Goa Losan

30 Apr
image

Goa Losan

Beberapa hari yang lalu aku ada sempat jalan melewati goa losan, sebuah goa yang berada di Batu Butok kecamatan Muara Komam. Tepat siang hari saat berkendara dari Tanjung ke Tanah Grogot. Sudah pernah beberapa kali melewati Batu Butok menimbulkan penasaran tentang Goa Losan. Goa tersebut terletak di atas bukit yang terjal tipe perbukitan tanah kapur, jenis tanah yang secara alami menjadi habitat gua. Untuk mencapai mulut gua, kita harus mendaki anak tangga yang terjal. Lumayan membuat nafas terengah-engah, perlu istirahat sejenak setelah mencapi puncak anak tangga di depan mulut gua. Dari situ bisa memandang lembah dan sungai yang terhampar di depan gua. Meskipun tidak ada pengunjung yang lain, aku memberanikan masuk ke dalam gua. Tidak jauh masuk dari mulut gua, lorong terbagi dua, ke arah kiri dan kanan. Lorong ke kiri lebih menurun sedangkan lorong ke kanan lebih mendatar. Aku mencoba untuk menyusuri lorong sebelah kiri. Kondisi sudah gelap gulita, tidak ada seberkas cahaya sama sekali. Sebenarnya ada kabel listrik lampu penerangan dengan sejumlah titik lampu namun listrik tidak menyala. Aku menyusuri lorong gua dengan mengandalkan lampu flash ponsel. Cukup jauh masuk ke dalam, sekitar delapan puluh meter. Berhenti di ujung terakhir kabel listrik lampu. Tidak berani lebih jauh lagi karena cuma seorang diri, khawatir tersesat di labirin gua. Aku bergerak balik untuk menyusuri lorong sebelah kanan. Di bagian ini rata-rata lorongnya lebih besar dan cenderung datar. Sampai ujung kabel listrik terakhir pun masih ada kelelawar. Padahal di lorong kiri di ujung kabel listrik sudah tidak ada kelelawar. Mungkin karena curam menurun ke bawah, kelelawar tidak betah dengan keadaan semacam itu.
Puas menyusuri lorong gua, aku beranjak keluar gua. Berdiri di depan mulut gua sambil memandang jauh ke kelokan sungai dan lembah. Pemandangan cukup asri dan sejuk. Tapi sayang kondisi obyek wisata Goa Losan sudah memprihatinkan. Sampah bekas makanan dan minuman mulai berserak baik di anak tangga, mulut gua, bahkan di dalam lorong gua. Sungguh di sayangkan kebiasaan pengunjung membuang sampah sembarang masih melekat. Perlu dipoles dan ditata lebih jauh. Di bawah gua di pinggir jalan raya sudah berdiri sejumlah warung makanan dan sebuah toilet umum. Ini sudah merupakan kredit poin tersendiri dalam membentuk komunitas fisik. Ditambah skema promosi pasti bakal tokcer. Bagaimana pendapat anda.

image

Mulut Goa

image

View Landscape

image

Pemandangan di Dalam Goa Lorong Kiri.

image

Pemandangan di Dalam Goa Lorong Kanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: