Pesawat Hercules Jatuh (Lagi)

13 Jul

Rakyat Indonesia kembali berduka karena jatuhnya pesawat angkut berat C-130 Hercules di Medan, akhir Juni. Kejadian naas tersebut meninggalkan ratusan korban tewas. Kecelakaan fatal Hercules merupakan peristiwa yang keenam sejak Hercules menabrak pegunungan Sibayak (20 November1985), jatuh di Condet (5 Oktober 1991), gagal  mendarat di bandara Malikussaleh (Lhokseumawe) pada 20 Desember 2001, copot ban saat mendarat di bandara Wamena (11 Mei 2009), dan jatuh di persawahan Magetan pada 20 Mei 2009. Rentetan kehilangan 6 pesawat yang sama dalam rentang waktu tersebut pastinya harus menjadi titik tolak analisa. Meskipun dikatakan pesawat tersebut laik terbang dan tidak masalah berkaitan tahun produksi pesawat yang 1964 namun kita tidak bisa menutup mata. Berkaca dari kejadian jatuhnya pesawat angkut kelas medium Fokker F-27 yang melecut pemerintah untuk menggantinya dengan C-295. Program tersebut pun masih bergulir hingga sekarang dengan pengadaan 9 unit pesawat disertai alih teknologi. Usia tua tidak perlu disanggah meskipun TNI AU menolak usia dijadikan tolok ukur pembahasan alutsista. Perencanaan ke depan mutlak diperlukan realisasi impian peremajaan pesawat angkut kelas berat. Kiranya yang paling afdol adalah A-400 Atlas walaupun teknologinya belum matang, masih baby sickness dengan jatuhnya Atlas AU Spanyol. Dalam kerangka ToT jelas paling masuk akal dan paling realistis untuk saat ini. Bagaimana pendapat anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: