Pemandian Air Panas Tanuhi

26 Jul
image

Obyek Wisata Air Panas Tanuhi

Sehabis terpapar segar dinginnya arus air sungai Amandit kini saatnya berendam di dalam kehangatan kolam pemandian air panas Tanuhi. Masih di kawasan Loksado, pemandian air panas Tanuhi memang sebuah kolam yang airnya hangat karena berasal dari sumber air panas. Air kolam dicampur dengan air dingin supaya tidak terlalu panas buat mandi dan berendam. Kalau di sumber air panas tampak uap yang mengepul keluar tanda memang benar-benar panas mendidih. Sumber air panas terletak tidak jauh dari kolam pemandian. Posisinya di tanah yang lebih tinggi sehingga cukup dialirkan secara gravitasi tidak pompa kecuali ke cottage berlantai dua yang ada di dalam obyek wisata.

image

Kolam Air Panas

Kolam pemandian sebenarnya ada empat buah yang terdiri dari dua kolam besar dan dua kolam kecil. Dua kolam kecil adalah kolam air panas, satu tanpa atap dan satunya dengan atap.

image

Kolam Air Panas

Dua kolam besar terdiri dari satu kolam dewasa dan satu kolam anak-anak. Keduanya adalah kolam air dingin. Jika anda ingin berendam air panas jangan langsung menceburkan diri ke dalam kolam. Bertahap mulai dari kaki supaya badan tidak kaget. Sangat nikmat rasanya berendam air panas Tanuhi setelah bermain air sungai Amandit.

image

Kolam Renang Dewasa

Obyek wisata Air Panas Tanuhi dilengkapi dengan fasilitas lapangan tenis dan vila (cottage) yang dikelola Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kalau aku hitung ada 10 buah bangunan vila dua lantai yang disewakan per kamar. Tarif kamar lantai satu lebih mahal dari lantai atas. Tarif villa untuk blok B pada di kamar bawah 275 ribu per malam dan di kamar atas 165. ribu per kamar. Tarif untuk blok A ialah 220 ribu per malam di kamar bawah dan 165 ribu per malam di kamar atas.

image

Villa Air Panas Tanuhi

Pada saat musim liburan biasanya kamar villa sudah ludes dibooking pengunjung. Namun disayangkan kondisi obyek wisata kurang terawat dengan baik. Apalagi sampah berceceran akibat pengunjung yang tidak disiplin meskipun sudah terpampang tanda peringatan supaya sampah dibuang di tempat sampah,  “Andak Ratik Ke Wadahnya”.
Sore hari kami balik ke rumah kerabat di Kandangan, menginap lagi satu malam. Pagi kami menyempatkan diri makam katupat Kandangan yang populer. Katupat Kandangan yang asli tekturnya lebih keras dibandingkan ketupat Jawa. Mirip dengan nasi khas Kalimantan yang teksturnya juga lebih akas dibandingkan nasi orang Jawa, apalagi nasi liwet.

image

Katupat Kandangan yang original

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: