Tag Archives: pabrik kelapa sawit

Pengolahan Biji

13 Apr

Dari stasiun press (pressing station), cake (keluaran mesin press) yang dipindahkan oleh CBC menuju depericarper di stasiun pengolahan biji dan inti. Di sini stasiun ini, nut dipisahkan dari fiber atau serabut. Kemudian nut dipecah dan dipisahkan antara inti (kernel) dengan cangkang (shell). Kernel diambil sebagai nilai ekonomi komoditas sedangkan serabut dan cangkang dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler.

Depericarper
Adalah alat yang digunakan untuk menghisap fiber yang telah terpisah dari nut untuk dibawa ke fiber cyclone sebagai bahan bakar boiler. Losses yang mungkin terjadi adalah adanya nut dan kernel yag ikut terhisap oleh fan fibre cyclone dan adanya fibre yang ikut masuk ke nut polishing drum. Losses ini dikontrol dengan mengatur bukaan damper pada fan fiber cyclone dan settingan separating column. Standart losses kernel pada fiber cyclone yang disarankan adalah 1% hingga 2%.

Nut Polishing Drum
Adalah alat untuk menyempurnakan pemisahan fiber yang masih menempel pada nut untuk persiapan nut saat pemecahan. Nut polishing drum terdiri dari sebuah drum yang diputar oleh sebuah rantai dan sisi di ujung drum berlubang-lubang sesuai ukuran nut. Sebelum melewati nut polishing drum, cake masuk ke dalam First Depericarper Column. Berfungsi untuk memisahkan antar fiber dan nut, fiber yang ringan akan terhisap ke atas oleh fan fiber cyclone, sedangkan nut yang lebih berat akan jatuh ke bawah dan masuk ke dalam nut polishing drum.

Fibre Cyclone
Adalah alat untuk memisahkan fiber dari sehingga fiber akan jatuh ke fiber & shell conveyor sebagai bahan bakar untuk boiler.

Airlock Fibre Cyclone
Adalah alat yang berfungsi unutk menciptakan keadaan vakum di dalam fibre cyclone sehingga fiber akan jatuh karena gaya gravitasi dan udara akan naik menuju fan.

Fibre & Shell Conveyor
Adalah konveyor yang membawa fiber dan shell dari hopper dan dari fiber cyclone menuju fiber & shell incline conveyor.

Fibre & Shell Incline Conveyor
Adalah konveyor yang membawa fiber dan shell fiber & shell incline conveyor menuju fiber & shell distributing conveyor yang akan membagikan fiber dan shell sebagai bahan bakar boiler.

Nut Conveyor
Untuk membawa nut dari nut polishing drum ke nut separating column.

Nut Separating Column (Destoner)
Berfungsi untuk membersihkan nut dari benda – benda keras seperti batu dan besi agar tidak terikut masuk ke dalam king cracker atau ripple mill.

Nut Elevator
Berfungsi untuk mengangkat biji atau nut dari secondary depericarper menuju nut hopper.

Nut Hopper
Adalah merupakan tempat penampung nut sebelum masuk ke king craker. Disini dilakukan pengaturan feeding bagi king craker.

King Cracker / Ripple Mill
Berfungsi untuk memecah nut menjadi cangkang (shell) dan inti (kernel). Efisiensi dari king craker bagusnya lebih dari 95%, bila kurang maka perlu diperiksa rotor bar-nya, apakah sudah aus, dan diperiksa pula apakah feedingya terlalu banyak.
Baca lebih lanjut

Iklan

Clarification atau Penjernihan

13 Apr

Minyak kasar hasil pengepresan buah/brondolan sawit dipress, dialirkan menuju stasiun penjernihan (clarification). Di stasiun ini, minyak kasar dipisahkan dari material pengotor seperti air (moisture) dan benda padat (dirt). Minyak jernih hasil pengolahan stasiun clarification disebut dengan CPO (Crude Palm Oil). Produk tersebut ditransfer ke tanki timbun (storage tank) hingga tiba waktu pengiriman ke pelanggan atau pembeli. Hasil samping pengolahan di stasiun clarification berupa limbah cair. Selanjutnya ditangani di effluent station untuk mengubahnya secara biologis menjadi pupuk cair yang sangat bermanfaat.

Vibrating Screen
Adalah penyaring bergetar untuk memisahkan fiber dan kotoran yang terikut pada minyak kasar . Fiber dan kotoran yang terpisah akan dibawa langsung ke bottom cross coveyor, sedangkan minyak yang telah tersaring langsung mengalir menuju ke crude oil tank. Vibrating screen paling populer merk dengan 2 tingkat penyaringan, 20 mesh dan 40 mesh. Pada saat dioperasikan selalu periksa apakah ada saringan yang sobek atau pegas yang patah, kerena akan berpengaruh pada kualitas minyak yang dihasilkan, dan bila pegas patah maka getaran tidak optimal/normal sehingga banyak kotoran yang menyumbat lubang saringan yang berakibat miyak akan meluber.

Crude Oil tank
Merupakan tangki untuk menampung dan memanaskan minyak kasar sebelum masuk ke clarifier. Temperatur operasional crude oil tank dijaga 90-95 derajat Celcius. Dikendalikan agar volume crude oil tank mencapai ½ -3/4 tinggi tangki, hal ini dimaksudkan agar dapat selalu pada suhu  90-95C, karena ini adalah suhu ideal untuk pemisahan minyak. Pada saat operasi jangan sampai crude oil tank kosong.

Crude Oil Pump
Adalah pompa untuk memompa crude oil dari crude oil tank menuju ke distribution tank di atas clarifier. 

Crude Oil Distribution Tank
Merupakan tangki yang berfungsi untuk mendistribusikan crude oil bagi clarifier yang ada secara merata. Selain crude oil dari crude oil tank, di crude oil distribution tank juga dialirkan recycle oil dari recycle oil tank yang akan direcycle di clarifier.

Clarifier atau Continuous Clarifier Tank
Clarifier adalah tempat pemisahan pertama antara minyak dengan sludge dengan cara pengendapan. Agar pengendapan dapat berlangsung sempurna maka diberi pengaduk dengan kecepatan 3-5 rpm dijaga 90-95C.
Hal yang perlu diperhatikan pada pengoperasian clarifier adalah :
1. Pada saat beroperasi, buka “live steam coil” selama 15 menit dan buka pula condensate by pass “close steam coil” sampai tampak uap keluar dari pipa outlet steam trap.
2.  Cek ketebalan minyak melalui sight glass yang ada pada dinding tanki Clarifier, setel oil skimmer agar ketebalan lapisan minyak 45 – 60 cm.
3.  Jangan mengubah–ubah setelan oil skimmer jika ketebalan lapisan  minyak sudah terbentuk stabil antara 45 – 60 cm.
4. Pastikan suhu 90°C- 95°C, secara berkala cek akurasi temperatur gauge dengan mengukur langsung menggunakan thermometer stick ( alkohol ).
5. Live steam coil dibuka selama sekitar 15 menit untuk membersihkan closed steam coil saat pertama proses dan setelah itu harus ditutup rapat.
6.  Stirrer agitator dioperasikan dengan kecepatan 3 rpm – 5 rpm.
7.  Bersihkan clarifier tank 4 bulan sekali atau jika nampak clarifier tank tidak lagi berfungsi efisien misalnya temperatur berfluktuasi, pemisahan minyak kurang sempurna atau kelihatan gumpalan kotoran dalam undeflow.
8. Bersihkan “sight glass” secara periodik sehingga ketinggian minyak dalam tangki dapat dimonitor.
9. Lakukan pemeriksaan kekentalan dan kandungan minyak setiap jam untuk mengontrol kandungan minyak di  clarifier under flow.
Losses yang dapat terjadi di clarifier adalah kandungan minyak yang tinggi di underflow, optimal di kisaran adalah 5%-6%. Losses ini dipengaruhi antara lain oleh volume dilution, kandungan minyak di dilution, suhu pada saat pemisahan, dan waktu pengendapan yang tidak sesuai, dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

Pressing atau Pengepresan

12 Apr

image

Brondolan lanjut dipindahkan dari stasiun pemipilan (threshing) ke stasiun pengepresan (pressing). Dari fruit elevator atau mass passing digester, brondolan buah masuk ke top cross conveyor.

Top Cross Conveyor
Merupakan konveyor yang menghubungkan kedua top distributing conveyor, digerakkan oleh electromotor. Prosedur yang disarankan dalam pengoperasiannya :
Sebelum proses
1.  Bersihkan pondasi motor gearbox dan periksa baut-baut, pastikan baut terikat kuat
2.  Bersihkan material / benda yang tersangkut pada hanger bearing dan shaft agar dibuang tiap hari. Pastikan terpasang cover coupling, cover motor dan cover conveyor.
Sedang proses
1.  Pastikan langkah-langkah start dengan menerapkan “first on last off system”.
2.  Selama operasi amati getaran yang timbul dan periksa  timbulnya panas pada bearing.
3.  Pastikan tutup-tutup conveyor terpasang pada saat beroperasi.
4.  Amati Ampere beban motor ( bila ada dipasang amperemeter ), bila ditemui jarum amper motor bergerak tidak stabil menunjukkan ada sesuatu yang menjepit daun-daun conveyor atau kondisi bearing yang kurang baik.
5.  Beri umpan sesuai kapasitas dan continue.
Setelah proses
1.  Pada saat akan menghentikan conveyor, pastikan conveyor dalam keadaan kosong.
2.  Off-kan alat jika proses telah selesai, menghentikan alat lakukan dengan “first on last off system”.  
3.  Catat hour meter stop proses pada log sheet ( bila ada terpasang hour meter).
4.  Lakukan pembersihan conveyor-conveyor setiap minggu.
5.  Simpan kembali alat kerja dan alat pelindungdiri pada tempatnya dengan rapi.

Top Distributing Conveyor
Adalah konveyor yang berfungsi unutk membagi brondolan buah ke tiap-tiap digester. Konveyor ini digerakkan oleh electromotor.

Digester
Fungsi dari digester adalah :
a) melepaskan daging buah dari nut.
b) melumatkan buah agar efisein dalam proses pengempaannya.
c) menaikkan temperatur buah.
d) melepaskan sel-sel minyak dari sel daging buah.
e) mengalirkan sebagian minyak yang terbentuk di digester (virgin oil) sehingga mengurangi volume pengempaan. Penggeraknya adalah electromotor. Digester merupakan sebuah tabung silinder vertical yang pada asnya dipasang pisau-pisau pengaduk. Suhu harus dijaga pada 90-95C. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
Sebelum Proses
1. Diteliti apakah ada uap atau minyak yang bocor.
2. Digester dijalankan satu persatu.
3. Valve steam dibuka.
4. Digester diisi penuh, minimal tiga per empat penuh.
5. Parit digester jangan sampai tersumbat.
6. Temperatur digester harus dijaga konstan 90-95C.
7. Pipa minyak dari bottom bearing harus tetap bersih ager minyak lancar mengalir ke oil gutter.
Saat Proses
1.  Tutup pintu outlet, dan isi dengan brondolan sampai penuh dan pertahankan kurang lebih 5 menit.
2.  Buka pintu outlet.
3.  Pastikan temperatur digester tetap dalam range 90°C – 95°C.
4.  Pastikan isi digester dipertahankan minimal tiga per empat dari kapasitas penuh.
5.  Drain harus tetap lancar mengalir.
Setelah Proses
1.  Digester dihentikan setelah digester betul-betul kosong.
2.  Off-kan alat jika proses telah selesai, menghentikan alat lakukan dengan “first on last off system”.
3.  Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap Minggu.
4.  Simpan kembali alat kerja dan alat perlindung diri pada tempatnya.
Yang perlu diperhatikan pada pengoperasian digester adalah diusahakan agar buah tidak terlalu lumat dan diusahakan agar buah dapat homogen.

Baca lebih lanjut

Threshing atau Pemipilan

11 Apr

image

Pemrosesan buah sawit di dalam pabrik pengolahan sawit berlanjut dari stasiun Sterilizer ke Stasiun Threshing. Pada sistem layout tertentu, antara threshing station dan sterilizer station masih ada station lagi yang disebut dengan chainman station atau tipping station. Jadi buah dari sterilizer station dan atau tipping station masuk ke dalam autofeeder di station threshing.

Autofeeder
Autofeeder adalah alat scrapper conveyor yang mengatur pemasukan buah yang akan ditebah di threser. Kecepatan autofeeder dapat diatur sesuai dengan kecepatan alat selanjutnya. Autofeeder ini digerakkan oleh gearmotor variable speed dengan rasio yang besar. Dalam pengoperasiannya ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan : 1. Kecepatan / perputaran auto feeder harus di-setting sesuai dengan kapasitas pabrik dan thresher.
2. Benda asing yang terikut dengan buah harus di buang.
3. Berondolan yang terjatuh di kawasan hopper harus dikutip dan masukkan ke thresher.
Autofeeder tidak boleh diisi secara berlebihan sesuai kapasitas volume dan tonase.

Thresher
Adalah alat yang berfungsi untuk  memisahkan butir-butir buah dari  tandan.dengan cara membanting dalam drum yang berputar. Thresher terdiri dari sebuah drum berdiameter 200 cm dan panjang 590 cm yang sisinya terbentuk dari kisi-kisi dengan jarak tertentu, dan dilengkapi dengan sirip untuk mengangkat janjangan dan membawanya ke ujung drum.  Alat ini digerakkan oleh electromotor. Dalam pengoperasiannya ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan :
1. Penebah harus diisi dengan optimal tetapi jangan terlalu penuh.
2. Kecepatan berputar penebah harus konstan 23-24 rpm.
3. Autofeeder harus dikosongkan setiap selesai proses.
Di thresher, losses yang dapat terjadi adalah munculnya USB yaitu pembrondolan buah yang tidak sempurna dari tandannya. Penyebab dari munculnya USB adalah :
a) Mutu dari buah yang tidak baik, yaitu banyak buah yang mentah.
b) Proses perebusan yang kurang sempurna, hal ini dapat terjadi karena waktu perebusan yang kurang lama atau karena kurangnya steam.
c) Pengumpanan buah ke thresher yang terlalu banyak.
d) Putaran dari thresher yang terlalu cepat atau terlalu lambat.
Langkah yang diambil untuk mengatasi hal ini yaitu dengan memperbaiki hal-hal di atas dan USB yang muncul sedapat mungkin dikutip untuk dapat direbus kembali atau dengan metode rethreshing. Dengan memakai metode rethreshing maka secara otomatis efisiensi recycling janjang USB adalah seratus persen.

Baca lebih lanjut

Steam-line Blowing / Flushing

26 Mar

image

Pekerjaan steam flushing boiler merupakan salah satu tahapan pre-comissioning boiler. Tahapan sebelumnya adalah ereksi konstruksi boiler beserta peralatan pendukungnya. Kemudian hydrostatic testing dengan media air yang dipompa pada tekanan yang telah ditentukan. Pada boiler kapasitas 35 ton/jam dan tekanan operasional 30 barg, diuji statik hidrotest hingga tekanan 49,5 barg. Secara teknis pengujian hydrostatic dilaksanakan pada tekanan 1,5 MAWP (Maximum Allowable Working Pressure). Pengujian dilanjutkan sertifikasi safety valve superheater 31 barg dan upper drum 31,5 barg oleh pejabat dinas tenaga kerja.
Beberapa hari setiap pagi melaksanakan steam flushing atau steam blowing, suatu prosedur pembersihan jalur perpipaan dari boiler menuju turbin. Steam blowing bertujuan menyingkirkan kotoran yang ada di dalam sistem perpipaan, karat logam, kerak hasil pengelasan, dan material bekas konstruksi yang tertinggal di dalam sistem perpipaan seperti baut, mur, kawat las, dan lain sebagainya. Pembersihan sistem perpipaan tersebut sangat penting supaya turbin aman dari risiko serangan benturan material seperti yang disebut di atas. Tumbukan bisa merusak katup, sudu-sudu turbin, nozel turbin, atau fine mesh strainer.
Steam blowing dilakukan pada posisi tekanan kerja operasional di mana ujung pipa steam-line dibuka ke udara bebas/atmosfer. Bagian ujung pipa diikat dengan kuat untuk mengantisipasi efek reaksi nozel ketika dilakukan steam blowing. Main stop valve dibuka penuh dengan cepat dan ditutup dengan cepat pula, kurang dari 60 detik. Pada prinsipnya level air di dalam upper drum tidak low-low level, boiler feedwater pump masih sanggup melayani. Pada posisi tekanan 30 barg, durasi flushing kurang dari 60 detik, posisi akhir tekanan boiler setelah main stop valve ditutup adalah berkisar di 20 barg. Semburan uap air kecepatan tinggi dan thermal/pressure shock sangat efektif membuang kotoran pada jalur perpipaan. Pada sistem boiler semi-automatic, proses steam blowing tergolong pekerjaan berat. Berbeda dengan boiler kapasitas tinggi yang pengoperasiannya full-automatic seperti di boiler pembangkit daya yang memakai bahan bakar batubara dan gas alam.
Parameter keberhasilan steam blowing dipantau dari kondisi pelat target (target plate). Material pelat target bisa dari lembaran pelat aluminium, tembaga, atau stainless steel yang dipoles. Boiler tekanan 20 barg bisa memakai lembaran pelat aluminium 0,4 mm. Boiler tekanan 30 barg disarankan memakai pelat aluminium  0,8 mm. Untuk boiler bertekanan lebih tinggi lagi bisa memakai pelat stainless steel yang dipoles permukaannya. Setiap kali steam blowing, dicek pelat target, kondisi permukaannya. Sebanyak apa tumbukan benda padat yang menimpanya dan juga ukuran diameter tumbukan. Steam blowing selesai apabila pada pelat target tidak ada bekas tumbukan lebih dari diameter 0,8 mm dan bekas tumbukan berdiameter lebih dari 0,2 mm maksimal 8 titik.

Referensi:
1. Steam – its Generation and Use, The Babcock and Wilcox Company, 41 Edition
2. Steam Purging Procedure, Xi’an Thermal Power Research Institute Co.Ltd, Januari 2009

%d blogger menyukai ini: