Tag Archives: paser

Angsle, Bubur Campursari Khas Jawa Timur

4 Agu
image

Angsle K5 Tepian Kandilo

Di tepian sungai Kandilo, Tanahgrogot, banyak sekali penjual kaki lima berjualan berbagai jenis makanan di malam hari. Bahkan kini bertambah ramai dengan penjual batu akik. Suatu malam Minggu, aku mengantar anak-anak ke taman bermain tepian Kandilo untuk beli kembang api. Ada gerai kaki lima yang membetot perhatianku, tampaknya baru, makanan angsle. Sebuah jenis bubur ketan dan kacang hijau dicampur dengan beberapa jenis isian. seperti roti tawar, butiran mutiara sagu, dengan adonan santan kelapa yg encer dan aroma jahe. Disajikan hangat di dalaam wadah mangkuk,teringat ronde jadinya. Angsle merupakan makanan khas Jawa Timur, banyak dijual di daerah eks Karesidenan Kediri seperti Blitar, Trenggalek, dan Tulungagung. Dulu sewaktu masih di kampung halaman masih jarang bertemu penjual angsle. Begitu berjumpa di Tanahgrogot, langsung deh aku samperin makan seporsi. Rasanya asli angsle, dengan tektur dominan ketan putih, ketan hitam, kacang hijau, dan aroma jahe. Top markotop, recomended. Namun menurutku citarasa jahe masih kurang kuat, perlu dinaikkan sedikit. Makann semangkuk langsung kenyang, seporsi banyak betul isinya. Makan angsle sambil bernostalgia, mengingaat-ingat masa lalu…

image

Angsle

Iklan

Goa Losan

30 Apr
image

Goa Losan

Beberapa hari yang lalu aku ada sempat jalan melewati goa losan, sebuah goa yang berada di Batu Butok kecamatan Muara Komam. Tepat siang hari saat berkendara dari Tanjung ke Tanah Grogot. Sudah pernah beberapa kali melewati Batu Butok menimbulkan penasaran tentang Goa Losan. Goa tersebut terletak di atas bukit yang terjal tipe perbukitan tanah kapur, jenis tanah yang secara alami menjadi habitat gua. Untuk mencapai mulut gua, kita harus mendaki anak tangga yang terjal. Lumayan membuat nafas terengah-engah, perlu istirahat sejenak setelah mencapi puncak anak tangga di depan mulut gua. Dari situ bisa memandang lembah dan sungai yang terhampar di depan gua. Meskipun tidak ada pengunjung yang lain, aku memberanikan masuk ke dalam gua. Tidak jauh masuk dari mulut gua, lorong terbagi dua, ke arah kiri dan kanan. Lorong ke kiri lebih menurun sedangkan lorong ke kanan lebih mendatar. Aku mencoba untuk menyusuri lorong sebelah kiri. Kondisi sudah gelap gulita, tidak ada seberkas cahaya sama sekali. Sebenarnya ada kabel listrik lampu penerangan dengan sejumlah titik lampu namun listrik tidak menyala. Aku menyusuri lorong gua dengan mengandalkan lampu flash ponsel. Cukup jauh masuk ke dalam, sekitar delapan puluh meter. Berhenti di ujung terakhir kabel listrik lampu. Tidak berani lebih jauh lagi karena cuma seorang diri, khawatir tersesat di labirin gua. Aku bergerak balik untuk menyusuri lorong sebelah kanan. Di bagian ini rata-rata lorongnya lebih besar dan cenderung datar. Sampai ujung kabel listrik terakhir pun masih ada kelelawar. Padahal di lorong kiri di ujung kabel listrik sudah tidak ada kelelawar. Mungkin karena curam menurun ke bawah, kelelawar tidak betah dengan keadaan semacam itu.
Puas menyusuri lorong gua, aku beranjak keluar gua. Berdiri di depan mulut gua sambil memandang jauh ke kelokan sungai dan lembah. Pemandangan cukup asri dan sejuk. Tapi sayang kondisi obyek wisata Goa Losan sudah memprihatinkan. Sampah bekas makanan dan minuman mulai berserak baik di anak tangga, mulut gua, bahkan di dalam lorong gua. Sungguh di sayangkan kebiasaan pengunjung membuang sampah sembarang masih melekat. Perlu dipoles dan ditata lebih jauh. Di bawah gua di pinggir jalan raya sudah berdiri sejumlah warung makanan dan sebuah toilet umum. Ini sudah merupakan kredit poin tersendiri dalam membentuk komunitas fisik. Ditambah skema promosi pasti bakal tokcer. Bagaimana pendapat anda.

image

Mulut Goa

image

View Landscape

image

Pemandangan di Dalam Goa Lorong Kiri.

image

Pemandangan di Dalam Goa Lorong Kanan.

Bayar Pajak di Samsat Lagi

23 Apr

Untuk edisi perdana aku membayar pajak sepeda motor di Samsat kabupaten Paser. Sebelumnya sudah bersiap dengan fotokopi KTP dan BPKP dua lembar juga fotokopi STNK. Karena masih kagok, merasa asing, aku tidak langsung masuk. Bertanya kepada seorang pria yang sepertinya tengah menunggu cek fisik sepeda motor. Dia berkata bahwa ada petugas di pintu masuk depan yang akan melayani. Aku pun bergegas ke sana dan betul, ada seorang petugas di depan pintu masuk ruangan, tampak sebagai seorang resepsionis. Dia menanyakan keperluanku. Aku menjawab untuk membayar pajak sepeda motor. Dia mengeluarkan sebuah map putih dan memeriksa salinan dokumenku. Padahal sudah kusiapkan map kertas dengan warna yang sama waktu dulu membayar pajak di Samsat Pangkalan Bun. Lain tata caranya ternyata. Dinyatakan dokumenku sudah OK, aku disuruh masuk menuju loket nomer 4 dan diberi nomer antrian yg diprint. Cetakan nomer antrian mirip seperti bank atau di parkiran Hypermart. Hebat, aku sangat salut atas pelayanan Samsat Grogot dimulai dari pintu masuk. Begitu masuk, semua bangku tempat duduk antrian terbuat dari pelat logam krom, lagi-lagi seperti di bank. Aku amat sekeliling, ruangan antrian pelayanan Samsat dilengkapi dengan 2 AC split di dinding, posisi aktif. Ada juga 2 unit AC tower, 1 sudah terinstal 1 lagi masih terbungkus plastik belum terinstal. Aku acungi jempol lagi karena tidak lagi pakai kipas angin. Antriannya juga tidak lama, sayangnya mengkalibrasi. Kerennya lagi tertera di dinding standart pelayanan samsat. Untuk membayar pajak tahunan standartnya adalah 15 menit. Salut, pantas mendapat acungan dua jempol untuk Samasat Grogot. Terasa bahwa aparat pemerintahan memang berniat melayani warga negara yang taat membayar pajak. Mudah-mudahan bisa ditiru oleh samsat di kabupaten yang lain. Entar kalau ada pengalaman samsat kabupaten lainnya yang lebih bagus, akan aku ceritakan. Bagaimana dengan pengalaman anda.

Rumah Makan Royan99

27 Des

image

Kemarin aku turun ke kota Grogot, mengambil barang dan spare part. Sampai di kota tengah hari lewat. Waktu yang tepat untuk mengisi bahan bakar manusia alias makan siang. Setelah diskusi singkat dengan rekan, diputuskan makan siang di rumah makan Royan99. Ini warung makan kelas menengah di kota, terletak di Jl. Hasaanudin. Kali ini merupakan yang kedua aku makan di tempat tersebut. Ekterior dan interior didominasi warna merah, cukup bersih dan nyaman. Menu yang menonjol kayaknya semacam KFC tapi aku memilih ayam kampung bakar dan jus buah naga.  Cita rasanya standart, memang bukan yang wah. Khas warung makan kelas menengah. Tapi memang bersih dan rapi, lapang/cukup luas di dalam.

image

Pasar Ramadhan Tanah Grogot

7 Jul
Pasar Ramadhan

Pasar Ramadhan

Suatu sore yang mendung dan gerimis, berkunjung ke kota di pekan mula bulan Ramadhan. Ketemu pasar Ramadhan, yang ternyata sudah disiapkan jauh hari oleh pemkab. Tenda-tenda sudah disiapkan bulan kemarin di lapangan baru yang di cor, tidak jauh dari plasa Kandilo. Menurutku lebih permanen dari pada pasar Ramadhan di Pangkalanbun yang beberapa kali pindah lokasi. Sangat bagus dijadikan event kalender tahunan, menggerakkan ekonomi mikro. Meskipun diguyur hujan kecil, tidak menyurutkan langkah belanja makanan buat buka puasa. Sambil berkeliling melihat-lihat produk yang dijajakan, sekali putaran.

%d blogger menyukai ini: