Ramadhan dan Dua Permata yang Hilang

16 Jul

Sudah di pertengahan bulan puasa saat ini. Ramadhan yang pertama tanpa kehadiran ibunda tercinta. Setiap datang bulan Ramadhan kini mengingatkanku akan kehilangan dua permata hidupku, ibuku dan putra keduaku. Ibuku pulang ke haribaan Allah di minggu pertama bulan Ramadhan tahun kemarin. Dengan segera aku berkemas balik ke Jawa mengejar pemakaman ibunda. Pagi berangkat, tengah malam tiba. Air mata bercucuran aku sholat jenazah di depan ibu. Tengah malam itu juga ibu dimakamkan. Hanya aku anaknya yang sempat ikut menguburkannya. Sementara anak-anak beliau merantau jauh mencari nafkah. Betapa pedih hati ini kehilangan ibunda yang telah mengasuh dan seringkali mendoakanku. Sementara itu baktiku kepada beliau tidaklah seberapa. Baru aku merasakan arti pepatah “kasih sepanjang jalan, kasih anak sepenggala”. Dulu dari sekolah pun sudah tahu artinya tapi belum merasakan artinya. Ya Allah, ampunilah kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku ketika aku masih kecil. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Shared from Google Keep

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: