Tag Archives: pemipilan

Threshing atau Pemipilan

11 Apr

image

Pemrosesan buah sawit di dalam pabrik pengolahan sawit berlanjut dari stasiun Sterilizer ke Stasiun Threshing. Pada sistem layout tertentu, antara threshing station dan sterilizer station masih ada station lagi yang disebut dengan chainman station atau tipping station. Jadi buah dari sterilizer station dan atau tipping station masuk ke dalam autofeeder di station threshing.

Autofeeder
Autofeeder adalah alat scrapper conveyor yang mengatur pemasukan buah yang akan ditebah di threser. Kecepatan autofeeder dapat diatur sesuai dengan kecepatan alat selanjutnya. Autofeeder ini digerakkan oleh gearmotor variable speed dengan rasio yang besar. Dalam pengoperasiannya ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan : 1. Kecepatan / perputaran auto feeder harus di-setting sesuai dengan kapasitas pabrik dan thresher.
2. Benda asing yang terikut dengan buah harus di buang.
3. Berondolan yang terjatuh di kawasan hopper harus dikutip dan masukkan ke thresher.
Autofeeder tidak boleh diisi secara berlebihan sesuai kapasitas volume dan tonase.

Thresher
Adalah alat yang berfungsi untuk  memisahkan butir-butir buah dari  tandan.dengan cara membanting dalam drum yang berputar. Thresher terdiri dari sebuah drum berdiameter 200 cm dan panjang 590 cm yang sisinya terbentuk dari kisi-kisi dengan jarak tertentu, dan dilengkapi dengan sirip untuk mengangkat janjangan dan membawanya ke ujung drum.  Alat ini digerakkan oleh electromotor. Dalam pengoperasiannya ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan :
1. Penebah harus diisi dengan optimal tetapi jangan terlalu penuh.
2. Kecepatan berputar penebah harus konstan 23-24 rpm.
3. Autofeeder harus dikosongkan setiap selesai proses.
Di thresher, losses yang dapat terjadi adalah munculnya USB yaitu pembrondolan buah yang tidak sempurna dari tandannya. Penyebab dari munculnya USB adalah :
a) Mutu dari buah yang tidak baik, yaitu banyak buah yang mentah.
b) Proses perebusan yang kurang sempurna, hal ini dapat terjadi karena waktu perebusan yang kurang lama atau karena kurangnya steam.
c) Pengumpanan buah ke thresher yang terlalu banyak.
d) Putaran dari thresher yang terlalu cepat atau terlalu lambat.
Langkah yang diambil untuk mengatasi hal ini yaitu dengan memperbaiki hal-hal di atas dan USB yang muncul sedapat mungkin dikutip untuk dapat direbus kembali atau dengan metode rethreshing. Dengan memakai metode rethreshing maka secara otomatis efisiensi recycling janjang USB adalah seratus persen.

Baca lebih lanjut

Iklan
%d blogger menyukai ini: