Bakso Bakar Putra Arema

17 Jul
image

Logo Singo Edan

Malam ini mencoba menu kuliner baru di kota Pangkalan Bun yakni bakso Malang. Kemarin keliling kota menemukan perkembangan baru dengan adanya 3 gerai besar makanan bakso Malang. Satu gerai berada di depan kantor kelurahan Madurejo (Putra Arema), satu lagi dekat pertigaan di Jalan Diponegoro ke arah Mapolres (Pondok Arema), dan yang terakhir di dekat CV Bersama kampung Baru. Semuanya melabelkan diri bakso Arema atau bakso Malang. Ada juga beberapa lagi namun kurang menonjol.

image

Depot Bakso Putra Arema

Pertama yang aku kunjungi adalah bakso bakar Putra Arema di depan kantor kelurahan Madurejo antara Bundaran Pancasila dengan Ciptaland. Hanya gerai ini yang menawarkan bakso bakar Malang. Patut mendapat penghargaan untuk dicicipi pertama kali dalam tema bakso Malang. Terakhir merasakan bakso bakar sewaktu di Sampit beberapa tahun yang lalu dekat terminal kota. Ada juga di gerai Selera Rakyat di Tanah Grogot tapi kurang sip karena tidak dibakar, hanya disangrai di atas wajan teflon memakai kompor gas. Depot Putra Arema benar-benar dibakar di atas pembakaran memakai arang kayu, ini baru pas. Dibakar seperti orang membakar sate. Etalase bahan menu diletakkan di depan sehingga konsumen dengan mudah mengetahui depot Putra Arema berjualan bakso. Satu yang menjadi ciri khas bakso Malang adalah pangsit goreng. Nah, ciri khas tersebut juga ditaruh di kaca etalase bahan menu sehingga pembeli dengan mudah mengenali depot ini sebagai gerai bakso Malang. Berbeda dengan dengan bakso Malang di dekat CV Bersama, meskipun tergolong depot besar tapi berkali-kali lewat aku gagal mengenalinya sebagai bakso Malang karena di kaca etalase tidak tampak pangsit goreng sebagai ciri khas bakso Malang. Sehingga aku tidak tertarik mencobanya. Kembali ke depot Putra Arema, dengan cepat pramusaji mengantarkan bakso bakar Malang pesananku ke atas meja. Ada satu yang baru menurutku yakni nampan bakso bakar disajikan bersama lontong diiris kotak. Enak sih lontongnya tapi ini bukan seperti biasa bakso Malang. Pentol bakar langsung kucicipi dengan olesan sambal kacang, lumayan enak. Tapi menurutku ada sedikit yang kurang yaitu kurang gosong saat membakar bakso bakarnya. Mangkuk bakso terdiri atas bihun dan mie kuning dan sebuah pentol urat atau bakso besar dan pansit goreng. Kuahnya benar-benar terasa sebagai bakso Malang yang khas dengan bumbu yang lebih berani. Berbeda dengan bakso Solo yang datar aromanya. Setelah menyantap bakso bakar ini, terasa kenyang sekali, puas deh pokoknya. Silakan mencoba sendiri.

image

Bakso Bakar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: