Tag Archives: operasi trikora

Prakondisi Alih Teknologi Alutsista dan Posisi Tawar

19 Feb

Ada beberapa tahap dalam proses pengalihan teknologi menuju kemandirian produksi di mana membeli produk secara utuh bulat-bulat atau CBU (Completely Built-Up )adalah pilihan terakhir yang terburuk. Mekanisme CBU tidak memberi nilai tambah apa-apa selain produk itu sendiri. Misalnya pembelian rudal (guided-missile), pesawat tempur F-16 dari AS atau pembelian pesawat tempur Su-27/30 dari Rusia yang sarat muatan teknologinya. Ada mekanisme yang sedikit menguntungkan pembeli dengan mekanisme CKD (Completely Knock Down). Misalnya kesepakatan pembelian pesawat jet latih lanjut T-50 Golden Eagle dari TAI Korsel. Pihak produsen TAI akan mengirim T-50 secara terurai total kemudian akan dirakit di Indonesia, memberi pengalaman berharga dalam proses perakitan pesawat tempur. Bandingkan dengan Su-30 yang dikirim utuh airframenya dengan pesawat An-124 Ruslan ke Indonesia. Cuma sayap saja yang dicopot, baru dipasang setelah pesawat tempur tiba.

Shenyang J-11, Pesawat tempur RRC

Negosiator nasional harus mencari celah dan strategi yang tepat untuk ToT (Transfer of Technology) dengan nilai manfaat sebesar mungkin termasuk imbangan pembelian (Offset). Mekanisme offset akan memaksa pihak produsen membeli sebagian produk alutsista nasional yang akan mendorong pertumbuhan industri pertahanan. Tidak ada satu pun produsen alutsista di dunia ini yang dengan sukarela memberi begitu saja sebagian kunci sistem alutsista yang menjadi produknya. Paling banter mereka akan menyetujui porduksi bersama atau memberikan lisensi. Di mana komponen pokok dalam sistem alutsista disuplai oleh pihak produsen sedangkan komponen pendukung disuplai oleh industri lokal. Pada level ini secara lambat laun sebenarnya akan mengarah pada posisi kemandirian sebenarnya dengan secara bertahap memperbesar porsi komponen lokal. Dilanjutkan dengan langkah forward enginering dan reverse engineering. Di samping strategi, hal lain yang sangat membantu proses negosiasi ToT adalah posisi tawar pembeli dari segi non-teknis. Posisi tawar ini juga sangat efektif dalam kondisi mendesak untuk membeli persenjataan dalam kondisi darurat. Seperti proses akuisi pesawat angkut berat C-130 Hercules di dekade 1960-an semasa Orde Lama. Dipakai langsung dalam operasi Trikora Baca lebih lanjut

Iklan
%d blogger menyukai ini: