Arsip | Pertahanan RSS feed for this section

Legenda Hidup Senapan Kalashnikov Meninggal

27 Des
Mikhail kalashnikov

Mikhail Kalashnikov dan senapan AK-47 (Foto: RIA Novosti).

Pencipta senapan serbu yang paling banyak dipakai dunia, Mikhail Timoveyevich Kalashnikov, akhirnya meninggal dunia pada tanggal 23 Desember 2013 pada usia 94 tahun di rumah sakit Rusia. Kalashnikov sangat berjasa dalam mendesain senapan serbu AK-47 pada masa Perangg Dunia II. Senapan Kalashnikov menjadi senjata yang sangat populer karena keandalan dan ketangguhannya, diproduksi oleh puluhan negara dunia. Bersaing dengan senapan serbu populer asal AS (M-16) yang didesain oleh Eugene Stoner. Beliau lahir di Kurya Altai-Krai (10 November 1919), bekerja dan meninggal di kota Izhevsk di Udmurtia Siberia, 1300 km timur Moskow. Hidupnya sederhana meskipun seorang purnawirawan jenderal bintang dunia. Padahal senjata desainnya diproduksi lebih dari 100 juta unit oleh belahan dunia. Kalashnikov memang tidak pernah mematenkan desain senapan serbu tersebut. Bahkan beberapa bulan sebelum meninggal dunia, dia menghibahkan nama Kalashnikov kepada perusahaan Rusia Izmash yang selama ini memproduksi senapan serbu AK-47 dan variannya. Gaya hidupnya sangat bertolak belakang dengan sejawatnya pencipta desain M-16 Amerika Serikat, Eugene Stoner yang memegang lebih dari 100 paten. Ketika mereka bertemu pada tahun 1990 di Dulles International Airport Washington DC, Mikhail Kalashnikov menyampaikan bahwa Stoner di AS mampu menerbangkan sendiri pesawat terbang pribadi namun dirinya untuk membeli tiket penerbangan dari Izhevsk ke Moskow saja nyaris tidak mampu. Itulah sepotong profil Mikhail Kalashnikov, mantan prajurit Rusia yang terluka dalam pertempuran berat Perang Dunia II, pertempuran Bryansk 1941. Sebuah pertempuran yang kesohor dalam Operasi Barbarosa yang dilancarkan Jerman terhadap Uni Sovyet hingga puncaknya pada pertempuran Leningrad 1942. Eugene Stoner sendiri sudah meninggal mendahului Kalashnikov di tahun 1997 pada usia 74 tahun.

Iklan

Daya Saing Industri Alutsista

27 Mei

Peningkatan kapasitas teknologi pertahanan tidak sekedar cukup dengan membeli perangkat keras karena memiliki anggaran yang besar, milyaran Dollar. Negara yang memboroskan diri ke anggaran pertahanan dengan sekedar membeli perangkat keras tidak akan bisa bertahanan lama dalam mengikuti perubahan tantangan zaman. Benar dia akan dengan cepat mendapatkan perangkat keras canggih dan menggetarkan dalam jumlah banyak dan singkat. Tapi itu hanya semu, sementara saja. Justru dengan adanya anggaran yang besar harusnya bisa berinvestasi untuk sektor penunjang teknologi pertahanan. Lembaga riset baik di badan pemerintahan maupun perguruan tinggi diberi kesempatan dan anggaran yang memadai. Demikian juga sektor swasta di bidang pertahanan lebih diperdayakan lagi. Tidak boleh dimonopolikan ke perusahaan BUMN, apalagi untuk komponen pendukung dan material yang non-lethal. Boleh kebijakan penjualan dan ekspor diatur oleh suatu badan pemerintah namun tidak boleh mematikan sektor swasta. Karena di negara maju, sektor industri pertahanan swasta terbukti jauh lebih efisien dan justru meringankan beban negara serta ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan collateral effect.
Produk pertahanan lokal sebaiknya mendapat prioritas memenuhi keperluan domestik. Apabila memang ada suatu perangkat keras pertahanan yang belum bisa diproduksi sendiri di dalam negeri maka boleh dibeli ke pihak asing namun harus bisa melibatkan industri dalam negeri. Oleh karena itu produk yang akan dibeli tidak boleh didatangkan bulat-bulat. Dibuatkan regulasi sehingga pemasok asing bersedia share component dan joint production. Untuk bisa ikut share component dan joint production, industri pertahanan baik swasta maupun BUMN harus memiliki skill dan penguasaan teknologi yang
Baca lebih lanjut

Main Battle Tank Indonesia, Tank Leopard 2 Jerman

28 Apr

image

Dalam taktik dan strategi peperangan modern, peran tank dalam memenangkan pertempuran sangat diandalkan. Dimulai dari pemberdayaan tank dalam Perang Dunia II oleh angkatan darat Jerman yang sangat efektif dalam perang reguler hingga perang kota saat ini. Pengalaman perang dan rekayasa teknik Jerman dalam menghasilkan tank sudah tidak diragukan lagi, bersaing dengan MBT populer dunia dari AS dan Rusia. Bahkan dalam banyak segi justru lebih unggul. Jadi tidak keliru, pemerintah Indonesia memilih tank Jerman sebagai tulang punggung armada tank AD dalam modernisasi senjata. Harga lebih murah dibandingkan M1A2 Abrams tapi kualitas sangat kompetitif.

Baca lebih lanjut

Sintesis Peran Tank Kelas Berat

28 Apr

Tank Leopard 2 dari awal pengadaannya mengundang kontroversi di dalam negeri maupun luar negeri (Belanda dan Jerman). Dari segi politik luar negeri, oposisi pemerintah Belanda dan Jerman menentang penjualan tank tersebut karena menilai Indonesia masih rawan pelanggaran HAM oleh aparat keamanan. Pengadaan tank Leopard bekas dari Belanda akhirnya dialihkan ke Jerman karena ketidakpastian realisasi penjualaan akibat kuatnya penentangan oleh parlemen Belanda. Meski kanselir Angela Merkel secara implisit mendukung penjualan tank Leopard Jerman ke Indonesia, masih ada parpol yang mempermasalahkan. Di dalam negeri, sejumlah pihak juga mengemukakan ketidaksetujuan terhadap pembelian tank tersebut. Isu pelanggaran HAM juga dikemukakan LSM Kontras dan Imparsial. Di samping alasan teknis yang tidak sesuai penggelaran tank berat di wilayah Indonesia.

Baca lebih lanjut

Rudal Anti-tank Baru Bagi Infanteri

8 Apr

image

Sejumlah berita hangat sempat muncul pada rencana penambahan arsenal baru senjata anti-tank. Tahun kemarin sempat tersiar khabar jika AS bersedia menjual 180 unit rudal Javelin ke Indonesia senilai 60 juta Dollar . Namun rudal produksi  Raytheon dan Lockheed Martin tersebut tidak juga nongol. Sebagai penggantinya mencuat setelah Menhan Inggris Phillip Hammond berkunjung ke Jakarta di pertengahan Januari tahun ini turut menawarkan rudal anti-tank terbaru mereka yakni NLAW, Next Generation Light Anti-Tank Weapon. Kini rudal tersebut sudah pada tahap uji terima di Pusdikpassus Batujajar, Bandung. Rudal NLAW sebenarnya berdasarkan teknologi misil anti-tank Saab Bofors Dinamics asal Swedia. Inggris bekerjasama dengan Swedia mengembangkan proyek MBT LAW (Main Battle Tank and Light Armour Weapon) pada tahun 2002. Mengingat senjata anti-tank AD Inggris, Insys LAW-80 akan berakhir usia pakainya.  Swedia sendiri pada tahun 2005 juga memesan sistem rudal NLAW dari Saab Bofors Dynamics dengan nama RB-57. Perusahaan pertahanan Inggris yang terlibat dalam pengembangan NLAW adalah Thales Air Defense dan BAE Systems. Pangsa pasar pihak ketiga terbuka kepada Finlandia di tahun 2007 dan menyusul Luxembourg. Pengiriman sistem rudal NLAW ke pihak pengguna dimulai sejak 2009.
Rudal NLAW merupakan rudal panggul anti-tank canggih dan terbaru pada saat ini. Prajurit penembak bisa dengan cepat membidikkan senjata dalam waktu kurang dari 5 detik. Ukuran diameter misil adalah 115 mm, bagian hululedak berukuran 150 mm. Berat sistem rudal, misil beserta peluncurnya, sekitar 11,6 kg.Tabung peluncur terbuat dari bahan komposit dilengkap piranti lipat, alat bidik optis, pegangan dan picu, paket batere, tali selempang, serta tambahan pemandu malam jika diperlukan. Misil memiliki daya jangkau efektif 20 m hingga 600 m. Dalam kondisi mendesak, rudal bisa ditembakkan ke sasaran tanpa penjejakan (tracking). Bisa juga diluncurkan dari celah sempit seperti rongga bangunan dan palka kendaraan. Sudut tembak maksimal hingga +45 derajat. Waktu tempuh pada jarak 400 m adalah kurang dari 2 detik. Kecepatan awal luncur sebesar 40 m/detik dan kecepatan maksimum masih dibawah kecepatan suara atau kurang dari 1 Mach. Pada moda tembak PLOS (Predicted Line of Sight), juru tembak menjejak sasaran selama 3 detik memakak alat bidik. Mikro-komputer peluncur menghitung data yang terekam  dan memperkirakan jalur terbang ke arah target secara otomatis. Begitu misil melesat keluar dari peluncur, dia akan terbang secara mandiri. Pada moda OTA (Overfly Top Attack), misil akan terbang 1 meter di atas garis lurus penjejakan terhadap target. Sensor misil akan memicu hulu ledak ketika tepat di atas atap atau kubah kendaraan lapis baja. Moda tembak ini dipakai terhadap sasaran lapis baja yang memiliki zirah lemah di posisi atas seperti tank guna memperbesar kill probability. Juru tembak bisa juga memakai moda DA (Direct Attack) seperti kendaraan lapis baja ringan, bangunan atau bungker. Misil akan melucur lurus menuju sasaran sesuai garis bidik dimana sistem sekering dinonaktifkan diganti dengan mekanisme sensor tumbukan untuk memicu hulu ledak sesaat setelah terjadi benturan antara kepala misil dengan sasaran. Misil memiliki sensor optis dan sensor magnetis yang diaktifkan oleh sekering kedekatan (proximity fuse). Paket pembelian rudal NLAW disamping meliputi peluncur dan misilnya juga mencakup sarana pelatihan. Perlengkapannya antara lain simulator efek tembakan beserta peluncur rudal latih, dan misil hampa.
Kehadiran rudal NLAW dari Inggris sudah pasti menambah daya pukul taktis bagi satuan infanteri Indonesia. Mengingat arsenal sebelumnya banyak yang masih berupa roket anti-tank tanpa kendali atau recoilless weapon seperti C90-CR Spanyol dan M80 Zolja buatan eks-Yugoslavia. Di samping itu, kehadiran tank berat kelas MBT yang dimiliki oleh negara kawasan merupakan tantangan sendiri bagi prajurit infanteri TNI dari sisi profesionalisme tugas pokoknya. Menunjukkan kekuatan dan keandalan personel berimbang dengan rekan seprofresi di negara sekitar misalnya rudal Javelin Selandia Baru dan Australia, rudal Spike Singapura, rudal Konkurs atau Mentis Malaysia. Namun ada pepatah lawas, the man behind the gun.

%d blogger menyukai ini: