Pergulatan Pengganti Fighter F-5, Menantang Pesawat Siluman

8 Feb

Persaingan dalam berebut memenangkan pengadaan pesawat tempur F-5 Tiger II milik militer Indonesia semakin sengit. Berbagai vendor pesawat tempur berlomba-lomba memberi gimmick dan insentif supaya stake holder tertarik. Menurut hematku, mengerucut ke 3 besar antara Su-35, Gripen NG, dan Typhoon Eurofighter. Su-35 sangat mendekati Su-27/30 dengan peningkatan perangkat elektronik yang lebih maju. Digadang-gadang mampu menghadapi tantangan pesawat tempur generasi kelima melalui keunggulan elektro-optical penginderaan inframerah. Memiliki karakter aerodinamik yang menonjol seperti halnya generasi Flanker. Su-35 memiliki payload paling besar dengan daya jelajah tanpa air refueling paling jauh dan kekuatan mesin paling kuat namun dengan harga jual tidak paling mahal dibanding kompetitor terutama Typhoon. Eurofighter Typhoon lebih sekelas dengan Su-35 dari pada Gripen NG. Pesawat tempur multi-peran bermesin ganda lansiran terbaru yang sudah terbukti di palagan. Namun akhir-akhir ini dililit problem reliability komponen pesawat. Selain kemampuan serang daratnya terlihat lebih lemah terbukti di medan laga Libya. Dibandingkan pesaing beratnya, Typhoon masih menggunakan radar analog pulse doppler meski generasi berikutnya akan memakai radar jenis AESA yang masih dalam tahap pengembangan. Dari segi pengembangan teknologi mandiri sebenarnya yang paling prospektif adalah Gripen NG. Produsennya menawarkan alih teknologi penuh bahkan mau membuka source code Gripen. Tawaran source code ini tampaknya adalah satu-satunya yang ada dari semua kompetitor yang ada. Meskipun dari segi teknis Su-35 yang paling jago tapi jangan berharap banyak tentang alih teknologi apalagi perihal source code. Keunggulan udara dan kemampuan serang darat secara teknis Gripen berimbang dengan pesawat pesaing walau dengan mesin jet tunggalnya praktis daya dorong pesawat menjadi paling kecil dengan payload dan daya jelajah tanpa air refueling juga paling bontot. Terlebih Gripen belum menawarkan kemampuan pamungkas sebagai pesawat generasi 4,5 dalam menghadapi tantangan ke depan jika harus berhadapan dengan pesawat generasi 5 seperti F-35 yang akan dimiliki oleh Australia dan Singapura maupun pesawat siluman RRC. Sebuah tantangan terbesar yang pasti akan dihadapi oleh angkatan udara Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: