Tukang Jok

15 Sep

image

Usia sepeda motorku semakin matang, semenjak 2009. Megapro generasi kedua dengan double shock absorber belakang, kapasitas mesin 160 cc. Aki GS tipe basah sudah diganti dengan aki kering karena soak. Akinya sebenarnya cukup awet, sering segera ditambah air aki jika levelnya kurang. Pengalaman dari sepeda motor sebelumnya, GL Max, hampir setiap tahun ganti aki yang soak. Habis itu aku rencanakan perbaikan jok sadel yang robek di gajian bulan berikutnya. Di kota Tanah Grogot sangat sulit mencari tukang service jok. Setelah banyak bertanya akhirnya ketemi juga tukang jok satu-satunya di kota ini berlokasi di Jalan Modang. Berbeda jauh dengan kota Pangkalanbun, tempatku sebelumnya, di mana dengan mudah ditemukan tukang jok baik sepeda motor maupun mobil. Karena banyak tukang jok, persaingan usaha tentunya lebih ketat. Dulu sewaktu service jok sepeda motor GL Max, bukannya diperbaiki malah diganti baru. Jok yang lama dibuang katanya sudah tidak bisa diperbaiki. Terpikir hal yang sama tatkala mau service jok di Jalan Modang. Terlebih aku dua kali menghampiri lapak tersebut. Pertama datang siang langsung ngeloyor pergi karena ngantrinya banyak betul. Sore hari aku datangi lagi, masih juga harus ngantri. Mau tak mau

memang harus mengantri karena pelanggan membludak. Maklumlah hanya tukang servis jok ini yang aku ketahui keberadaannya. Pria paruh baya dengan badan kekar berkalung model rantai stainless, tipikal macho. Sudah ada empat orang konsumen yang mengantri. Semuanya harus rela melepas dan memasang sendiri jok dari sepeda motor masing-masing. Benar-benar laris manis tukang jok ini. Konsumennya beragam latar belakang, dari orang tua hingga anak pelajar. Ada dua orang anak muda, tampangnya anak sekolahan, sepeda motornya masih gres model belalang sport seperti Suzuki Satria. Aku terheran, mengapa motor masih baru koq mendatangi tukang service jok. Akang, nama tukang service jok, menimpali bahwa jok motor baru hanya ditipiskan busa sadel supaya tampangnya sepeda motor makin ceper. Model modifikasi anak muda sekarang, tentunya berbeda jauh dengan  pola pikir normatif seperti aku yang mengutamakan fungsionalitas dan ergonomi. Kini giliran jokku yang mendapat kesempatan dibenahi pak akang. Tangannya yang mahir dengan cekatan membongkar kulit sadel dan hanya mengupas busa yang rusak. Tentunya ini lebih murah daripada ganti total. Pak akang pun tipikal orang yang supel dan ramah serta berwawasan luas, pelanggan tentu puas dengan hasil karyanya. Produknya murah dan berkualitas diiringi komunikasi yang bagus dengan pelanggan meskipun boleh dikata dia adalah pemain tunggal di sektor usaha jasa service jok sepeda motor. Strategi bisnis yang luar biasa, sangat menguasai skill baik soft skill maupun hard skill. Bagaimana menurut anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: