Prospek Artileri Roket HIMARS

26 Jan

Dalam pertemuan parlemen Indonesia dengan departemen pertahanan di pekan ini, komadan angkatan darat mengungkapkan rencana akuisi artileri sistem roket multilaras HIMARS dan artileri meriam berat kaliber 155 mm guna memperkuat postur kekuatan angkatan darat. Sebuah rencana menarik untuk mengefektifkan anggaran pertahanan tahun yang lumayan besar. Artileri roket multi laras pada 2010 sudah direncanakan dibeli untuk  AD yaitu WR-40 Langusta senilai 30 juta Dollar AS. Namun hingga kini belum ada khabar realisasi. Padahal di akhir 2010 sejumlah petinggi dephan meninjau sistem tersebut langsung ke Polandia. Artileri roket multilaras buat marinir AL sudah datang pada tahun 2008 sebanyak 6 unit RM-70 Grad buatan Ceko. Perubahan rencana dari WR-40 Langusta keM142 HIMARS jelas pilihan yang lebih baik secara teknis tapi belum tentu secara politis.

M124 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System)

Sistem roket multilaras M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) merupakan pengembangan dari M270 MLRS (Multiple Launchers Rocket System). MLRS sendiri adalah sistem peluncur artileri roket multilaras yang dibuat AS mulai tahun 1983 dan diadopsi secara luas oleh sekutunya. MLRS diluncurkan dari kendaraan lapis baja penggerak rantai dari platform M-2 Bradley berbobot 24 ton. Tiap kendaraan peluncur memuat pod peluncur yang berisi 12 roket. Pada tahun 2000 mulai dibuat pengembangan M142 supaya lebih mudah dalam pengangkutan dan penggelaran. Kendaraan peluncur M142 dibuat dari platform truk FMTV (Family Medium tactical Vehicle) 5 ton beroda 6×6. Bobot truk beserta peluncurnya mencapai 10,9 ton yang memuat pod hidrolik peluncur berisi 6 roket. Kendaraan sistem HIMARS didesain mudah diangkut menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules. Diawaki oleh 3 orang personel tiap unit peluncur terdiri dari juru mudi, juru tembak, dan kepala regu. Semua jenis misil yang bisa ditembakkan M270 MLRS bisa juga ditembakkan oleh HIMARS. Mulai dari roket konvensional kaliber 227 mm, roket kendali (guided-rocket), satu rudal taktis MGM-140 ATACMS (Army tactical Missile System), bahkan pengembangan lebih lanjut bisa menembakkan rudal anti-pesawat AMRAAM. Amunisi roket tanpa pandu M26 (unguided-rockets) berdaya jangkau hingga 45 km, roket berpandu (guided-rockets) M30 atau M31berdaya jangkau 60 km, rudal MGM-140 berdaya jangkau lebih dari 128 km. Pengembangan lebih jauh dari HIMARS untuk menjadi platform pertahanan udara jarak menegah yang bisa meluncurkan rudal SL-AMRAAM (Surface Launched – Advanced Medium Ranger Air to Air Missile). Rudal SL-AMRAAM sanggup menembak jatuh sasaran udara sejauh   15 hingga 40 km.

Sistem HIMARS terdiri dari unit truk peluncur M142, truk suplai amunisi M1084, trailer suplai amunisi M1095, dan kendaraan C2 (Command and Control) M1152. Secara teknis HIMARS sangat cocok untuk digelar dan dioperasikan di Indonesia. Bobot sistem yang ringan sangat mudah digelar di semua medan nusantara. Kendaraan pendukung sistem yang portabel mudah diangkut oleh pesawat kargo C-130 Hercules. Beragam amunisi mulai dari unguided-rocket, guided-rocket, rudal darat, dan rudal pertahanan udara memberi fleksibilitas yang tinggi. Di samping itu sesuai dengan strategi diversifikasi sumber alutsista mengingat artileri roket multilaras yang telah dimiliki bersumber dari sistem Rusia seperti BM-21 dan RM-70 Grad yang dipakai marinir AL. HIMARS yang bersumber dari AS/NATO akan memberi perimbangan bagus untuk mengantisipasi risiko embargo senjata di kemudian hari. Ditilik dari keandalan sistemnya HIMARS adalah artileri roket multilaras terbaik saat ini meski artileri roket multilaras buatan Rusia BM-30 Smerch memiliki kaliber yang lebih besar 300 mm. Namun dari sisi non-teknis cukup sulit mendapatkan HIMARS karena termasuk alutsista taktis yang penting bagi AS dan sekutunya di samping resistensi dari Konggres. Baru Singapura dan Qatar saja yang telah mengoperasikan HIMARS selain AS. Jika pun Indonesia mendapatkan HIMARS, tidak bisa diharapkan nilai lebih diperoleh misalnya ToT amunisi. Mengingat posisi AS yang terlalu kuat sebagai produsen alutsista sehingga Indonesia tidak punya daya tawar lebih. Kasarnya AS tidak memerlukan jualannya laku di Indonesia, toh negara lain masih ngantri yang pengen HIMARS. Kalau mau ya segini, kalau tidak ya sudah…

Iklan

Satu Tanggapan to “Prospek Artileri Roket HIMARS”

  1. Hari 7 Maret 2012 pada 4:37 PM #

    Membayangkan kita mampu produksi sendiri MLRS meski tidak sebagus import. Kerjasama dalam produksi antara LAPAN , PINDAD . Lapan spesialisasi di roket pendorong, Pindad di sistem penembakan dan peledaknya. Kapan ya mereka bisa berkarya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: