Berburu Kebahagian

27 Mei

Seorang lelaki yang merasa hidupnya tak bahagia mengadu pada Tuhan meminta kebahagiaan. Tuhan kemudian mengutus malaikat untuk menemuinya. Malaikat itu datang kepadanya dan berkata,”Doamu dikabulkan. Silahkan minta tiga hal yang akan membuatmu bahagia.” Lelaki itu amat bergembira. Ia merasa salah satu yang membuatnya tak bahagia adalah istrinya yang amat cerewet. “hai orang tua, dapatkah engkau mencabut nyawa istriku,” ujarnya. Permintaannya terkabul. Keesokan harinya istrinya meninggal dunia. Maka hari itu para tetangga, kerabat dan handai tolan berkumpul dirumahnya. Mereka amat sedih kehilangan orang yang amat baik itu. Mereka pun saling menceritakan kenangan mereka yang manis mengenai si istri. “Orang baik seperti dia memang cepat dipanggil Tuhan,” kata mereka. Mendengar perkataan itu lelaki ini menjadi panik. Ia sadar telah salah mengambil keputusan. Secepat kilat ia berlari menjumpai si malaikat .” Hai orang tua, hidupkan kembali istriku. Ia ternyata orang yang baik,” ujarnya. Kembalinya istrinya tak juga membuatnya bahagia. Ia merasa telah menyia-nyiakan dua kesempatan yang diberikan Tuhan. Sekarang ia tinggal memiliki satu kesempatan karena itu ia tak boleh bertindak gegabah. Ia pun bertanya kepada teman-temannya, mengenai apa yang dapat membuatnya bahagia. Sebagian temannya menjawab: uang, sebagian lagi mengatakan: istri muda yang cantik. Ada juga yang mengatakan jabatan dan kekuasaan. Ini membuatnya terombang-ambing dalam kebingungan. Sampai beberapa tahun kemudian, lelaki ini masih belum memutuskan mana yang terbaik bagi dirinya. Suatu hari si malaikat datang menemuinya.”Aku masih memiliki hutang

kepadamu. Silahkan kamu meminta satu permintaan lagi,” katanya.”Aku bingung wahai orang tua, tolong berikan petunjuk kepadaku,” ujar si lelaki. “Baiklah,” kata malaikat dengan lembut. “Agar engkau senantiasa bahagia, mintalah kepada Tuhan yang penuh syukur.” Mencapai hidup yang bahagia sebenarnya tidak sulit. Kebahagiaan itu sendiri sebenarnya bersumber di dalam diri kita, bukannya di luar sana. Untuk mencapai kebahagiaan kita Cuma perlu menyelami diri kita sendiri. Menelusuri hati dan paradigm sendiri.   Ada 5 hal yang sering menyebabkan kita tak bahagia. Pertama, adanya keyakinan bahwa Anda tidak akan bahagia tanpa memiliki hal-hal yang Anda pandang bernilai. Anda sudah memiliki pekerjaan tetap, dan tingkat kehidupan yang lumayan, tetapi Anda masih merasa kurang, Anda akan merasa berbahagia apabila memiliki uang lebih banyak, rumah lebih besar, mobil lebih bagus dan sebagainya. Pikiran Anda dipenuhi oleh benda-benda yang Anda kira dapat membahagiakan Anda. Padahal, Anda tidak bahagia karena lebih memusatkan perhatian pada segala sesuatu yang tidak Anda miliki, dan bukannya pada apa yang Anda miliki sekarang ini. Kedua, Anda percaya bahwa kebahagiaan akan datang apabila Anda berhasil mengubah situasi dan orang-orang di sekitar Anda. Anda tak bahagia karena pasangan, anak, tetangga, dan atasan Anda tidak memperlakukan Anda dengan baik. Kepercayaan ini salah. Anda perlu menyadari bahwa amat sulit mengubah orang lain. Bukannya berarti Anda harus menyerah, silahkan teruskan usaha Anda untuk mengubah orang lain. Namun jangan tempatkan kebahagiaan Anda disana. Jangan biarkan lingkungan dan orang-orang disekitar Anda membuat Anda tak bahagia. Kalau Anda tak dapat mengubah mereka, yang perlu Anda ubah adalah diri Anda sendiri, paradigm Anda. Ketiga, Keyakinan bahwa Anda akan bahagia kalau semua keinginan Anda terpenuhi. Padahal keinginan itulah yang membuat kita tegang, frustasi, cemas, gelisah, dan takut. Terpenuhinya keinginan Anda tersebut paling-paling hanya membawa kesenangan dan kegembiraan sesaat. Itu tak sama dengan kebahagiaan. Keempat, Anda tak bahagia karena cenderung membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain. Saya pernah bertemu dengan seorang eksekutif yang berkali-kali pindah kerja hanya karena kawan akrabnya semasa kuliah dulu memperoleh penghasilan lebih besar dari dirinya. Karena itu setiap ada tawaran kerja, yang dilihat adalah apakah ia dapat mengungguli atau paling tidak menyamai penghasilan kawannya. Ia bahkan tak peduli apabila harus berganti karir dan pindah ke bidang lain. Sampai suatu saat ia menyadari bahwa tak ada gunanya mengejar sahabat karibnya. Sejak itulah ia mencari pekerjaan sesuai dengan bakat dan minatnya sendiri. Ia kini bahagia dengan pekerjaannya dan tak pernah ingin tahu lagi mengenai penghasilan sahabatnya. Kelima, Anda percaya bahwa kebahagiaan ada di masa depan. Anda terlalu terobsesi pepatah “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Kapan Anda bahagia ? “Nanti, kalau sudah jadi manajer,” kata Anda. Persoalannya, pada saat menjadi manajer Anda tambah sibuk, waktu Anda tambah sempit.”Saya akan bahagia nanti, kalau sudah menjadi direktur atau dirjen, gubernur, mentri, presiden.” Nah daftar tunggu ini masih dapat terus diperpanjang. Tapi Anda tak juga bahagia. Kalau demikian yang terjadi adalah,”bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang entah kapan?”. Kebahagiaan telah Anda letakkan di tempat yang jauh. Padahal sebenarnya kebahagiaan berada sangat dekat dan dapat Anda nikmati di sini, sekarang ini juga ! Apa yang terjadi pada kita mungkin serupa dengan pengalaman 2 ekor ikan berikut ini. Ikan yang muda bertanya kepada ikan yang lebih senior.”Anda lebih berpengalaman dari saya. Dimanakah saya dapat menemukan samudera kebahagiaan ? Saya sudah mencarinya kemana-mana, tetapi sia-sia saja !” “Samudera bahagia adalah tempat engkau berenang sekarang ini,” ujar ikan yang senior. “Hah? Ini hanya air saja! Yang kucari adalah samudera,”sangkal ikan yang muda. Dengan perasaan yang sangat kecewa ia pergi mencarinya di tempat lain. Hal itu juga dapat terjadi pada Anda. Padahal kebahagiaan itu tak perlu Anda cari. Anda hanya perlu menumbuhkan kesadaran dan menikmati apapun yang sedang anda lakukan. Dengan demikian Anda akan menemukan kebahagiaan itu sekarang, saat ini juga !  

(Arvan Pradiansyah – You Are a Leader)

Satu Tanggapan to “Berburu Kebahagian”

  1. Yogi Marsahala 29 Juni 2013 pada 2:25 PM #

    Tulisan yang bagus dan penuh makna, komentar balik ya di blog saya myfamilylifestyle.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: