Arsip | Dunia RSS feed for this section

Fenomena ISIS di Indonesia

7 Agu

Kabar menyebarnya aliran kelompok ISIS di Indonesia semakin santer. Kita jangan terjebak dengan taklid buta. Snowden saja meyebutkan bahwa kelompok tersebut merupakan ciptaan jarinhan intelijen 3 negara (AS, Inggris, dan Israel). Sejarahnya berarti mirip dengan kelompok Alqaeda yang pada awalnya dibentuk oleh intelijen AS. Alqaeda menyebarkan teror yang konon hendak mendirikan negara Islam. Menjadikan perihal tersebut sebagai alasan AS dan sekutunya mengobrak-abrik negeri-negeri Muslim. Terlebih Isis menghalalkan darah kaum Muslim yang tidak sepaham dengan golongan mereka. Sederhananya, janganlah percaya dengan ajakan jihad untuk saling membunuh sesama kaum Muslim. Pasti itu adalah sesat. Logikanya bagaimana Isis malah mengajak memerangi kaum Muslim, tidak berani mengajak memerangi musuh kaum Muslim yang mengangkangi negeri Pelestina. Negeri yang berada di bawah kezaliman Zionis Yahudi selama puluhan tahun.

Shared from Google Keep

Iklan

Palestina dan Kontradiksi Timur Tengah

21 Jul

Pertempuran di Jalur Gaza Palestina belum mereda dengan gencarnya serangan militer Israel. Dunia menyaksikan peperangan antara David dan Goliath dengan mata telanjang. Konflik panjang warisan pedang dunia yang belum terselesaikan hingga kini. Siapapun pasti tahu kekuatan apa di belakang Israel. Namun kita tahu juga kekuatan seperti apa negara-negara Arab yang tidak mampu membela Palestina. Meskipun orang Arab adalah superior dalam hal jumlah penduduk belum lagi ditambah dukungan negara-negara Muslim bukan Arab tapi mereka terpecah belah. Elit penguasa lebih berani bertempur melawan tetangga bahkan rakyatnya sendiri daripada menentang Israel. Sangat ironis, saling mengkafirkan di antara kaum Muslim, saling membunuh saudaranya, tapi tidak sanggup melawan kaum Zionis yang nyata-nyata kasat mata bahkan dinyatakan oleh dalil agama sebagai musuh besar. Benar yang disebutkan pepatah kuno “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”.

Shared from Google Keep

Tragedi MH17 dan Rudal Anti-pesawat

19 Jul

Betul-betul sial nasib maskapai penerbangan Malaysia Airlines. Dunia masih belum hilang rasa heran atas raibnya MH370 sejak 8 Maret 2014, kini disusul jatuhnya MH17 di wilayah Ukraina timur. Diduga kuat pesawat angkut komersial itu terkena misil anti-pesawat.
Ada dua pertanyaan yang muncul di benakku. Rudal apa yang menjatuhkannya dan kenapa MH17 berani melintasi wilayah konflik bersenjata dengan eskalasi besar seperti pergolakan di Ukraina timur. Konflik ini sudah tersebar luas di penjuru dunia yang melibatkan negara-negara besar. Dengan Logika normal pasti perencana rute dan operator akan menghindari wilayah tersebut karena ada potensi resiko berbahaya. Meskipun belum dinyatakan secara eksplisit oleh badan penerbangan sipil internasional (ICAO) sebagai daerah larangan terbang. Kondisi praktis di lapangan sudah mengindikasikan bahwa wilayah Ukraina timur merupakan wilayah berisiko tinggi bagi penerbangan. Konflik bersenjata di sana telah memberi bukti sebelumnya. Beberapa kali helikopter dan pesawat terbang militer Ukraina ditembak jatuh oleh pihak pemberontak. Bahkan menewaskan seorang jenderal yang berada di dalam pesawat angkut militer Ukraina tersebut. Di samping itu ICAO di bulan April mengeluarkan Notam yang berisi saran mengalihkan jalur alternatif, ada potensi risiko berbahaya jika melewati rute Ukraina timur. Padahal jalur tersebut merupakan jalur strategis yang bisa mengurangi jarak tempuh dari Asia Tenggara ke Eropa. Tentu rute tersebut sangat ekonomis dalam mengurangi biaya operasional bahan bakar jet. Tetapi tidak sebanding dengan resiko yang mungkin bakal diterima.
Adanya rudal jarak menengah dalam konflik bersenjata di Ukraina timur membuat situasi keamanan semakin kompleks. Dalam konflik bersenjata dunia, sangat jarang pihak pemberontak mendapatkan atau mengoperasikan batere rudal pertahanan udara jarak menengah. Paling banter rudal panggul atau MANPADS dengan jarak jangkau pendek kurang dari 7 km dengan keterbatasan visual operatornya. Dalam versi upgrade modern, ada versi yang didukung oleh radar jarak pendek diplatform jeep. Posisi terakhir MH17 di posisi ketinggian 33.000 kaki. Hal ini menunjukkan bahwa misil yang menjatuhkannya bukanlah misil jarak pendek semacam SA-7 Strella. Namun misil jarak menengah semacam Buk SA-11 atau bahkan misil jarak jauh seperti S-200 dam S-300. Pengoperasian sistem hanud jarak menengah maupun jarak jauh meniscayakan dukungan radar kompleks. Bisa terkoneksi dengan sistem radar lainnya yang me deteksi target di luar jangkauan radar sistem misil. Hal ini tentu memerlukan prosedur operasi dan teknis yang tidak sederhana. Tidak juga menihilkan kemungkinan pihak pemberontak memiliki atau mengoperasikan sistem misil seperti itu. Peristiwa ini tentu membuat konflik di Ukraina timur semakin rumit dan mengkawatirkan.

Shared from Google Keep

Alhamdulillah, Karya Fotoku Dimuat Majalah Hidayah Edisi 155

5 Jul

Ketika asyik membaca majalah Hidayah edisi 155 Juli 2014, ada sesuatu yang menggembirakan. Foto jepretanku sesaat sebelum menunaikan sholat Jumat di masjid Astra dimuat di dalam rubrik Masjid dengan judul artikel “Menengok Masjid-masjid Perkantoran” halaman 103. Sayangnya sumber foto tidak disebutkan padahal foto tersebut termuat di dalam blog ini dan sangat mudah dicari di mesin pencari Google. Meskipun demikian, aku ikut senang ada yang menghargai foto karyaku. Terlebih majalah cetak setenar majalah Hidayah.

Majalah Hidayah Edisi 155

Majalah Hidayah Edisi 155

Masjid Astra

Masjid Astra

Family Day 2014

31 Jan

Selang setahun kemudian aku bersua kembali dengan acara family day. Acara rutin tahunan, sebuah gathering staf perusahaan. Meskipun tidak setajir tahun kemarin, maklum unjuk kerja keuangan perusahaan memang tidak semoncer tahun lalu, namun masih ada satu hal yang masih aku sukai. Family day ini masih benar-benar acara keluarga yang bersifat informal dan lepas seperti tahun kemarin. Sangat jauh berbeda dengan kultur family day di wilayahku dulu yang sangat terasa formal dan kaku. Acara family day masih diselenggarakan di Balikpapan, kota terbesar di Kaltim. Ada satu lagi yang sangat menggembirakanku, dulu aku sendirian, kini bersama dengan keluarga yang sangat aku cintai. Terasa garing hidup ini jika tanpa mereka.

%d blogger menyukai ini: