Laboratorium

14 Apr

image

Peranan laboratorium di dalam pabrik kelapa sawit adalah melaksanakan fungsi kontrol kualitas yaitu memberikan data parameter mutu material yang terlibat proses produksi dari kualitas TBS, fungsi kontrol proses yaitu memberikan data mengenai hasil produksi alat-alat produksi yang digunakan di dalam pabrik sehingga dapat diketahui kinerjanya.   Kontrol kualitas produksi meliputi: Crude Palm Oil (FFA atau ALB, Moisture, Dirt/kadar kotoran, Nilai Peroksida), Kernel (Moisture/kadar air, Dirt/kadar kotoran, Broken kernel/kadar kernel pecah), Effluent/Limbah (Alkalinity, VFA Volatile Fatty Acid), Padatan Total dan padatan tersuspensi, Oil dan Grease, BOD, COD, Total nitrogen sebagai N-NH3, dan lain-lain.  
Kontrol proses meliputi:
1. CPO
a) Sterilizer condensate
b) Presscake
c) Clarifier underflow
d) Heavy Phase
e) Oil Produksi
f) Crude Oil
2. Kernel
a) Fibre cyclone
b) Destoner
c) Ripple mill
d) LTDS I
e) LTDS II
f) Feed Hydrocyclone
g) Shell ex hydrocyclone
h) Broken kernel
i) Kernel produksi
3. Air
a) Raw water
b) Pre-softener
c) After-softener
d) Feedwater boiler
4. Effluent
a) Anaerobic pond
b) Land Aplikasi
5. USB (Unstripped Bunches), dan lain-lain.  

Pengambilan Sampel Data-data sebagai dasar analisa kontrol tersebut didapat dari sample yang diambil oleh petugas sampel di beberapa titik di lingkungan pabrik, yaitu
1. Oil dan Kernel
a) Oil Despatch : di atas tanki minyak
b) Storage Tank : dari atas storage tank melalui main hole
c) Kernel : dari dry kernel conveyor
2. Process Control
a) Sterilizer condensate: basculator kondensat sterilizer
b) Heavy Phase: keluaran basculator heavy phase dari sludge centrifuge c) Oil produksi : kran/valve setelah vacuum dryer
d) Crude oil : minyak yang mau masuk ke vibrating screen
e) Clarifier underflow: saluran underflow (skimer sludge) tiap-tiap clarifier
f) Oil feeding purifier: saluran inlet purifier
g) Oil feeding vacuum dryer: saluran outlet purifier
h) Press cake fibre: saluran keluar masing-masing screw press
i) Riplle mill : keluaran (chute) setiap ripple mill
j) Feed hydrocyclone: saluran keluar LTDS II sebelum masuk hydrocyclone
k) Kernel gabungan: di ujung wet kernel conveyor
l) Kernel produksi : dry kernel conveyor
m) Fibrecyclone: chute setelah airlock fibrecyclone
n) LTDS I : keluaran dari basculator LTDS I
o) LTDS II : keluaran dari basculator LTDS II
p) USB: horizontal empty bunch conveyor
3. Analisa air
a) Raw water : water intake
b) Sebelum softener: saluran masuk ke softener
c) Setelah softener : sampling point setelah softener
d) Feedwater boiler: sampling point yang telah ditentukan
4. Effluent
a) Anaerobic pond : masing-masing anaerobic pond
b) Land aplikasi : contact pond dan sampling points yang telah ditentukan (sumur pantau, flatbed)
5. USB (Unstripped Bunches), diambil di horizontal Empty Bunch Conveyor.  


Cara melakukan pengambilan sample padatan :
1) Jerigen/wadah yang akan digunakan harus dibersihkan dan diberi label.
2) Semua wadah ditempatkan pada tempat yang aman dan tidak terkontaminasi.
3) Sampling dimulai 2 jam sejak start proses.
4) Sampling dilakukan 1 jam sekali.
5) Operator diberi tahu jika akan mengambil sample.
6) Untuk shell dan kernel diambil sample 1 kg dengan menggunakan hand scoop.
7) Untuk sample press cake diambil 3 titik, bagian tepi kiri, kanan dan tengah sehingga jumlahnya 1 kg.
8) Sample dimasukkan dalam polybag
9) Operator diminta menandatangani sampling recording
10) Sample dibawa ke tempat sample komposit
11) Sampling dihentikan 1 jam sebelum stop proses.
12) Sampling recording didokumentasikan.  

Cara melakukan pengambilan sample cairan
1) Masing-masing jerigen ditempatkan di titik sampling
2) Siapkan logsheet dan alat pelindung diri
3) Sampling dimulai 1 jam sejak start proses
4) Sampling dilakukan  1 jam sekali.
5) Operator terkait diberitahu bila akan dilakukan pengambilan sample. 6) Buka kran dan dibiarkan 5 detik.
7) Bilas gayung dengan cairan yang akan diambil sampelnya.
8) Cairan dtampung pada gayung sejumlah 100 ml.
9) Ttutup kembali kran dengan sempurna.
10) Masukkan sample caira ke dalam jerigen.
11) Tutup kembali jerigen dan dimasukkan ke tempat yang sesuai.
12) Minta operator unutk menandatangani sampling recording.
13) Sampling dihentikan 1 jam sebelum stop proses.
14) Sampling didokumentasikan setelah dicek pejabat Pabrik.
15) Kumpulkan semua jerigen sample komposit.
16) Bawa semua jerigen ke laboratorium.  

Beberapa analisa yang dilakukan oleh laboratorium antara lain :
a) Analisa Kualitas CPO
1. Penentuan nilai persentase FFA minyak produksi dan minyak tersimpan di tanki timbun.
Kadar FFA dipengaruhi oleh
– Banyaknya buah busuk (raw material).
– Lamanya buah tinggal sebelum diproses.
– Perebusan di sterilizer.  
2. Penentuan Moisture CPO.
Kadar moisture pada oil moisture produksi dipengaruhi oleh efisiensi kerja purifier dan vacuum dryer (paling utama vacuum dryer).  
3. Penentuan kadar kotoran Kadar kotoran dalam minyak adalah kotoran yang tidak dapat larut dalam  n-Hexane. Kadar kotoran dipengaruhi oleh Efisiensi purifier dan Efisiensi magnetic trap dan tingkat pengendapan di proses sebelumnya.  
4. Penentuan Peroksida Value Peroksida adalah hasil pertama yang terbentuk karena bertambahnya radikal aktif pada rantai asam lemak yang yang terdapat pada minyak.  
b) Analisan Kualitas kernel
1 Penentuan moisture Kadar moisture pada kernel produksi dipengaruhi oleh efisiensi kerja kernel drier.
2. Penentuan kadar kotoran dan kernel pecah Kadar kotoran dipengaruhi oleh Efisiensi ripple mill, Efisiensi LTDS I dan LTDS II serta Hydrocyclone.  
c) Analisis Oil Losses Prinsipnya dengan cara ekstrasi menggunakan sokhlet.
Penyebab tingginya oil losses adalah:
– Pada sterilizer dipengaruhi oleh kondisi buah dan proses perebusan yang terlalu lama.
– Pada heavy phase dipengaruhi oleh menurunnya kinerja sludge centrifuge dan tingginya kandungan minyak di dalam underflow clarifier yang diakibatkan oleh beberapa faktor misalnya  proporsi dilution.
– Pada presscake fibre dipengaruhi oleh tekanan hydraulic press dan kemasakan  buah dalam rebusan.  
d) Analisa Kernel Losses Sampel yang diuji kandungan kernelnya (shell ex hydraulic press, fibre cyclone, destoner, LTDS 1 dan 2, dan hydrocyclone.  

Hasil analisa laboratorium sangat penting untuk feedback bagi perbaikan kondisi proses dan pengendalian kualitas produksi.

Satu Tanggapan to “Laboratorium”

  1. OBBY DANIEL 1 Maret 2014 pada 10:41 PM #

    selamat malam gan, tlg dong gimana analisa Air untuk proses kerja pabrik, dari air sungai sampai air Boiler, beserta cara Jartes untuk menentukan kosentrasi air untuk pengolahan WTP. Dan juga rumus-rumus analisa smua yha.. thanx…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: