Imunisasi Anak

10 Nov

Siang yang terik, berkendara sepeda motor membelah jalanan tanah berdebu menuju kota. Tidak jarang berpapasan dengan kendaraan roda empat hingga dump truck sehingga debu tebal yang berserak di permukaan jalan tanah berbatu terbang berhamburan mengganggu pandangan dan pernafasan. Si kecil berlindung di balik jilbab ibundanya. Aku sendiri mengenakan helm full face. Demi buah hatiku yang ketiga berusia 10 bulan, mencari imunisasi terbaik. Sudah waktunya meluangkan waktu vaksinasi campak. Tempat kerja berjarak 40 km dari kota. Sebenarnya di daerah ada layanan imunisasi massal gratis, namun vaksinnya bersifat “panas”. Habis disuntik malamnya rewel karena badannya panas. Berbeda dengan di kota, ada layanan vaksinasi yang sifatnya dingin. Habis disuntik malamnya normal, badan anak adem tidak panas. Sebagai orang awam tentu aku tidak tahu bedanya vaksin panas dan dingin. Tahunya ialah vaksin yang adem makanya yang panas itu dompetnya. Karena harganya dua ratus hingga tiga ratus ribu, produksi tetra. Tidak selalu anak-anak mendapatkan vaksin dingin. Kalau pas tongpes alias bokek, mau tidak mau beralih mendinginkan dompet ke tempat layanan vaksinasi gratis. Tapi malamnya begadang bergantian jaga si kecil. Syukurlah untuk imunisasi dasar sudah lengkap.

Dibagikan dari Google Keep

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: