Lalapan Bebek Maknyus

29 Mar
image

Kedai Bebek Goreng

Telah sekitar setengah tahun mengenal Tanah Grogot, ibukota kabupaten Paser. Beberapa kali mencicipi menu lalapan bebek di kota ini. Suatu saat pada hari libur aku bepergian ke kota melewati Jl. RM Noto Sunardi. Ada sebuah warung makan yang menarik perhatian, ingin mampir. Sudah beberapakali lewat jalan ini. Malam merambah waktu isa’ tatkala aku merapat ke warung ini. Di dinding depan luar terpampang baliho identitas warung ini “Pecel Madiun, the Special Resto”. Jujur, cuma itu yang aku baca karena kondisi malam. Tak lama duduk di meja, pelayan kedai makan menghampiri dengan ramah seraya menyodorkan daftar menu. Sejenak membacanya dan berpikir menu apa yang patut dicoba kali ini. Akhirnya terpilih lalapan bebek goreng. Tak lama kemudian dihidangkan sepiring nasi, pinggan berisi bebek goreng bersama sambal dan lalapan, mangkuk air, dan sayur bening. Lalapan terdiri atas sayur buncis mentah, terong ungu goreng, seiris lingkaran mentimun dengan sepotong tempe goreng.

image

Lalapan bebek goreng

Piring lalapan dan mangkuk sayur bening berwarna oranye. Yang namanya menu lalapan pada prinsipnya dua hal yang membedakan dan menjadi ciri khas di antara penjual masakan tersebut yakni pokok hidangan dan sambal. Pokok hidangan dipengaruhi oleh bahan mentah dan cara pengolahan. Sambel sangat bergantung pada ramuan mengolah sambel dan ini sangat khas di lidah bahkan menjadi identitas khusus kedai makanan lalalan. Kembali ke lalapan bebek goreng tadi, begitu mengecap daging bebek dan sambal, langsung terasa maknyus. Begitu berbeda dengan bebek goreng yang selama ini aku kecap, lebih enak dan lebih lembut. Sambalnya terasa segar dan tingkat pedas yang pas dengan lidah penulis. Menu bebek goreng tersebut sangat recommended bagi pembaca, patut dicoba. Aku sendiri besok siangnya kembali mampir ke kedai makan itu sebelum balik ke tempat kerja di luar kota guna memastikan konsistensi citarasa. Berdiri di depan kedai makan, ada tulisan yang lebih besar dari huruf nama kedai yaitu “Bebek Goreng”. Baru aku mafhum bahwa menu bebek gorengnya memang lezat, pantas dijadikan menu andalan.

image

Lesehan

Kali ini aku duduk lesehan, ada dua tempat duduk memang, satu di meja kursi dan satu lagi lesehan di atas karpet warn merah dengan bangku dipan dari kayu. Aku memesan lagi lalapan bebek goreng dan mencermati hidangan. Daging bebek cukup renyah, mudah terlepas dari tulangnya, bumbunya meresap dengan merata. Kayaknya daging bebek ini dimasak pakai presto. Ditilik dari postur daging dan tulang, bebeknya bukan usia tua. Beda dengan kedai lainnya yang kadang bebeknya merupakan afkir dari peternakan bebek petelur yang terasa di tekstur daging dan aroma khas bebek. Mentimun yang disajikan juga segar, tidak pahit. Sangat recommended, bagaimana pendapat anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: