Ceperan, High Cost Economics

20 Des

Jam delapan ponsel bergetar nada deringnya. Seorang rekanan pemasok dengan nada gembira berbincang. Bahwa ini adalah tiba waktunya untuk berbagi bonus akhir tahun. Usahanya berkembang bagus dengan kerjasama dengan rekanan-rekanan bisnis lainnya. Sebagai wujud terimakasih dan simbol pertemanan, dia akan menghadiahkan suatu bonus bagiku. Ini tentu tawaran yang sangat menarik. Namun pastinya hal tersebut kutolak dengan halus. Kalau memang usahanya berkembang dengan cerah, itu adalah rejekinya. Tak layak untuk digerogoti meski dengan sukarela. Biarlah dia bersedekah kepada yang lebih memerlukan dibanding aku. Terasa malu jika mengingat masa lalu. Aku merasakan diri sebagai bagian dari angkatan yang turut meruntuhkan Orde Baru secara sadar dengan ikhlas tatkala di masa awal kuliah, meski bukan militan namun idealis. Disebabkan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang merajalela. Itu semua menciptakan ekonomi biaya tinggi. Pemberantasan KKN merupakan amanah Reformasi. Dua kata yang sangat sakral di akhir hayat Orde Baru, reformasi dan KKN. Meskipun semua tahu mustahil memberangus korupsi karena sudah menjadi budaya. Bahkan secara informal dilegalkan dengan sebutan ceperan. Mencerminkan betapa berurat erat dalam kultur bangsa. Secara pribadi, penulis tak ingin mengulang kesalahan generasi sebelumnya. Gimana para perwira muda yang melakukan revolusi di era 60-an dan 70-an demi cita-cita mulia. Berkehendak merubah generasi sebelumnya yang totaliter dan korup menuju cahaya terang yang utopis. Mereka adalah para perwira muda yang miskin tapi prihatin terhadap nasib rakyat. Tatkala generasi mereka berhasil menduduki kekuasaan, seperti Juan Peron, Muammar Khadafi dan lain-lain. Perlahan namun pasti ternyata kemudian terulang kondisi dan situasi yang diperbuat oleh rezim yang mereka runtuhkan.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: