The Next Legendary Laptop

2 Des

Sedari awal bekerja, aku telah memakai laptop. Pada tahun 2004 pada waktu masih management trainee, kredit notebook dengan seorang kolega, bekas pakai. Kalau tidak salah sekitar harga 6 juta, laptop IBM seri Thinkpad berwarna hitam dengan processor Intel Pentium 366 MHz. Sistem operasi Windows 98 yang kemudian hari aku upgrade ke Windows Me. Cukup lama memakai, ganti laptop bekas pakai Axioo Intel Celeron. Laptop tersebut cukup bagus untuk kelas low end. Ketika awal booming netbook, kuganti lagi dengan Axioo Pico berwarna putih dengan prosesor intel atom. Namun tidak puas dengan unjuk kerja yang dihasilkan apalagi asa problem dengan bios. Netbook tersebut teepaksa dilego murah. Ganti kredit notebook baru pada tahun 2009 dengan merk Acer seri Aspire 4810TZ. Itu termasuk notebook yang eye catching di eranya. Memakai prosesor Intel Pentium SU4100, jenis prosesor ultra low voltage Intel dengan daya tahan batere yang bagus. Sayangnya laptop tersebut tidak bertahan lama karena pecah display monitor akibat terganjal benda keras pada tahun 2010. Terpaksa membuka kredit lagi dengan Spektra untuk notebook baru. Kali ini menitikberatkan pada performance dan performa kartu grafis yang cukup mumpuni. Setelah panjang mencari referensi, terpilih Acer Aspire 4745G. Prosesor menggunakan teknologi terbaru Intel yang sedang booming, arsitektur Core generasi pertama kelas menengah i5. Intel Core i5-460M dipadukan dengan dual VGA card Intel GMA dan ATI Mobility Radeon HD 5650. VRAM VGA card ATI sebesar 1 GB, memory RAM bawaan laptop 2 GB DDR3 namun kemudian diupgrade ke 4 GB dengan menambah sekeping RAM 2 GB ke slot modul SODIMM.
Unjuk kerja yang dihasilkan sangat memuaskan, benar-benar teknologi arsitektur Core Intel yang handal. Selang 3 tahun kemudian dengan mempertimbangkan kondisi fisik body laptop yang mengkhawatirkan maka di bulan kemarin diputuskan untuk membeli notebook baru. Padahal unjuk kinerja yang dihasilkan masih andal dalam menyelesaikan semua job yang dibebankan. Notebook terbaik yang pernah aku punyai. Setelah mempertimbangkan berbagai segi dengan berburu berbagai referensi, diputuskan platform prosesor terbaru Intel Core generasi keempat, Haswell. Setelah era generasi Intel Core kedua, Ivy Bridge, dan generasi Intel Core ketiga, Sandy Bridge maka saat ini adalah generasi Intel Core keempat, Haswell. Tentunya dengan unjuk kerja yang dihasilkan semakin tinggi namun konsumsi energi semakin rendah dengan pabrikasi prosesor yang semakin kecil. Dari situs toko elektronik favoritku di bhinneka.com, diputuskan membeli laptop merk HP seri Pavilion 14-n038tx seharga 7,2 juta rupiah. Menurutku ini sudah komposisi performace-value terbaik saat ini. Laptop tersebut menggunakan prosesor kelas menengah Intel Core i5-4200U dengan RAM bawaan sekeping DDR3 PC12800 4GB, dibekali dual VGA Card Nvidia GeForce 740M dan Intel HD Graphics 4400 dengn auto-switching VGA card Nvidia Optimus. Body laptop cukup tipis meski bukan yang paling tipis, berwarna hitam glossy namun memang terbuat dari materila bukan kelas premium. OS bawaannya adalah Ubuntu 12 LTS yang kemudian aku ganti dengan Windows 8 SL 64 Bits. Tentunya versi original sekaligus upgrade RAM dengan sekeping 4 GB DDR3 PC12800 sehingga total 8 GB RAM. Unjuk kerja yang dihasilkan benar-benar memuaskan, sangat sesuai untuk menggantikan laptop legendarisku sebelumnya. Sangat unggul di kecepatan boot-up dan shutdown, start program aplikasi, transfer data dan backup data, juga security bawaan windows8 ternyata terbukti cukup tangguh menghadapi virus yang biasanya tidak terdeteksi di Windows 7 tanpa software anti virus. Namun sangat direkomendasikan untuk pasang software antivirus.

Dibagikan dari Google Keep

Iklan

Satu Tanggapan to “The Next Legendary Laptop”

  1. lazione budy 4 Desember 2013 pada 4:06 AM #

    kalau saya, laptop ga ganti ganti sejak 2010.
    acer!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: