Tag Archives: blackberry gemini

Upgrade Jelly Bean Cicipi BBM

24 Des

Sudah lama gembar-gembor perangkat android bisa dipasang software aplikasi blackberry messenger (BBM) yang kesohor dan eksklusif. Penasaran kali dengan fitur tersebut. Maklum, sudah lebih dari 4 tahun memakai ponsel Blackberry. Padahal saya lebih menyukai android dibandingkan blackberry. Sebelum memakai android Samsung Galaxy Ace, akhirnya berganti dengan Blackberry Gemini karena lingkungan kerja perusahaan yang “mewajibkan” stafnya membeli hp blackberry. Seri gemini generasi pertama yang aku pilih, masih harga kepala 3 jeti. Gemini dan Onyx merupakan ponsel bb pertama yang memakai trackpad. RIM mulai beralih dari teknologi trackball ke trackpad optis. Seri onyx pertama muncul harganya di atas 5 jeti dan merupakan hp flagship bb pada saat itu. Jadi gak kuat beli terlampau mahal sehingga terpilih blackberry gemini. Ternyata gemini tangguh dan tahan banting juga, beberapa kali jatuh ke lantai dan dibanting oleh anak-anakku. Usia pakai gemini lebih dari 3 tahun, tidak pernah soak baterenya. Cuma kelemahannya pada karet di sisi samping body yang kemudian getas dan lepas. Bandingkan dengan samsung galaxy ace, tiap satu semester minta ganti batere karena gembung dan soak. Tidak ada perbedaan signifikan antara batere ori dgn kw. Blackberry bellagio yang telah kupakai selama setahun barusan ganti batere karena soak juga. Padahal pola pakai mirip saja tidak ada perlakuan khusus, masih kadang lupa dicas hingga pagi atau dicas dalam kondisi aktif tanpa dimatikan.
Mencoba bb di android Galaxy Ace tidak mungkin, tidak support karena terlalu tua, masih versi jadul gingerbread. Masih ada galaxy tab2 7.0 yang aku miliki lebih dari enam bulan. Komputer tablet 7 inci ini khusus dipakai buat menyalurkan hobi menulis blog, sekali-kali untuk membantu pekerjaan. Setelah mencari-cari di google play tidak ketemu juga. Setelah browsing baru tahu jika bbm versi android baru bisa di versi jelly bean ke atas. Samsung galaxy tab2 7 inci ini versi android ice cream sandwich. Bete jadinya tidak tersalurkan mencicipi bbm versi android. Mencoba upgrade ke jelly bean berkali-kali gagal. Bulan kemarin tiba-tiba ada angin surga datang. Internet via wifi di perumahan perusahaan kembali aktif setelah lebih dari setahun mati suri. Sontak upgrade android ke jelly bean menjadi mulus tak terasa. Galaxy tab2 kini menjadi versi android jelly bean dan langsung instal bbm untuk android. Lumayan bagus, walaupun tidak selancar di platform handset blackberry namun sudah mendekati. Apalagi versi bbm makin diperbaharui dengan berbagai fitur menarik, bersaing dengan aplikasi instan messaging multiplatform yang sudah hadir lebih duluan seperti whatsapp dan line atau kakao talk.

Dibagikan dari Google Keep

Iklan

Makin Produktif Ngeblog dengan Android

24 Apr

Bukan promosi android namun sekedar sharing pengalaman pribadi. Sebelumnya aku menulis postingan di laptop baru ditransfer ke Blackberry Gemini lalu diupload. Aktivitas yang kurang memuaskan sehingga sering menyambangi warnet ke kecamatan yang berjarak 15 km dari tempat pemukiman. Ini salah satu kendalaku dalam ngeblog baik lewat situs wordpress maupun kompasiana, apalagi kalo baca-baca postingan teman, lambat sekali. Karena akses satu-satunya adalah lewat internet gprs yang towernya B TS ada di daerah kecamatan. Maklum pedalaman Kalimantan yang jauh dari gambaran metropolis denagn akses transportasi dan komunikasi yang terbatas. Kekuatan sinyal BTS tinggal 1-2 balok saja di pemukiman, belum lagi jika cuaca buruk lebih susah lagi mendapatkan sinyal. Strategi awal aku pasang modem yang diperpanjang dengan dua atau tiga kabel extender USB supaya bisa menangkap sinyal yang stabil. Jika lebih dari tiga kabel modem tidak terdeteksi karena tegangan kabel drop. Koneksi pun tidak stabil, kalau putus koneksi halaman yang dibuka jadi hilang semua terus diconect manual. Sejak pertengahan tahun kemarin lagi gencar-gencarnya perkembangan awal teknologi android dalam bentuk handphone menyodok ke atas bersaing dengan Iphone dan Blackberry di kelas smartphone. Iphone tidak masuk kalkulasi karena begitu mahalnya dan tidak lebih bagus untuk penggunaan sehari-hari dari Blackberry seri  Gemini yang aku dapat seharga 2,8 juta. Ponsel Gemini hampir setahun dipakai, terbatas pada handheld itu sendiri. Transfer data via bluetooth tidak lancar, kurang kompatibel dengan laptop Acer. Setelah puluhan kali berpikir dan menimbang akhirnya aku putuskan untuk membeli ponsel android yang kelas menengah. Pada bulan kedua tahun ini ada seorang teman yang berangkat ke ibukota, aku pun titip dia ponsel android merek Korea yang baru dirilis seharga 2,9 juta. Dua minggu kemudian di balik ke pemukiman, langsung ponsel tersebut saya otak-atik settingannya dan coba-coba. Sudah 2 bulan diperguanakan sungguh sangat memuaskan. Ponsel android saya set sebagai access point wifi dan portable hotspot, ditaruh di atas jendela untuk menangkap sinyal yang stabil. Daya tangkap sinyal GSM memuaskan, lebih bagus dari modem dan jika kehilangan sinyal sejenak secara otomatis kontak kembali ketika sinyal kembali muncul. Benar-benar memuaskan bagi orang yang miskin sinyal dan terisolir, bisa kembali membuka jendela dunia. Fungsi push emailnya seperti Blackberry khusus untuk account Gmail, terasa memakai sms meski masih kalah dengan BB yang bisa menghandle bermacam-macam account email. Tapi kalau emailnya bisa dikonsentrasikan di Gmail maka tidak perlu BB  lagi. Berkat ponsel android makin produktif ngeblog menyalurkan hobi menulis. Meski sekarang lagi rame berita BB Playbook, tidak tertarik. Habis katanya Playbook masih perlu ponsel BB sebagai thetering. Aku sudah pakai ponsel android untuk thetering dengan laptopku. Satu kelemahan yang ponsel android ini adalah borosnya pemakaian daya batere. Selebihnya oke saja. Kondisi terisolir tersebut  masih jauh lebih bagus dibanding sebelum 2008 dimana aku harus pergi ke kota kabupaten sejauh hampir 100 km dengan kondisi jalan yang rusak berat untuk merasakan sinyal telekomunikasi seluler. Alhamdulillah…

%d blogger menyukai ini: