron penuh 16 unit pesawat tempur ringan turboprop dari pabrikan Brasil, Embraer dengan tipe EMB-314 Super Tucano. Pesawat memiliki 5 hardpoint di sayap dan fuselage, kokpit modern dilengkapi glass-cockpit display, mesin 1 unit Pratt & Whitney PT6A-68C berdaya 1600 HP, pengindera malam AN/AAQ-22 Safire. Daya mesin super tucano memang terbesar di kelasnya, mampu membawa amunisi berbagai kaliber dan beberapa jenis misil.  Super Tucano melejit namanya setelah menuai sukses di tangan AU Kolombia yang berhasil menewaskan Raul Reyes, orang kedua dalam organisasi pemberontak FARC dalam suatu serangan udara lintas perbatasan Operasi Phoenix pada 2008. Aksi ini mendapat respon protes keras pemerintah Venezuela. Super Tucano dan seri sebelumnya sudah dioperasikan sejumlah AU Amerika Latin seperti Brazil, Kolombia, Peru, Ekuador, dan Chile. Venezuela sendiri berminat mengorder Super Tucano tapi diblokir oleh pemerintah AS. Memang pesawat ini banyak memiliki kandungan suku cadang buatan pabrikan AS sehingga Venezuela mengalihkannya ke pembelian heli serang buatan Rusia Mi-28N Havoc, sebuah heli serang pengembangan dari Mi-24/35.

Pergeseran paradigma di lapangan saat ini mulai mengikis keraguan AS terhadap peran pesawat tempur ringan turbo-prop. Semenjak pabrikan OV-10 berhenti produksi, praktis AS tidak memiliki pabrik yang memproduksi pesawat turbo-prop COIN. Militer AS menitikberatkan operasi COIN pada serangan  udara CAS dari pesawat turbojet dan turbofan serta UAV yang ditopang superioritas piranti IRS (Inteligence, Reconnaisance, Surveillance) dengan pergerakan pasukan darat yang dibantu pasukan lokal. Doktrin tersebut Baca lebih lanjut

Iklan
%d blogger menyukai ini: