Aspirasi Pesawat Turboprop Indonesia

13 Des

Sambil menyeruput kopi kapal api java latte, aku menulis tentang satu aspirasi besar yang luar biasa, muncul dari generasi penerus Mr. Crack. Sangat patut diapresiasi bahwa masih ada semangat untuk menciptakan pesawat baling-baling regional di tengah euforia pembelian C-295 Airbus Military sekaligus menjadikan PT. DI sebagai basis produksi pesawat tersebut oleh Airbus. Padahal perpisahan IPTN dengan CASA dalam pengembangan lebih lanjut pesawat CN-235 bertujuan supaya produk tersebut lebih mandiri dan maju. CASA mengembangkannya menjadi C-295, yang kemudian CASA menjadi bagian dari Airbus Military. IPTN mengembangkannya menjadi N-250, IPTN kemudian berubah nama menjadi PT Dirgantara Indonesia. Harus diakui pengembangan bidang hitech memang hicost. Badai krisis ekonomi 1997 merontokkan proyek N-250. Menyisakan kenangan manis, dengan jargon Fly by Wire. Langkah progresif di eranya. Proyeksi kebutuhan pesawat propeller kelas regional akhirnya menjadi kenyataan tak terhindarkan setelah 17 tahun kemudian pasca roll out N-250 pada 1995. Kini, penggantian pesawat angkut militer serbaguna kelas menengah yang diisi oleh Fokker-27 akhirnya jatuh ke tangan C-295. Demikian juga untuk sektor sipil, maskapai penerbangan lokal memilih MA-60 buatan Tiongkok daratan. Namun kenyataan ini tidak menyurutkan semangat segelintir orang Indonesia untuk merevitalisasi proyek setara N-250. Dipunggawai anak BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie, melalui perusahaan swasta PT Regio Aviasi Industri merancang kelahiran Regio Prop. Proyek sekelas N-250 kelas 50-70 penumpang dengam adaptasi teknologi yang lebih maju lagi. Tentunya ini tantangan yang sangat hebat. Mengingat pengembangnya adalah swasta murni yang harus lihai mengatur strategi keuangan dan pemasaran. Secara tidak langsung negara harus melindungi embrio semacam ini supaya mendapat iklim investasi yang kondusif. Kemandirian sektor swasta sangat bernilai karena di dalam iklim yang sehat biasanya mereka jauh lebih efisien dibanding perusahaan negara. Meski tidak bisa benar-benar lepas dari pengaruh negara secara letterlijk. Terlebih di bidang yang memiliki nilai strategis (baca: hankam dan ekonomi perdagangan). Peranan pihak swasta terasa betul di tengah keterbatasan kemampuan finansial pemerintah dalam pemberdayaan industri strategis.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Satu Tanggapan to “Aspirasi Pesawat Turboprop Indonesia”

  1. gogo 14 Desember 2012 pada 9:34 PM #

    ironis emng mz bro, pdhl potensi N250 sngt besar, konn udah bnyk yg indent. n then,economic conspiracy for Indonesia, Krisis Moneter 1997.
    ane rasa sendiri, ad pihak2 asing yg g pengin indo pnya industri pesawat penumpang maju, kbrnya bs mengganggu pasar embraer, boeing, airbus.
    andai N250 ini lancar, mk proyek N2130 bs dimulai.. politik oh politik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: