Tag Archives: Buku

Pameran Buku

15 Des

Hari Minggu kembali bertemu hari Minggu. Kembali teringat bahwa ada pameran buku di kota Tanahgrogot yang dimulai di Minggu kemarin. Berarti sudah berlangsung hampir sepekan, sebuah event yang sangat jarang terjadi. Dan arloji di tangan pun sudah menunjukkan jam sembilan malam Minggu. Malam ini adalah pameran terakhir, dengan segera sepedamotor kuarahkan ke lokasi pameran buku di depan Taman Saleha dan Taman Putri Petung. Pameran buku adalah event yang langka, belum pernah aku temui baik di Tanahgrogot maupun Pangkalanbun. Pameran Buku berarti bazar buku yang diselingi dengan kegiatan live lain seperti pertunjukan seni, resensi buku terbuka, atau seminar. Jadi teringat dulu waktu masih kuliah, pernah jadi panitia pameran buku di kampus.
Jam tangan kembali menunjukkan pukul sepuluh malam, masih sangat ramai suasana pameran buku. Begitu melihat berbagai etalase buku-buku yang bermutu, langsung ngebet deh ingin borong buku, gak tahan lagi, sudah lebih dari 10 tahun tidak lihat pameran buku. Dengan mempertimbangan dana yang ada akhirnya aku beli buku autografi Bung Hatta terbitan Kompas Gramedia 1 set yang terdiri atas 3 buku. Ku ambil lagi buku Kalimantan Tempoe Doeloe yang lumayan tebal terbitan Komunitas Bambu. Terakhir sebuah cetakan Alqur’an yang indah dengan sistem blok tajwid berwarna. Di ujung lorong booth buku nampak ramai orang menonton pertunjukkan tarian tradisional Kalimantan yang nampaknya diperagakan oleh anak-anak pelajar SMU. Sayang aku tidak membawa kamera Canon Rebel T3 maupun ponsel BB sehingga tidak bisa mengambil foto event. Namun malam telah larut, aku bergegas meninggalkan pameran buku.

Dibagikan dari Google Keep

Iklan

Dunia Yang Makin Paperless

15 Des

Hari aku menerima dua buki tebal, benar-benar tebal, dari supplier spare part pabrik. Buku tebal…terasa aneh..hingga sekarang. Buku tebal merupakan sesuatu yang mewah di zaman sekolah maupun kuliah dulu. Menunjukkan kedalaman dan keluasan topik yang dikupas oleh buku tersebut. Sekaligus sesuatu yang susah dibeli karena pasti biaya produksi buku tersebut dan royaltinya mahal. Kini di era yang semakin digital, material jilidan kertas semakin tergerus oleh material jilidan dalam bentuk softcopy. Jadi seseorang yang memiliki buku sebanyak lemari tidak perlu menjinjing kemana-mana buku tersebut. Cukup membawa piranti pembaca seperti komputer tablet, e-reader, ataupun notebook. Semakin portable dan mobile. Tren ini semakin dominan di negara maju. Pangsa pasar media cetak sudah kalah oleh media digital. Kecenderungan semacam itu juga mulai merebak di Indonesia. Makin banyak penerbit buku yang membuat buku dalam format digital. Secara tidak langsung mengurangi konsumsi kertas yang berarti mengurangi permintaan bubur kertas/pulp. Notabene pulp diproduksi oleh di hutan-hutan tropis Asia, Afrika, dan benua Amerika. Turut membantu penyelamatan konservasi hutan tropis dunia. Namun efek sampingnya masalah pembajakan hak cipta makin merajalela. Namun yakinlah, pencipta pasti lebih memiliki amal shaleh daripada penjiplak. Semakin banyak karya ciptanya dibaca orang, semoga amal kebajikan juga mengalir kepada pencipta/penulisnya. Amin.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Posted from WordPress for BlackBerry.

%d blogger menyukai ini: