Central Kuliner

6 Des

image

Setelah berdiri “Kuliner Rakyat” yang dibangun pemkab di Jl. RA Kartini, tidak jauh dari situ muncul “Central Kuliner”. Mengusung konsep yang sama namun dengan luasan yang lebih kecil namun terlihat lebih bersih dan elegan. Menurutku tempat ini dibangun oleh pribadi/perorangan. Dulunya merupakan rumah makan yang menawarkan berbagai macam soto seperti soto madura,soto babat, soto betawi, dan lainnya. Penulis pernah sekali berkunjung tapi memang sepi dan citarasa tidak istimewa sehingga sekali datang tidak kembali. Lama tutup dan kelihatan dipugar.
image

Setelah selesai pemugaran dan beroperasi kembali ternyata berubah drastis dengan meniru theme yang mirip “Selera Rakyat”.
Dilihat dari luar terlihat dengan jelas papan nama “Central Kuliner, Pusat Makanan dan Jajanan Serba Ada”. Area parkir mobil disediakan di depan, parkir sepeda motor di samping. Di beranda tampak penjual sate sedang membakar sate dan penjual goreng tengah menggoreng mendoan. Aromanya yang khas membangkitkan selera makan.
image

Begitu masuk ke dalam terhampar deretan lesehan dan meja kursi. Jadi pelanggan bisa memilih makan dengan duduk di kursi meja atau santai di lesehan. Lantai depot terdiri dari keramik putih yang bersih. Meskipun luasan Central Kuliner lebih kecil daripada Kuliner Rakyat namun lebih bersih. Terlebih tersedia toilet selain wastafel, ini poin plus tentunya. Setelah duduk lesehan, pramusaji menghampiri. Aku memesan sate ayam dan gado-gado serta es krim.
image

Dari cita rasa sangat bersaing, bagus. Harga makanan minuman juga sangat kompetitif. Persaingan yang positif dengan depot terintegrasi yang sudah hadir duluan yaitu Kuliner Rakyat (Selera Rakyat).
image

Soto Kikil

6 Agu
image

Depot Soto Kikil

Hari yang terik, sebuah siang yang panas aku berjalan lagi ke Grogot bersama 2 orang kolega. Untuk makan siang kami singgah ke warung soto kikil. Berlokasi di pinggir jalan samping kantor bupati/DPRD, tidak jauh dari bank Mandiri dan swalayan Indomaret. Gerainya sederhana, sebuah rumah papan bercat hijau muda. Etalase depot ditaruh di depan sehingga jelas terlihat bagi pengunjung. Bertuliskan “soto kikil dan ayam” sebagai menu utama. Konon cerita dari rekan-rekan yang pernah berkunjung ke warung tersebut soto kikil merupakan menu istimewa, enak banget katanya. Kami memesan 3 porsi soto kikil pakai nasi. Tidak pakai lama datanglah semangkuk soto kikil panas. Sesendok kuah aku sruput untuk merasakan citarasanya. Hmm..segar dan nikmat, terasa sekali citarasa soto. Lantas ditambahi perasan seiris jeruk purut dan secolek sambal dan kecap manis. Kecambah pun mengambil sendiri sesuai selera dari mangkuk di meja. Nyaman bujur, tapi menurutku tidak selaras dengan judulnya sebagai soto kikil. Irisan daging kulit kikil memang ada tapi lebih dominan jeroan. Dalam pikiranku kikil merupakan kulit kaki kambing atau sapi, memiliki citarasa khas yang kenyal dan gurih. Warung soto ini cukup ramai bahkan sejumlah pelanggan mengenakan baju seragam PNS pemda. Penjualnya seorang pria paruh baya, sangat ramah dan supel dalam melayani pelanggan.

image

Soto Kikil

Angsle, Bubur Campursari Khas Jawa Timur

4 Agu
image

Angsle K5 Tepian Kandilo

Di tepian sungai Kandilo, Tanahgrogot, banyak sekali penjual kaki lima berjualan berbagai jenis makanan di malam hari. Bahkan kini bertambah ramai dengan penjual batu akik. Suatu malam Minggu, aku mengantar anak-anak ke taman bermain tepian Kandilo untuk beli kembang api. Ada gerai kaki lima yang membetot perhatianku, tampaknya baru, makanan angsle. Sebuah jenis bubur ketan dan kacang hijau dicampur dengan beberapa jenis isian. seperti roti tawar, butiran mutiara sagu, dengan adonan santan kelapa yg encer dan aroma jahe. Disajikan hangat di dalaam wadah mangkuk,teringat ronde jadinya. Angsle merupakan makanan khas Jawa Timur, banyak dijual di daerah eks Karesidenan Kediri seperti Blitar, Trenggalek, dan Tulungagung. Dulu sewaktu masih di kampung halaman masih jarang bertemu penjual angsle. Begitu berjumpa di Tanahgrogot, langsung deh aku samperin makan seporsi. Rasanya asli angsle, dengan tektur dominan ketan putih, ketan hitam, kacang hijau, dan aroma jahe. Top markotop, recomended. Namun menurutku citarasa jahe masih kurang kuat, perlu dinaikkan sedikit. Makann semangkuk langsung kenyang, seporsi banyak betul isinya. Makan angsle sambil bernostalgia, mengingaat-ingat masa lalu…

image

Angsle

Bamboo Rafting Loksado dan Batu Akik Red Amandit

26 Jul
image

Gerbang Wisata Alam Loksado

Liburan lebaran kemarin aku bersilaturahmi dengan kerabat di Kandangan, Kalimantan Selatan. Berangkat sebelum Subuh, tiba di Kandangan selepas Isa. Menginap semalam, pagi hari minum teh dan kopi sambil makan camilan, pisang goreng dan wadai lainnya diselingi bercakap-cakap. Adat istiadat khas masyarakat Kandangan sebelum makan pagi yang kental hubungan sosialnya. Selepas makan pagi, kami berangkat menuju Loksado, obyek wisata alam yang populer berkendara 2 mobil minibus. Menyusuri perbukitan dengan jalan aspal sempit yang berkelok-kelok dan terjal selama satu jam. Tiba di Loksado hulu sungai Andamit, lokasi bamboo rafting yang unik. Merupakan salah satu wisata berbasis kearifan lokal. Sungai Amandit bersumber air dari pegunungan Meratus, masih sangat jernih alami. Jika beruntung anda dapat menemukan batu akik Red Amandit yang langka di sungai Amandit. Ujung hilir sungai Amandit terbelah dua menjadi sungai Bangkan dan sungai Kalumpang yang semuanya akan bermuara ke sungai Barito.

image

Bamboo Rafting

Bamboo rafting mulai dari Laksado dengan akhir di Tanuhi, berdurasi 2-3 jam berjarak tempuh sekitar 8 km. Waktu yang tepat untuk menikmati bamboo rafting adalah musim penghujan dimana debit sungai Amandit mencapai puncaknya. Pada saat itu riam-riam lebih deras dan dalam sehingga adrenalin lebih terpacu. Wahana yang gunakan pada bamboo rafting adalah rakit yang dibuat dari susunan batang bambu. Terdiri atas sekitar 10 batang bambu ukuran 7-8 meter. Satu rakit berkapasitas maksimal 3 orang penumpang dan 1 orang joki. Rakit bambu dalam bahasa lokal adalah lanting paring. Ecowisata ini berasal dari kearifan lokal masyarakat Dayak pegunungan Meratus yang turun menurun. Mereka secara tradisional berdagang menjual batang-batang bambu maupun hasil alam lainnya dengan mengikuti arus sungai Amandit dari Laksado menuju kota Kandangan dengan berkendara rakit bamboo selama dua hari. Masyarakat Dayak Meratus tradisional masih bisa dijumpai di Laksado hingga sekarang dan menjadi salah satu wisata selain bamboo rafting, pemandian air panas, dan air terjun.
Tarif bamboo rafting sekali jalan adalah 250 ribu dengan rute Loksado – Tanuhi.

image

Sungai Amandit

Setahun sekali ada event Festival Bamboo Rafting dengan rute Laksado-Kandangan. Diselenggarakan Dinas Pariwisata kabupaten Hulu Sungai Selatan pada saat debit sungai Amandit mencapai puncaknya di musim penghujan.

Pemandian Air Panas Tanuhi

26 Jul
image

Obyek Wisata Air Panas Tanuhi

Sehabis terpapar segar dinginnya arus air sungai Amandit kini saatnya berendam di dalam kehangatan kolam pemandian air panas Tanuhi. Masih di kawasan Loksado, pemandian air panas Tanuhi memang sebuah kolam yang airnya hangat karena berasal dari sumber air panas. Air kolam dicampur dengan air dingin supaya tidak terlalu panas buat mandi dan berendam. Kalau di sumber air panas tampak uap yang mengepul keluar tanda memang benar-benar panas mendidih. Sumber air panas terletak tidak jauh dari kolam pemandian. Posisinya di tanah yang lebih tinggi sehingga cukup dialirkan secara gravitasi tidak pompa kecuali ke cottage berlantai dua yang ada di dalam obyek wisata.

image

Kolam Air Panas

Kolam pemandian sebenarnya ada empat buah yang terdiri dari dua kolam besar dan dua kolam kecil. Dua kolam kecil adalah kolam air panas, satu tanpa atap dan satunya dengan atap.

image

Kolam Air Panas

Dua kolam besar terdiri dari satu kolam dewasa dan satu kolam anak-anak. Keduanya adalah kolam air dingin. Jika anda ingin berendam air panas jangan langsung menceburkan diri ke dalam kolam. Bertahap mulai dari kaki supaya badan tidak kaget. Sangat nikmat rasanya berendam air panas Tanuhi setelah bermain air sungai Amandit.

image

Kolam Renang Dewasa

Obyek wisata Air Panas Tanuhi dilengkapi dengan fasilitas lapangan tenis dan vila (cottage) yang dikelola Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kalau aku hitung ada 10 buah bangunan vila dua lantai yang disewakan per kamar. Tarif kamar lantai satu lebih mahal dari lantai atas. Tarif villa untuk blok B pada di kamar bawah 275 ribu per malam dan di kamar atas 165. ribu per kamar. Tarif untuk blok A ialah 220 ribu per malam di kamar bawah dan 165 ribu per malam di kamar atas.

image

Villa Air Panas Tanuhi

Pada saat musim liburan biasanya kamar villa sudah ludes dibooking pengunjung. Namun disayangkan kondisi obyek wisata kurang terawat dengan baik. Apalagi sampah berceceran akibat pengunjung yang tidak disiplin meskipun sudah terpampang tanda peringatan supaya sampah dibuang di tempat sampah,  “Andak Ratik Ke Wadahnya”.
Sore hari kami balik ke rumah kerabat di Kandangan, menginap lagi satu malam. Pagi kami menyempatkan diri makam katupat Kandangan yang populer. Katupat Kandangan yang asli tekturnya lebih keras dibandingkan ketupat Jawa. Mirip dengan nasi khas Kalimantan yang teksturnya juga lebih akas dibandingkan nasi orang Jawa, apalagi nasi liwet.

image

Katupat Kandangan yang original

%d blogger menyukai ini: