Tag Archives: film bokep

Nonton Film Porno Bikin Cepat Pikun

24 Apr

Remaja Inggris setiap pekan menonton video esek-esek sebanyak 2 jam rata-rata bagi yang cowok. Remaja cewek jauh lebih sedikit rata-rata 15 menit per pekan. Survey dilakukan oleh BBC Inggris terhadap 1.000 koresponden berusia 18 sampai 24 tahun. Empat persen di antaranya kedapatan menonton film bokep 10 jam per pekan. Remaja yang gemar nonton video biru ternyata lebih lambat dalam menyelesaikan deadline alias lelet dan lemes. Akibat sampingannya banyak remaja pria yang menginginkan pacarnya beradegan seperti akting bintang porno di film saat di ranjang. Dampaknya adalah kecenderungan wanita diperlakukan sebagai obyek seks oleh pria dan mendapat kekerasan seksual. Survey di atas berkorelasi dengan penelitan University of Southern California terhadap 100 film Hollywood terlaris sejak 2008. Hasilnya aktris tidak mendapat penghargaan dan perlakuan yang sama dengan aktor di dalam layar lebar. Penelitian menunjukkan bahwa aktor lebih banyak bicara 67% dibanding aktris yang cuma kebagian 23% saja. Kebanyakan aktris selalu berpakaian seksi dan mendapat porsi adegan telanjang sebanyak 24% sedangkan aktor lebih banyak berpakaian lengkap dan aktor yang beradegan bugil cuma 10%. Kondisi tersebut makin menegaskan saja bahwa wanita cenderung dijadikan obyek seksual di dalam industri hiburan saat ini. Jika Kartini masih hidup tentu beliau akan protes keras kepada Menteri UPW. Tapi apa benar wanita memang suka dijadikan obyek seksual pria? Saya belum tahu jawabannya karena aku adalah seorang pria tapi saya tidak mau cepat pikun. Mayoritas rekan pria yang memiliki ponsel di sekeliling kita hampir dipastikan memiliki konten pornografi. Jauh lebih sedikit pada ponsel rekan wanita. Di dalam negeri bisa disaksikan di media massa kasus kekerasan seksual terhadap wanita jauh lebih banyak dibandingkan dengan kasus kekerasan seksual yang menimpa pria.

Iklan

Dari Miyabi Hingga Sasha Grey, Potret Film Nasional

20 Apr

Dimulai oleh kedatangan Miyabi, bintang-bintang film porno dunia makin laris di Indonesia meski tidak sebagai kapasitasnya akting film esek-esek. Terkini bintang porno asal Uwak Sam, Sasha Grey, meramaikan genre film yang paling moncer selama dekade terakhir, film horor berbumbu seks. Ketenaran artis porno itu berasal dari familiarnya masyarakat Indonesia terhadap akting mereka di film esek-esek yang sangat mudah di lapak-lapak emperan toko. Larisnya film genre ini tentu berkorelasi dengan permintaan pasar yang kuat bersaing dengan derasnya dominasi film Hollywood. Masih ada mimpi seperti era 70-an, film nasional menjadi raja di negeri sendiri. Tentu perlu waktu yang tidak singkat menciptakan pangsa pasar film nasional. Disamping top down berupa memproduksi film nasional yang bermutu, kualitasn akting, pendanaan, dan teknologi perfilman. Diperlukan juga edukasi pasar yang masif. Semasa penulis bersekolah, pelajaran yang pernah diperoleh adalah resensi puisi dan resensi buku. Belum ada tema resensi film nasional, baik dari SD hingga SMU. Resensi film nasional baru didapat sewaktu masa kuliah dari komunitas kinografi lokal. Sehingga sense untuk mengapresiasi dan kritik film nasional bermutu yang mengangkat tema dan kultur nasional kurang terasah. Ingin sekali melihat film nasional bisa menjual budaya bangsa selayaknya film Bollywood ataupun Mandarin. Kurangnya peka sense film nasional berdampak pada film nasional yang bermutu cuma menang di festival film dunia. Tidak merebut pangsa pasar, tidak bisa diapresiasi massa rakyat banyak, padahal pesan yang disampaikan sangat kuat. Masalah perfilman nasional menyangkut banyak aspek yang meliputi banyak pihak, tidak sekedar artis dan produser semata. Dari akar bawah hingga pucuk pohon. Semoga pohon ini makin menjulang ke langit sejajar dengan pohon-pohon lainnya.

%d blogger menyukai ini: