Tag Archives: Konflik Libya

Dropping Senjata NATO Parahkan Instabilitas Afrika

8 Jul

Pemberontak Libya di Misrata, AP

Dalam pekan awal bulan ini, pemberontak Libya semakin maju ke arah ibukota Tripoli. Serangan udara high-altitude disusul serbuan low altitude dari heli serang Apache Inggris dan heli Tiger Perancis yang berpangkalan di kapal induk serbu amfibi NATO di Laut Mediterania makin mendesak kubu pertahanan pasukan pemerintah Libya. Untuk pertama kali secara terbuka NATO mengakui telah men-dropping pasukan pemberontak Libya dengan senjata dan amunisi. Juru bicara militer Perancis, Kol. Thierry Burkhard, mengungkapkan bahwa dropping senjata Perancis terdiri dari senapan mesin, granat roket, termasuk amunisi. Persenjataan didropping dengan kargo parasut dijatuhkan di pegunungan Nafusa barat dekat perbatasan Tunisia yang dikuasai pemberontak. Di pihak Inggris, Jubir Kemenlu William Hague juga memastikan pasukan Inggris menyuplai pasukan pemberontak dengan perlengkapan militer. Pasokan tersebut meliputi 5 ribu rompi anti-peluru, 6.650 seragam polisi, dan peralatan komunikasi. Diyakini, jenis dan jumlah senjata yang disuplai melebihi adap yang diungkap.

Taktik strategi NATO sudah dianalisis dari awal konflik sebagai bagian dari strategi NATO memenangkan peperangan. Meski baru diungkap secara resmi, bantuan senjata dan finansial sudah berlangsung lama termasuk turunnya pasukan khusus yang menyatu dengan pemberontak Libya  mendahului dropping senjata. Pasukan khusus memiliki misi melatih personel pasukan pemberontak, membantu taktik tempur di lapangan, berkoordinasi dengan pimpinan oposisi, dan menjalin komunikasi dengan militer NATO termasuk pasokan data intelijen dan pemindai target serangan udara. Sementara itu ditengarai Perancis sedang mennyiapkan dropping tank-tank ringan untuk pemberontak Libya.

Jubir Kemenlu RRC, Hong Lei, menentang tindakan dropping semacam itu dan meminta NATO tidak bertindak melebihi mandat resolusi DK PBB. Menlu Rusia, Sergei Lavrov, menuduh tindakan itu sebagai pelanggaran resolusi DK PBB No.1970 yang mengenakan embargo senjata terhadap Libya paa bulan Februari. Saksi PBB terhadap Libya ditambah lagi dengan resolusi No.1973 berupa larangan terbang (no fly zone) yang bertujuan melindungi penduduk sipil. Ketua Komisi Uni Afrika, Jean Ping, juga berkeberatan atas supplai senjata kepada pihak pemberontak karena tidak ada mekanisme pengendalian senjata yang sudah ditebarkan dan rawan memunculkan perdagangan senjata gelap yang saat ini tengah mengancam konflik bersenjata di antara banyak negara Afrika. Namun Menlu Perancis Allain Juppe berdalih bantuan senjata tersebut Cuma senjata ringan dan bertujuan untuk melindungi penduduk sipil Libya. Tidak melanggar resolusi No.1970 maupun 1973 karena resolusi No.1973 memberi mandat untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk melindungi penduduk sipil dan tidak berkaitan dengan paragraf 9 resolusi No.1970 yang mengembargo senjata terhadap Libya. Definisi terhadap pemberontak bersenjata adalah warga sipil sebenarnya rancu dan sarat kepentingan. Dalam konflik bersenjata manapun, pemberontak yang bersenjata tergolong militer yang beroposisi, tidak tergolong sebagai penduduk sipil.

Peperangan Libya sudah berlangsung sekitar lima bulan dan NATO yang dibantu Qatar dan UEA berusaha keras segera menyudahi perlawanan rezim Qadafi. Pemberontak yang berbasis di Nafusa dilaporkan susah memotong jalur pipa suplai minyak ke arah ibukota. Pasukan pemberontak menarget merebut Zawiya yang merupakan satu-satu nya kilang suplai minyak tersisa dari pemerintah yang bertahan di ibukota. Di sisi timur, Mahmoud Jabril (pimpinan TNC), meminta bantuan senjata NATO untuk memperkuat pasukannya di Misrata, 130 mil barat Tripoli. Dalam beberapa bula ini pertempuran di Misrata masih berkecamuk dan gerakan maju pemberontakm terhambat di Misrata meski ada bantuan serangan udara NATO. Sejumlah analisa mengemuka mengenai skenario pemerintahan Libya pasca-Qadafi. Uni Eropa/ NATO akan mengarahkan bidang keamanan, Australian beserta Turki dan PBB menyiapkan layanan publik. Sedangkan AS dan Turki menyiapkan institusi keuangan dan ekonomi Libya. Skenario ini rupanya belajar dari kasus Iraq pasca pendudukan AS yang tanpa perencanaan Iraq pasca-Saddam Hussein sehingga mengacaukan kondisi dalam negeri Iraq.

China yang selama ini pasif dan sebelumnya lebih dekat ke kubu Qadafi mulai menunjukkan pergeseran sikap ke arah oposisi Libya. Kepala hubungan luar negeri China, Chen Xiadong dilaporkan melawat ke Benghazi pekan ini bernegosiasi dengan TNC, pemerintahan Transisi Libya. Benghazi merupakan ibukota pemberontak Libya, RRC rupanya tidak mau ketinggalan rezeki di Libya pasca jatuhnya Qadafi kelak. Seperti halnya Iraq pasca jatuhnya Saddam di mana perusahaan minyak dan gas dikuasai oleh perusahaan asal AS dan Eropa. Libya merupakan negara dengan sumberdaya minyak dan gas terbesar di Afrika.

Iklan

Serangan Heli NATO, Awal Operasi Darat ke Libya?

8 Jun

Heli Serang Apache dari Kapal Induk

Pekan awal Juni 2011, heli tempur Inggris Apache dan heli tempur Perancis Tiger mulai melancarkan serangan ke kota-kota pesisir Libya seperti Brega dengan menyasar target-target yang tidak terjangkau dari ketinggian pesawat-pesawat tempur NATO. Turunnya helikopter tempur telah menandai fase kedua eskalasi militer dalam peperangan palagan Libya. Membuka pintu untuk serangan udara jarak dekat (close air support dan low altitude air operation). Pada tanggal 1 Juni anggota NATO bertemu di Brussels untuk membahas strategi lanjutan serangan yang telah berlangsung selama 90 hari. Selama dua bulan terakhir NATO sudah menggelar 9036 sorti operasi udara termasuk 3443 sorti serangan udara. Fase kedua operasi membuka jalan bagi pasukan darat pemberontak yang yang didukung satuan komando NATO bergerak menuju Tripoli dari basis mereka di Timur, dari Benghazi hingga Misrata. Operasi fase pertama NATO berupa serangan udara pesawat-pesawat tempur dari ketinggian tinggi (high altitude) efektif melumpuhkan basis-basis pertahanan udara pemerintah Libya dan tank atau kendaraan lapis baja. Pertahanan udara Libya diperkirakan tinggal senjata panggul atau rudal manpads atau sejumlah kecil tank arhanud yang lolos dari serangan udara. Fase pertama operasi NATO berhasil memaksa posisi pasukan Libya dari ofensif menjadi defensif untuk menghindari kerugian yang lebih besar karena air superiority dipegang armada udara NATO.

HMS Ocean, Kapal Induk Serbu Amfibi AL Inggris

Fase ketiga diperkirakan adalah mendaratnya pasukan darat NATO di palagan Libya. Namun sejumlah analis mengemukakan bahwa meskim tidak menutup kemungkinan, pasukan darat NATO kecil kemungkinan diterjunkan langsung karena pertimbangan politis menjaga sensisitivitas internasional sebagaimana kasus di Iraq dan Afghanistan. Untuk menciptakan citra bahwa yang menggulingkan rezim Qadhafi adalah rakyatnya sendiri bukan NATO. Analisis saya pasukan NATO akan mendarat jika pasukan pemberontak kesulitan atau terlalu lama dalam menaklukkan Tripoli sehingga memaksa pasukan darat NATO untuk mendobrak kebuntuan. Namun fase ketiga ini sudah dipersiapkan dengan matang oleh NATO. Gugus tugas kapal induk CVN77 George HW Bush telah berada di laut Mediterania menyusul kapal induk marinir AL Perancis dan AL Inggris, Tonnerre dan HMS Ocean. Tonnere merupakan kapal kedua kelas Mistral, kelas kapal induk helikopter dan serangan amfibi berbobot 21.300 ton dan panjang 199 meter. Tempatnya mangkalnya helikopter serang Eurocopter Tiger juga Gazelle berserta batalyon marinir. HMS Ocean merupakan kapal LPH (Landing Platform Helicopter) berbobot 22.500 ton dan panjang 203,4 meter mampu menampung hingga 18 heli beserta 800an marinir, tempat mangkalnya heli Apache Inngris setelah dipensiunkannya pesawat tempur Sea Harrier.

Tonnerre, Kapal Induk Serbu Amfibi AL Perancis

Kapal induk CVN77 GHWB merupakan kapal induk kesepuluh sekaligus terakhir dari kelas Nimitz yang mampu memuat hingga 90 pesawat tempur. Beserta kapal perang dalam gugus tugasnya destroyer USS Truxtun dan USS Mitsher, penjelajah Gettysberg dan Anzio akan memperkuat Armada Keenam dengan kapal USS Baatan yang merupakan salah satu gugus serang amfibi terkuat bisa mendaratkan hingga 2000 marinir. Persiapan pendaratan amfibi NATO telah digelat dengan pelaksanaan latihan perang bersandi Saxon Warrior di lepas pantai Cornwall Inggris dari tanggal 19-26 Mei 2011 melibatkan kapal perang AS, Inggris, Perancis, Jerman, Swedia, dan Spanyol dengan mengerahkan 26 unit kapal perang. Latihan perang ini memperkuat komado dan koordinasi dalam penggelaran operasi angkatan laut bersama. Bisa dipastikan latihan ini memang ditujukan untuk palagan Libya.

%d blogger menyukai ini: