WM. Indra Giri, Warung Makan Ala Tukang Becak Di Pangkalan Bun

29 Nov
WM Indra Giri

Di kala kantong lagi tipis terimbas  kanker (kantong kering), warung sederhana adalah pilihan masuk akal untuk mengisi perut yang keroncongan. Di kota kecil ini ada sebuah kedai makanan kelas tukang becak kesukaanku. Terletak di jalan aspal kecil belakang Pasar Lama, Jl. Alipandi Sarjen. Meski tidak ada becak di sini, namun aku mengindetifikasinya demikian karena harganya yang sangat miring dan porsinya yang melimpah alias murah meriah. Menu dan cita rasanya kental masakan Jawa Timur. Lha namanya saja Indragiri, Warung Surabaya, sangat khas dengan logat mbakyu penjualnya yang Jawa Timur-an, ramah dan royal kata-kata. Sangat klop antara nama warung makan, menu hidangan, dan tukang warungnya. Terasa di kampung sendiri jika lagi makan di warung ini. Jika aku makan di warung ini, selalu ingat bibi dari pihak bapak yang berjualan warung nasi pecel di Jalan Indragiri belakang penjara Lowokwaru Malang. Beliau sangat perhatian kepada saya pada waktu dulu.

Sayur Bening dengan Lauk

Di WM Indra Giri ini ada sayur bening, lodeh, pecel, sejumlah ikan, lalapan, krupuk, tempe, peyek, pokoknya masakan orang biasa khas Jawa Timur. Dengan harga yang sangat murah dan porsi yang banyak plus cocot boros ala Jatim, tak heran pelanggannya keluar masuk warung ini seperti tak ada hentinya. Padahal di samping kiri-kanannya ada juga warung makan lainnya. Menyasar ke segmen bawah, jangan mengharap kualitas rasa yang top markotop, cukup harganya murah dan banyak sehingga bikin kenyang di perut. Makan nasi pecel dengan lauk sepotong ikan goreng dan minuman  teh manis harganya sama dengan semangkuk bubur ayam doang. Biar murah tapi penjualnya cukup royal dengan sambal.

Etalase Sederhana

Jika tanpa lauk tambahan pun secara default piring nasi sudah dilengkapi dengan sepotong kecil tahu goreng, tempe goreng, dan peyek. Pembeli mengambil sendiri sambal yang ditaruh di nampan gerabah besar. Namun sayangnya tukang warung kurang konsisten menyediakan serbet bersih yang digantung. Kadang serbet kain bersih buat bersihkan tangan tidak ada padahal cuci tangan atau tisu tidak disediakan. Meskipun demikian, pelanggan tak habis-habisnya mengaliri warung makan ini terutama dari kalangan bawah seperti penulis. Bagimana pendapat anda?

Satu Tanggapan to “WM. Indra Giri, Warung Makan Ala Tukang Becak Di Pangkalan Bun”

  1. erickazof 2 Januari 2012 pada 10:36 AM #

    Artikel kuliner, selalu ku suka…hehhe! Btw salam kenal brother🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: