Bakso Kepala Sapi, Nikmat Hingga Sendok Terakhir…

27 Des

Beberapa minggu terakhir di jalan protokol Pangkalan Bun sepanjang Jalan Pakunegara berjajar umbul-umbul kecil trade mark “Bakso Kepala Sapi”. Sebenarnya sesuatu yang tidak mengejutkan namun cukup menyita perhatian. Sebelumnya sudah ada outlet “Bakso Kepala Sapi” di sisi barat kota, dekat Bundaran Pancasila. Kini membuka cabang di sisi timur kota. Terus terang penulis bukan penggemar makanan bakso. Penambahan outlet waralaba itu secara logika menunjukkan permintaan yang kuat terhadap produk tersebut. Sebagaimana warung makan ikan bakar “Kita Jua” yang membuka dua cabang di dalam kota Pangkalan Bun sehingga seluruh outletnya berjumlah tiga. Pada pekan ini penulis menyempatkan diri mencicipi bakso Kepala Sapi yang cukup membikin penasaran. Lokasi outlet kedua waralaba tersebut di Pangkalan Bun terletak di samping  SPBU Jl. Pakunegara. Di atas beranda terpampang spanduk atau banner besar bertuliskan headline Bakso Kepala Sapi yang mengusung tagline Low Fat, Nikmatnya Sampai Tetes Terakhir dengan jargon bebas babi, borax, formalin. Borax dan formalin adalah zat pengawet yang umum dipakai penjual bakso di dalam adonan pentol supaya tahan lama serta memperbaiki tekstur daging sapi pentol hingga lebih kenyal. Kedua zat tersebut berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Daging babi bisa jadi dicampurkan ke dalam adonan daging sapi cincang dalam proses pembuatan bola baso dengan tujuan mengurangi biaya pembelian daging sapi. Daging babi jelas statusnya haram dikonsumsi bagi kaum Muslim.

Tampilan Depan Outlet “Bakso Kepala Sapi”

Ruang parkirnya cukup luas meski di bahu jalan berderet kendaraan roda empat mengantri solar di SPBU.  Di beranda terpampang poster pengunjung ternama seperti Presiden SBY, berbagai artis terkenal misalnya Hijau Daun, Kerispatih, Ungu, dan sebagainya. Semakin membikin penasaran apakah enak jika kepala sapi dijadikan bakso. He..he.. baru tahu ternyata Kepala Sapi itu adalah brand atau merek dagang bukan bakso yang dibuat dari kepala sapi.

Ruangan Interior Bakso Kepala Sapi

Begitu duduk di dalam, ruangan konsumen cukup lega dan segar. Dinding ruangan dicat bercorak ciri khas bakso Kepala Sapi berwarna hijau muda dan oranye cerah denga lis kuning. Karyawan Bakso Kepala Sapi mengenakan seragam yang bercorak serupa. Di dinding belakang terpampang pemberitahuan sertifikat halal MUI, semakin tenang untuk menyantap hidangan bakso nantinya. Di meja ada daftar menu yang ditawarkan, ada 8 menu bakso. Mulai dari paket bakso imut seharga enam ribu lima ratus rupiah hingga bakso ekstra mantap dengan label dua puluh ribu rupiah. Setelah berpikir sejenak akhirnya terpilih “bakso spesial plus” yang menjadi topik penilaian.

Bakso Spesial Plus dari Bakso Kepala Sapi

Produk jajanan bakso ini senilai dua belas ribu rupiah, menu terdiri dari semangkuk bakso dan sebutir pentol goreng di atas piring kecil. Semangkuk bakso tersebut terdapat satu baso halus, satu baso tulang muda, satu siomay, dan satu tahu. Dipadu dengan mie kuning , bihun, daun bawang, bawang merah goreng, di dalam kuah bening berbumbu. Kuahnya sangat berbeda dengan bakso biasa, tidak sebening Bakso Kepala Sapi. Bakso lain biasanya begitu kental dan berminyak kuahnya, menunjukkan pekatnya kaldu lemak sapi dan sumsum tulang yang memang bertujuan menambah rasa lezat. Lemak sapi yang kental cenderung dihindari oleh kebanyakan orang dengan semakin sadarnya akan jajanan yang sehat rendah kolesterol. Walaupun kuahnya bening tapi begitu dicicipi terasa nikmat dan segar. Asal rasa nikmat ini kayaknya bukan berasal dari penyedap rasa atau MSG sebagaimana penjual bakso lain biasanya memberi satu sendok teh penuh bahkan kadang lebih bagi semangkuk menu bakso untuk menguatkan rasa. Pentol atau baso tulang muda merupakan sesuatu yang baru bagi penulis. Sensasi kenyalnya memberi rasa enak tersendiri, cita rasa khas favorit lidah orang Indonesia, kenyal legit selain cita rasa favorit renyah gurih. Tahu dan siomay menunjukkan bahwa bakso ini bisa dirunut berasal dari Jawa Timur yang memang lebih kaya feature dibanding misalnya bakso Solo yang sekedar pentol bakso dan kuah. Namun sayangnya Bakso Kepala Sapi meninggalkan salah satu ciri khas bakso Arema yakni gorengan yangh berisi daging sapi. Namun Bakso Kepala Sapi masih mengandung tahu bakso berupa tahu goreng yang dilapis salah satu sisinya dengan daging sapi. Ada lagi varian bakso Jawa Timuran lainnya yang menampilkan tahu rebus dengan lapisan daginmg sapi di salah satu sisi. Satu yang juga baru bagi penulis dari Bakso Kepala Sapi adalah baso goreng, sebuah adonan tepung yang di dalamnya ada daging sapi halus kemudian digoreng. Ada varian juga bakso lainnya berupa baso bakar, juga kreasi baso asal Malang yang dipopulerkan oleh bakso bakar “Cak Man”. By the way, baso bakar di kota Pangkalan Bun belum ada. Penulis cuma ketemu baso bakar di kota Sampit, sekitar 300 km dari kota Pangkalan Bun. Jadi menurut hemat bisnis, peluang usaha baso bakar masih sangat menjanjikan di kota ini. Bakso Kepala Sapi sendiri merupakan bisnis waralaba bakso asal Surabaya Jawa Timur. Diluncurkan oleh PT. Massa Makmor Food & BV mulai tahun 2006 dengan mencapai ratusan gerai di berbagai kota di Indonesia.

Kembali ke Bakso Kepala Sapi, citra sebagi jajanan bakso yang sehat sebagaimana dijanjikan memang terbukti secara visual. Francise bisnis ini sangat serius dalam usahanya bahkan mangkuknya pun adalah mangkuk sendiri dengan logo kepala sapi disertai tagline “nikmatnya sampai tetes terakhir”. Sekali lagi terbukti, penulis yang bukan bakso mania sampai menghabiskan kuahnya hingga tandas hingga tidak dapat diambil lagi oleh sendok. Masih beruntung tidak sampai diseruput. Biasanya penulis jika makan bakso menyisakan sebagian pentol, mie, dengan masih banyak kuah kecuali jika makan bakso pentol bakar dan bakso Kepala Sapi ini. Bagimana pendapat anda?

Iklan

7 Tanggapan to “Bakso Kepala Sapi, Nikmat Hingga Sendok Terakhir…”

  1. CS BKS 28 Desember 2011 pada 8:21 AM #

    Bagus sekali reviewnya…semoga selalu sehat dan makin dahsyat bersama Bakso Kepala Sapi®

  2. baksomalangcakto 21 Januari 2012 pada 6:06 PM #

    luar biasa sekali Bakso kepala sapi bisa ada dimana-mana, salam sukses

    regards
    http:/www.baksomalangcakto.wordpress.com | http:/www.baksokuto.blogspot.com
    xl 0878 520 52000

  3. lukisan bunga 31 Januari 2012 pada 2:06 PM #

    sukses selalu….. 🙂

  4. jajanbakso 4 Februari 2012 pada 8:40 PM #

    waah ada variasi bakso lagi ni..walau tetap pada intinya sama,pemilihan nama bakso juga bisa bikin penasaran dan ingin mencobanya

  5. iwan 11 Maret 2012 pada 3:25 PM #

    Bgmn caranya beli francise bakso kepala sapi atau bakso bakar

  6. ariefady@yahoo.com 25 Agustus 2013 pada 12:59 PM #

    bagaimana caranya kalau kami juga mau buka usah bakso kepala sapi di Poso Sulawesi Tengah?atau paling tidak kami bisa mendapatkan bumbunya?terimakasih atas perhatiannya\

    • ariefady@yahoo.com 25 Agustus 2013 pada 1:00 PM #

      kami dulu pernah usaha bakso kepala sapi tapi sudah hilang kontak nya,.paling tidak bumubunya karena karaknya jauh di Poso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: