Tag Archives: boiler

Pembangkit Daya dan Uap

13 Apr

Proses pengolahan kelapa sawit banyak memanfaatkan uap air jenuh di samping penggerak utama mesin pengolah adalah electromotor. Suplai daya listriknya diasediakan oleh turbin dan suplai uap airnya memanfaatkan uap bekas turbin. Uap air penggerak turbin dihasilkan oleh ketel uap (boiler).

Boiler adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan steam atau uap air. Bahan bakar yang digunakan adalah limbah dari pabrik kelapa sawit yaitu fiber dan shell.
Boiler terdiri dari bagian-bagian sebagi berikut :
a) Upper drum, berfungsi sebagai penampung uap. Pada upper drum dilengkapi dengan steam sparator yang berfungsi untuk memisahkan uap dan air sehingga air tidak terbawa masuk pada pipa uap.
b) Lower drum, berfungsi sebagai tempat penampungan air yang dipanaskan dalam pipa–pipa. Karena adanya perbedaan suhu, air dengan suhu yang lebih tinggi akan memiliki massa jenis yang lebih rendah sehingga dapat mengalir secara alami naik pada pipa riser.
c) Super heater pipe, berfungsi untuk menggerakan turbin diperlukan uap kering. Uap yang keluar dari upper drum merupakan uap basah oleh karena itu diperlukan pipa super heater untuk pemanasan lanjut uap basah sehingga menjadi uap kering.
d) Pipa–pipa, sebagai tempat pemanasan air, ada dua macam yaitu pipa riser yang menghubungkan header depan, belakan, samping kanan dan kiri dengan upper drum, serta pipa down comer yang menghubungkan upper drum dan lower drum.
e) Ash hopper, merupakan unit penampung abu yang terikut dalam udara panas hasil pembakaran. Didalam ash hopper terdapat multicyclone yang berfungsi menangkap abu sehingga jatuh kebawah dan tidak terikut dalam udara.
f) Chimney, merupakan cerobong tempat keluarnya gas sisa pembakaran dari ruang bakar yang dihisap oleh Induced Draft Fan. Cerobong asap memiliki standart ketinggian tertentu agar tidak mencemari udara di lingkungan sekitar.
g) Alat pengaman, digunakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, diantaranya adalah : 1. Safety valve (katub pengaman),.untuk mencegah tekanan uap yang berlebihan. 2. Water level alarm, berfungsi sebagai tanda jika level air pada upper drum terlalu rendah atau terlalu tinggi. 3. Barometer, berfungsi sebagai penunjuk tekanan uap dan air. 4. Gelas penduga, berfungsi sebagai penunjuk level air pada upper drum. 5. Modulating valve, berfungsi sebagai katub pengatur air umpan untuk mencegah terjadinya low water level pada upper drum. 6. Steam Check Valve, berfungsi untuk mencegah adanya back preasure pada pipa uap. 7. Thermometer untuk menunjukkan suhu pada boiler.
h) Shoot Blower, untuk membersihkan deposit abu pada ruang bakar 2.
i) Blow Down Valve, berfungsi untuk mengeluarkan air dari dalam upper drum untuk menjaga level air dan menjaga kandungan solid (TDS = Total Disolved Solid) dalam air.
Hal-hal yang harus patut dalam pengoperasian boiler adalah :
Baca lebih lanjut

Iklan

Efisiensi Boiler dan Feasibility Turbin : Kebersihan Pipa

9 Des

Boiler kelas medium yang dibangun sekarang ini semakin sophisticated dan makin tinggi efisiensinya. Kelas medium di sini maksudnya untuk kapasitas 50 ton air per jam, dengan turbin di bawah 3 MW. Meski semakin canggih, namun tata kelola tetap berlaku prinsip-prinsip lama terutama kebersihan internal boiler. Baik kebersihan di dalam water tube termasuk upper drum dan lower drum. Juga kebersihan di luar water tubes dari jelaga dan kerak (scale). Kebersihan tersebut sangat berpengaruh terhadap kinerja boiler yang otomatis berpengaruh terhadap unjuk kerja turbin uap dalam menghasilkan daya listrik. Prinsip sederhana, kebersihan, namun sangat mendasar dan menyasar dengan efektif. Kebersihan piping dan drum berhubungan erat dengan efisiensi boiler dalam perpindahan kalor dari fluegas ke air di dalam water tubes. Parameter yang jelas terlihat dari pengaruh tersebut adalah stabilitas temperatur uap kering (superheated steam), fluktuasi debit air umpan boiler yang melebihi kapasitas desain, dan temperatur gas buang cerobong yang masih terlalu tinggi. Mengindikasikan hambatan penyerapan panas oleh air dan uap di dalam sistem. Ujungnya adalah merosotnya performa turbin uap.
Pembersihan sisi luar piping bisa dengan cara manual, menyemprot dengan selang kompresor. Namun kerak harus dengan sekrap atau brush hingga tuntas. Atau bahkan dengan baji jika lebih tebal dan keras lagi. Tentu ini makan waktu mengingat banyak jumlah piping di dalam boiler di Pass I, Pass II, dan Pas III. Belum lagi pembersihan di upper drum dan lower drum.
Terutama kebersihan steam separator dan baffle di upper drum. Kebersihan, bukan hanya untuk makhluk hidup, juga untuk makhluk mati yang berhubungan dengan makhluk hidup. Semoga bermanfaat… Bagaimana pendapat anda.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Posted from WordPress for BlackBerry.

%d blogger menyukai ini: