Arsip | Teknologi RSS feed for this section

Upgrade Mulus Moto G ke Android Kitkat 4.4.4

24 Jul

Handphone Motorola Moto G yang aku gaet di beberapa pekan yang lalu memakai operating system Android Kitkat 4.4.2 bawaan pabrik. Secara on the air Motorola memberi tahu pengguna ponsel Moto G bahwa update Android Kitkat 4.4.4 telah tersedia. Aku cek besarnya file update sekitar 120 mb, lebih kecil dari pengalaman pertama upgrade Jelly Bean yang lebih besar dari 200 mb. Aku pernah upgrade tablet 7 inch Samsung Galaxy Tab2 dari Android 4.0 Ice Cream Sandwich ke 4.1 Jelly Bean. Tatkala menerima notifikasi update Kitkat, segera aku download via jaringan wifi. Di situs internet memang disebutkan bahwa Motorola akan menyediakan update Kitkat 4.4.4 dimana versi pertama Moto G disematkan Android Kitkat 4.4.1. Moto G punyaku edisi double simcard mengusung Android Kitkat 4.4.2. Usai download file update, ponsel Moto G langsung autoinstall dan restart. Ponsel hidup lagi dan secara visual tidak ada perubahan yang mencolok. Pada posisi masih kitkat 4.4.2 layar ponsel menampilkan dua indikator simcard. Walaupun hanya satu saja simcard yang dipasang serta pada menu setting simcard2 sudah disable. Pada posisi kitkat 4.4.4 layar ponsel sudah betul dengan hanya menampilkan 1 indikator simcard yang aktif saja dengan settingan yang sama. Tampilan menu tidak ada perubahan, perpindahan antar menu dan window multitasking tetap halus dan lancar dengan tampilan transisi perpindahan yang cantik. Menurut kabar kitkat 4.4.4 memang bukan update besar. Konon untuk meningkatkan keamanan dengan menambal bug SSL yang sempat heboh di dunia maya. Makanya Motorola tidak membenamkan kitkat 4.4.3 pada ponsel produksi barunya. Malahan bertahan di kitkat 4.4.2 sambil menyiapkan update terbaru kitkat 4.4.4 yang memuat patch keamanan terbesar di jagat berkenaan dengan isu lubang SSL. Omong-omong hanya moto G dan moto X saja yang menikmati update. Moto E tidak yang menyasar pasar low end tidak disediakan. Mungkin spesifikasinya tidak medukung kitkat 4.4.4.

Shared from Google Keep

Sayonara Winamp

24 Des

Satu lagi perangkat lunak populer kemarin mangkat. Aku sendiri sangat akrab dengan program aplikasi winamp untuk memutar file lagu berformat cd dan mp3. Pertama mengenal winamp semenjak menyentuh pc multimedia sebelum tahun 2000. Bahkan hingga kini di laptopku yang intel haswell, intel core generasi keempat dengan operating system windows 8.1 64bit selalu tersemat perangkat lunak pemutar musik Winamp. Tidak puas memutar lagu jika tidak menggunakan program winamp. Namun lacur, mungkin untuk generasi manusia berikutnya tidak memakai winamp sebagai pemutar musik. Tidak ada alasan yang pasti dari penutupan winamp oleh AOL. Sempat kabarkan ada investor yang mau membeli winamp, tapi akhirnya ditutup juga. Yang pasti menurut hemat sehat mengindikasikan sudah tidak menguntungkan lagi secara bisnis dalam mengembangkan dan merilis program winamp. Teringat kebangkrutan kodak di sektor kamera, ibm di sektor printer hardisk dan komputer kelas konsumer. Suatu kegagalan adaptasi terhadap perubahan pasar dan perilaku konsumen.

Dibagikan dari Google Keep

Total Productive Maintenance

17 Apr

TPM (Total Productive Maintenance) merupakan upaya sebuah perusahan yang didasarkan kerja sama kelompok yang luas untuk membangun kualitas dan meningkatkan efektivitas semua peralatan. Total:  semua pekerja terlibat; bertujuan menghilangkan semua kecelakaan, cacat produk, dan breakdown. Productive: dilaksanakan meskipun dalam proses produksi; meminimalkan masalah Maintenance: dijaga dalam kondisis bagus; perbaikan, pembersihan dan pelumasan. TPM mengkombinasikan praktik preventive maintenance tradisional amerika dengan total quality control dan total employee involment, untuk menciptakan budaya di mana operator mengembangkan rasa memiliki terhadap alat dan menjadi rekan sepenuhnya maintenance, engineering dan manajemen untuk menjamin alat beroperasi dengan baik tiap hari. Sejumlah konsep umum TQM tidak berjalan dengan baik di dalam lingkungan maintenance. Keperluan untuk mendapatkan yang lebih dari pada preventive maintenance diketahui dengan cepat oleh perusahaan yang melaksanakan TQM.  
Prinsip-prinsip TPM:
– Meningkatkan efektivitas semua peralatan
– Memperbaiki system perawatan terencana
– Operator merupakan monitor keadaan yang terbaik
– Menyediakan pelatihan untuk meningkatkan skill pengoperasian dan perawatan
– Melibatkan semua orang dan memanfaatkan kerja sama team lintas fungsi yang bersifat perawatan mandiri.

Baca lebih lanjut

Laboratorium

14 Apr

image

Peranan laboratorium di dalam pabrik kelapa sawit adalah melaksanakan fungsi kontrol kualitas yaitu memberikan data parameter mutu material yang terlibat proses produksi dari kualitas TBS, fungsi kontrol proses yaitu memberikan data mengenai hasil produksi alat-alat produksi yang digunakan di dalam pabrik sehingga dapat diketahui kinerjanya.   Kontrol kualitas produksi meliputi: Crude Palm Oil (FFA atau ALB, Moisture, Dirt/kadar kotoran, Nilai Peroksida), Kernel (Moisture/kadar air, Dirt/kadar kotoran, Broken kernel/kadar kernel pecah), Effluent/Limbah (Alkalinity, VFA Volatile Fatty Acid), Padatan Total dan padatan tersuspensi, Oil dan Grease, BOD, COD, Total nitrogen sebagai N-NH3, dan lain-lain.  
Kontrol proses meliputi:
1. CPO
a) Sterilizer condensate
b) Presscake
c) Clarifier underflow
d) Heavy Phase
e) Oil Produksi
f) Crude Oil
2. Kernel
a) Fibre cyclone
b) Destoner
c) Ripple mill
d) LTDS I
e) LTDS II
f) Feed Hydrocyclone
g) Shell ex hydrocyclone
h) Broken kernel
i) Kernel produksi
3. Air
a) Raw water
b) Pre-softener
c) After-softener
d) Feedwater boiler
4. Effluent
a) Anaerobic pond
b) Land Aplikasi
5. USB (Unstripped Bunches), dan lain-lain.  

Pengambilan Sampel Data-data sebagai dasar analisa kontrol tersebut didapat dari sample yang diambil oleh petugas sampel di beberapa titik di lingkungan pabrik, yaitu
1. Oil dan Kernel
a) Oil Despatch : di atas tanki minyak
b) Storage Tank : dari atas storage tank melalui main hole
c) Kernel : dari dry kernel conveyor
2. Process Control
a) Sterilizer condensate: basculator kondensat sterilizer
b) Heavy Phase: keluaran basculator heavy phase dari sludge centrifuge c) Oil produksi : kran/valve setelah vacuum dryer
d) Crude oil : minyak yang mau masuk ke vibrating screen
e) Clarifier underflow: saluran underflow (skimer sludge) tiap-tiap clarifier
f) Oil feeding purifier: saluran inlet purifier
g) Oil feeding vacuum dryer: saluran outlet purifier
h) Press cake fibre: saluran keluar masing-masing screw press
i) Riplle mill : keluaran (chute) setiap ripple mill
j) Feed hydrocyclone: saluran keluar LTDS II sebelum masuk hydrocyclone
k) Kernel gabungan: di ujung wet kernel conveyor
l) Kernel produksi : dry kernel conveyor
m) Fibrecyclone: chute setelah airlock fibrecyclone
n) LTDS I : keluaran dari basculator LTDS I
o) LTDS II : keluaran dari basculator LTDS II
p) USB: horizontal empty bunch conveyor
3. Analisa air
a) Raw water : water intake
b) Sebelum softener: saluran masuk ke softener
c) Setelah softener : sampling point setelah softener
d) Feedwater boiler: sampling point yang telah ditentukan
4. Effluent
a) Anaerobic pond : masing-masing anaerobic pond
b) Land aplikasi : contact pond dan sampling points yang telah ditentukan (sumur pantau, flatbed)
5. USB (Unstripped Bunches), diambil di horizontal Empty Bunch Conveyor.  

Baca lebih lanjut

Perawatan dan Workshop (Maintenance)

14 Apr

image

Perawatan adalah hal yang sangat penting bagi suatu alat dengan tujuan utama untuk membuat alat tersebut memiliki availability atau ketersediaan yang tinggi untuk dapat melaksanakan fungsinya dalam proses produksi. Tugas perawatan ini diemban oleh bagian maintenance, selain itu bagian maintenance juga menjalankan operasional workshop/bengkel kerja untuk melaksanakan fabrikasi. Secara umum perawatan terbagi menjadi schedule/prediktive maintenance, preventive maintenance dan breakdown maintenance. Scheduled/Predictive Maintenance. Predictive maintenance merupakan kegiatan atau tindakan perawatan terhadap suatu unit dengan mengamati gejala-gejala yang terukur sehingga dapat menghindarkan unit tersebut rusak pada saat beroperasi atau perawatan yang dilakukan di masa mendatang yang telah direncanakan terlebih dahulu. Ada beberapa alat yang digunakan untuk melakukan perawatan prediktif diantaranya : hourmeter, tachometer, vibrometer, mergermeter, thicknessmeter, amperemeter, earthingmeter, loadcell.

1. Hourmeter
Hourmeter adalah piranti untuk mengukur seberapa lama unit tersebut bekerja atau jumlah jam operasi. Data hourmeter menjadi acuan terhadap analisis penggantian komponen-komponen kritis yang mengalami beban keausan.
Berikut standart hourmeter penggantian komponen vital pada pabrik:
A. Presscake dan wormscrew
B. Kingcracker
C. Cone Hydrocyclone
D. Digester, dll        

2. Tachometer
Tachometer merupakan alat/piranti untuk mengukur kecepatan suatu unit berputar. Apabila suatu unit tersebut telah ditetapkan standart rpm operasi maka penyimpangan rpm (lebih besar ataupun lebih) kecil mengindikasikan adanya trouble.

3. Vibrometer
Vibrometer ialah piranti untuk mengamati atau mengukur getaran yang dialami unit ketika beroperasi. Setiap mesin yang bergerak atau berputar akan senantiasa menghasilkan getaran (vibration). Namun apabila getaran tersebut melebihi standart yang ditetapkan, hal ini mengindikasikan adanya trouble misalnya bearing yang aus.

4. Mergermeter
Mergermeter merupakan peralatan untuk mengamati atau mengukur tahanan listrik atau resistensi dari isolasi suatu motor listrik. Dengan pengukuran resistensi isolasi motor listrik dapat diketahui kondisi motor listrik apakah rawan terbakar atau masih layak operasi. Standart megertest ditetapkan 500 Ohm, jadi bila ada electromotor didapati nilai megertest lebih kecil dari 500 Ohm maka electromotor  tersebut isolasinya lemah sehingga dapat diplankan untuk diserlak ulang.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: