Tag Archives: hikmah

Tulisanku Dikutip Kantor Berita Antara

4 Okt

Kemarin setelah browsing ke situs lembaga kantor berita nasional “Antara” di http://www.antaranews.com/berita/276156/tni-al-segera-tambah-tank-amfibi-bmp-3f ketemu artikel berita yang memuat sedikit dari tulisan saya di www.cakidur.wordpress.com/2011/08/12/panzer-bmp-3f-ranpur-terkuat-marinir-al/. Tidak banyak sih cuma dua alenia namun saya gembira ternyata mendapat apresiasi dari kantor berita besar seperti “Antara”. Coba bandingkan alenia yang ada di artikel berita Antara tersebut yang dimuat tanggal 19 September 2011 pada bagian:

“Korps Marinir Indonesia telah mengoperasikan 17 unit tank amfibi BMP-3F dari Rusia sejak 11 Desember 2010. Kendaraan tempur infantri itu bahkan ikut dikerahkan pada operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus di Somalia pada April 2011. BMP-3F merupakan ranpur terkuat yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia dibandingkan PT-76 dan BVP-2 bahkan lebih mematikan dari tank yang dimiliki Angkatan Darat.

Semula Indonesia pada tahap pertama akan membeli 20 unit tank amfibi BMP-3F dengan anggaran Rp445 miliar pada 2009. Namun karena penyusutan nilai kurs rupiah maka dengan anggaran sebesar itu, Indonesia baru bisa membeli 17 unit.”

Cermati dengan tulisan saya tadi di blog ini yang terbit pada tanggal 12 Agustus 2011:

“Marinir AL Indonesia telah mengoperasikan 17 unit panser amfibi BMP-3F dari Rusia sejak 11 Desember 2010. Panser tempur infantri ini bahkan ikut dikerahkan pada operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus di Somalia pada April 2011. BMP-3F merupakan ranpur terkuat yang dimiliki AB Indonesia melebihi yang dimiliki AL sebelumnya seperti PT-76 dan BVP-2 bahkan lebih mematikan dari tank yang dimiliki AD. Anggaran pembelian ranpur BMP-3F pada 2009 sebesar 455 miliar rupiah, pada awalnya senilai dengan 20 unit. Tetapi karena penyusutan nilai akhirnya dengan anggaran sebesar itu mendapatkan 17 unit BMP-3F.”

Coba deh kalo dipasang juga sumbernya dari blog pribadiku pasti lebih gembira lagi ane he..he..jadi Ge Er.

Barter Pohon Kurma di Surga

9 Agu

Sebatang Pohon Kurma (www.nabimuhammad.info)

Abdullah bin Abbas ra. menceritakan bahwa pada zaman Rasulullah saw. ada seorang laki-laki kaya yang memiliki pohon kurma di depan rumahnya. Salah satu cabang pohon itu menggantung di atas rumah tetangganya yang miskin. Apabila orang kaya itu memanjat pohon kurma itu untuk memetik buahnya dengan mengguncang-guncang dahannya, beberapa butir kurma jatuh ke halaman rumah tetangganya yang miskin tersebut. Lalu anak-anak orang miskin ini memungutnya. Melihat hal itu, orang kaya tersebut turun dari pohon dan pergi ke rumah tetangganya, merebut buah kurma itu. Bahkan ketika terlihat seorang anak sedang mengunyah kurma, orang kaya itu langsung memasukkan jemarinya ke mulut anak tersebut untuk mengelurkan kurmanya. Melihat kejadian ini, tetangga miskin itu menemui Rasulullah saw. dan mengadukannya. Setelah mendengar pengaduannya, Rasulullah saw. menyuruhnya pulang. Kemudian beliau memanggil pemilik pohon kurma tersebut.

Beliau bertanya kepadanya, “Apakah engkau mau memberiku pohon kurma yang menggantung ke rumah tetanggamu itu, dan sebagai ganti ruginya aku janjikan sebuah pohon kurma di surga?” Orang kaya itu berkata, “Wahai Rasulullah, banyak orang yang ingin membeli pohon itu. Di samping itu aku masih memiliki banyak lagi pohon kurma tetapi aku tidak akan menjualnya kepada siapapun.” Ia terus memberi alasan untuk tidak menjual pohon kurma itu. Karena ia adalah pemilik yang sah, maka beliau tidak memaksanya. Setelah orang kaya itu pergi, ada seorang sahabat yang mendengar perbincangan tadi lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apakah engkau juga akan menjanjikan kepadaku sebuah pohon di surga jika saya membeli pohon kurma itu darinya dan memberikannya kepada engkau?” Rasulullah menjawab, “Pasti. Aku menjanjikan kepadamu hal yang sama.” Mendengar hal ini, sahabat itu menemui pemilik pohon kurma tersebut.

 Ia bertanya, “Maukah engkau menjual pohon kurma ini dengan harga berapa aja yang engkau minta?” Lelaki itu menjawab, “Rasulullah menjanjikan sebuah pohon di surga sebagai harga pohon ini namun aku menolaknya karena aku sangat menyukai pohon ini. Mungkin aku akan menjualnya tetapi tidak seorang pun yang berani membayar harga yang aku minta.” Sahabat itu menimpali, “Berapa harga yang kamu minta.” “Aku ingin diganti dengan 40 pohon kurma.”, kata laki-laki itu. Sahabat itu berkata, “Tampaknya terlalu berlebihan untuk sebuah pohon bengkok tetapi apakah pasti kamu akan memberikan pohon itu jika ditukar dengan 40 pohon kurma?” Laki-laki itu berkata, “Jika kamu sungguh-sungguh dengan ucapanmu itu, maukah kamu bersumpah untuk mengganti pohon ini dengan 40 pohon kurma?’ Sahabat menjawab, “Ya. Aku bersumpah untuk membeli pohon bengkok ini dengan 40 pohon kurma. Dan sekarang kamu tidak dapat mengingkari janjimu untuk menjualnya karena aku telah bersumpah sesuai permintaanmu.” Laki-laki itu menyahut, “Baiklah, tetapi keempat puluh pohon kurma itu seluruhnya harus tumbuh di tempat yang sama.” Sahabat itu berpikir sejenak dan menegaskan, “Ya, semua pohon itu tumbuh di tempat yang sama.”

 Setelah barter selesai, sahabat tersebut menemui Rasulullah saw.dan berkata, “Saya telah membeli pohon kurma itu dan saya berikan kepada engkau.” Kemudian Rasulullah pergi ke rumah orang miskin dan memberikan pohon tersebut sebagai hadiah baginya. Setelah peristiwa itu diturunkan surah Al-Lail.

Referensi:

1.AM Jauhari, Keajaiban Sedekah, Smart Media, 1997

Puasa dan Kesehatan Mental

9 Agu

Berpuasa memberi manfaat sangat besar bagi tubuh dan jiwa manusia yang melaksanakannya. Manfaat secara fisik secara ilmiah sudah tidak asing lagi bagi kita. Namun manfaat secara mental dari segi medis tidak kalah besarnya. Terutama berkenaan dengan penyakit psikologis maupun fisiologis otak seperti alzheimer. Penyakit alzheimer merupakan penyakit yang disebabkan penurunan kerja otak dalam mengingat atau bisa disebut juga pikun.

John Ratery, pakar psikologi klinis dari Harvard University, menyebut menurunnya kerja otak dapat ditingkatkan kembali dengan pembatasan kalori yang masuk ke tubuh. Ini juga berlaku pada puasa ritual yang diajarkan agama termasuk Islam. Sebuah laporan penelitian tahun 2006 tentang fungsi otak manusia selama puasa Ramadhan menyebutkan bahwa melalui pencitraan magnetik resonansi fungsional, terbukti beberapa pria yang berpuasa menunjukkan peningkatan yang konsisten dan signifikan dari aktivitas dalam korteks otak yang merupakan jaringan syaraf yang berfungsi menjalankan tubuh manusia.

Penelitian lain menunjukkan hasil yang sama. Penelitian ini dilakukan Mark Mattson,Ph.D. Yang menyebut bagaimana pembatasan makanan secara signifikan dapat melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti alzheimer atau parkinson. Dalam sebuah artikel tahun 2003, Mattson dkk. Melaporkan bahwa tikus yang tidak diberi makan setiap hari atau dibatasi untuk diet di 30 sampai 50 persen dari tingkat kalori normal menunjukkan mengalami penurunan denyut jantung dan tekanan darah,juga mengalami perbaikan otak. Mattson menunjukkan, pada manusia risiko alzheimer lebih besar dialami masyarakat Amerika dan Eropa karena mereka cenderung mengkonsumsi kalori lebih banyak. Smentara China dan Jepang memiliki risiko yang lebih kecil karena makan mereka lebih sedikit. Karena itulah, manusia lebih baik mengurangi pesta makanan dan mencoba beberapa waktu dalam kondisi lapar agar bisa sehat. Pembatasan makanan juga berguna untuk menyembuhkan penyakit syaraf lainnya.

EA Moras bercerita tentang seorang wanita penderita sakit mental selama delapan bulan yang berpuasa selama tujuh hari. Kondisinya membaik ke titik sembuh di minggu kelima setelah ia berpuasa. Ilmu kedokteran sendiri menghadapi keterbatasan luar biasa dalam hal penyembuhan otak karena organ otak sedemikian kompleks. Selain itu konsumsi obat dapat memiliki efek samping berbahaya pada keseimbangan otak. Karena itu puasa termasuk jalan menuju penyembuhan gangguan otak dan mental. Puasa juga mampu menurunkan kadar depresi dan memperpanjang usia. Para agamawan yang membatasi makanan hingga bertubuh kurus umumnya dapat berusia panjang. Inilah yang membuat Dr.Marc Hellerstein, seorang pakar endokrinologi, metabolisme, dan nutrisi dari Barkeley yang mempelajari puasa menyebut bahwa dalam puasa ada sesuatu yang ajaib. Puasa satu hari dalam seminggu saja memberi pengaruh yang sangat baik.

Bagi kaum muslim yang melakukan puasa dalam skala besar, sebulan dalam setahun, tentu memberikan faedah yang jauh lebih besar. Baik yang bersifat duniawi maupun yang bersifat ukhrawi. Tercermin dari adanya lailatul qadar dalam bulan berpuasa juga turunnya mukjizat Al-Qur’an terjadi juga pada bulan Ramadhan. Perintah puasa Ramadhan termaktub dengan jelas pada QS. Al-Baqarah [2]: 183 terjemahannya: “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Manfaat tersembunyi lainnya terletak dalam sahur sesuai sabda Rasulullah, Anas bin Malik r.a. berkata, “Nabi bersabda, ‘Makan sahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu terdapat berkah.”(HR. Bukhari dan Muslim)

 Referensi:

1.Al-Qur’an dan Terjemahannya, PT.Toha Putra, 1999

2.Ringkasan Kitab Hadist Shahih Imam Bukhari

3.Hidayah, Edisi 120-Agustus’11

Haji Mabrur Yang Tak Berhaji

8 Agu

Ada seorang alim ulama yang kaya lagi gemar pergi haji dan berjihad di jalan Allah. Dia bernama Abdullah bin Al-Mubarak. Bila tahun ini naik haji maka tahun berikutnya ia pergi berjihad. Demikian seterusnya berselang-seling meski betapa sibuknya dia. Suatu saat tibalah waktu berhaji kembali bagi Abdullah bin Al-Mubarak. Ia berhasil mengumpulkan bekal sebesar 500 Dinar. Dari kediamannya di Hijaz, dia berangkat menuju Mekkah. Setelah menyelesaikan ritual berhaji, suatu ketika Abdullah bin Al-Mubarak tertidur dan bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit.

Kedua malaikat itu berdialog. “Berapa banyak yang datang tahun ini?”, tanya salah satu malaikat kepada malaikat lainnya. Malaikat lainnya tersebut menjawab, “Enam ratus ribu”. Malaikat pertama menimpali, “Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”. Malaikat kedua kembali menjawab, “Tidak satu pun”. Percakapan dua malaikat itu membikin Abdullah bin Al-Mubarak gemetar. Dia menyahut, “Apa?”. Ia tersentak dan menangis, “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan. Berkelana menyusuri padang pasir yang luas dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”. Seorang malaikat berujar, “Ada seorang tukang sepatu di Damaskus yang dipanggil Ali bin Muwaffaq. Dia tidak datang menunaikan ibadah haji tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya diampuni”. Setelah mendengar pembicaraan tersebut Abdullah bin Al-Mubarak terbangun. Dia segera bergegas bepergian ke Damaskus guna mencari orang yang bernama Ali bin Muwaffaq tersebut.

Sesampainya di Damaskus, dia telusuri seantero kota hingga  menemukan rumah tukang sepatu yang bernama Ali bin Muwaffaq. Ia mengetuk pintu rumah tukang sepatu itu sampai keluar seorang laki-laki. “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!’, sapa Ibnu Mubarak. “Siapa namamu dan pekerjaan apa yang kamu lakukan?”, tanya Ibnu Mubarak kepada laki-laki itu. “Aku Ali bin Muwaffaq, penjual sepatu. Siapakah Anda?”, jawab lelaki tersebut. Lalu kepada lelaki itu Ibnu Mubarak menerangkan jatidirinya dan maksud kedatangannya. Setelah tahu siapa yang datang serta maksud dan tujuannya, lelaki itu menangis dan jatuh pingsan. Sesudah Ali bin Muwaffiq sadar, Abdullah bin Al-Mubarak memintanya agar dia berkenan menceritakan semua yang dialaminya terkait dengan hajinya.

Ali bin Muwaffaq bercerita, “Selama 40 tahun aku rindu melakukan perjalanan haji. Aku telah menyisihkan 350 Dirham dari hasil berdagang sepatu. Tahun ini aku memutuskan untuk berangkat haji sejak istriku mengandung. Suatu hari istriku mencium aroma makanan yang sedang dimasak tetangga sebelah. Istriku memohon kepadaku agar ia bisa mencicipi masakan tersebut. Aku pergi menuju tetangga sebelah, mengetuk pintunya, dan menjelaskan situasinya”. Mendadak tetangga itu menangis dan berkata, “Sudah tiga hari ini anakku tidak makan apa-apa. Hari ini aku melihat keledai mati tergeletak dan memotongnya untuk memasaknya buat mereka. Ini bukan makanan yang halal bagimu”. Hatiku menjadi terasa terbakar mendengar kisahnya. Aku mengambil 350 Dirhamku dan memberikannya. “Belanjakan ini untuk anakmu”, kataku. “Inilah perjalanan hajiku”, pungkas Ali bin Muwaffiq kepada Abdullah bin Al-Mubarak. “Malaikat berbicara dengan nyata di dalam mimpiku dan Penguasa kerajaan surga adalah benar dalam keputusan-Nya” ujar Abdullah berusaha membenarkan mimpinya.

Abdullah bin Al-Mubarak bernama lengkap Abu Abdurrahman Abdullah bin Al-Mubarak Al-Hanzhali Al-Marwazi. Beliau seorang ulama ahli hadits terkemuka, menguasai juga gramatika dan sastra. Menurut Imam Al-Bukhari, beliau lahir pada tahun 118H/736M. Abdullah bin Al-Mubarak meninggal dunia di kota Hit tepi sungai Eufrat pada pada bulan Ramadhan 181H/797M setelah kembali dari ekspedisi angkatan laut.

Referensi:

  1. http://www.alifmagz.com
  2. Hidayah, Edisi 120-Agustus’11
  3. http://www.sunnah.org

Maya Safira

3 Jul

My beloved daughter that’s pretty, smart, and cheerful, has been 1,5 years old.

%d blogger menyukai ini: