RSI Sultan Agung Semarang: Mencintai Allah Menyayangi Sesama

29 Nov
Rumah Sakit Islam Sultan Agung di Semarang (Koleksi_Pribadi)

Beberapa pekan yang lalu keluarga kecilku berkunjung ke sebuah rumah sakit Islam di Semarang untuk perawatan istri. Sebenarnya mendapat surat rujukan berobat ke RSU Kariadi Semarang. Namun sejumlah masukan menyarankan untuk memilih layanan dari rumah sakit swasta yang ada di Semarang. Pelayanan di rumah sakit swasta masih jauh lebih bagus meski untuk fasilitas medis tertentu tetap harus bekerja sama dengan RSU Kariadi. Akhirnya aku putuskan Rumah Sakit Islam Sultan Agung sebagai rujukan. Berangkat Senin pagi dari Pangkalan Bun jam sembilan dari bandara Iskandar mengganakan jasa penerbangan maskapai Kalstar. Pesawat turbojet Boeing 737 melesat kurang dari sejam untuk tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang. Bandara ini menjadi tempat mangkalnya Penerbad, tatkala pesawat tengah landing dan taxi tampak sebuah helikopter angkut medium buatan Rusia Mi-17 parkir di dalam hangar Penerbad. Sayang cuma Hip saja yang nongol, padahal aku ingin melihat Hind.

Loket Pendaftaran dan Kasir (Koleksi Pribadi)

Setelah keluar dari terminal kedatangan, kami ambil taksi bandara langsung menuju RSI Sultan Agung di daerah Genuk. Rumah sakit tersebut satu kompleks dengan yayasan pendidikan termasuk Universitas Islam Sultan Agung sekaligus sebagai bagian dari Fakultas Kedokteran. Memang status rumah sakit ini sebagai Islamic Teaching Hospital. Lokasinya jauh dari pusat kota, sekelilingnya merupakan kawasan industri Terboyo. Cocok untuk tujuan perawatan kesehatan karena sepi tidak terlalu bising. Begitu tiba di tempat pendaftaran pasien, dibuatkan kartu ID pasien sebab pertama masuk ke rumah sakit ini. Kartunya seperti ATM dengan barcode, tergolong selangkah lebih maju meski di Jawa sudah jamak kartu semacam itu. Namun bagiku sesuatu yang baru dibandingkan dengan situasi di fasilitas kesehatan di kota Pangkalan Bun. Kami diterima dengan ramah oleh staf bagian informasi dan marketing, terasa tidak asing terhadap kami. Bahkan beliau dengan cekatan mengantar kami menjalani prosedur administratif serta berkenan mendengar keluhan kami masalah kepastian rawat inap. Beliau juga membantu kami mendapatkan kamar rawat inap rumah sakit di lantai empat. Cukup megah gedungnya, lantai empat dan lantai tiga merupakan lokasi rawat inap. Lantai dua adalah tempat praktik dokter anak dan perawatan anak, dilengkapi taman mainan anak-anak. Lantai pertama ialah fasilitas medis utama seperti tempat pemeriksaan dokter umum dan dokter spesialis, rontgen dan CT Scan. Lantai satu berhubungan dengan bangunan fasilitas medis lainnya yakni IGD, apotik, dan berbagai fasilitas pendukung seperti layanan unggulan Semarang Eye Center, Lasik, dan Urologi. Halaman sekitar gedung cukup asri dengan pepohonan, di interior bangunan ditempatkan sejumlah pot bunga hidup. Rumah Sakit Islam Sultan Agung memiliki tagline “Mencintai Allah Menyayangi Sesama”. Semua pegawai hingga dokter yang perempuan semuanya mengenakan jilbab. Istriku pun merasakan atmosfer yang menyejukkan di hati dengan suasana seperti itu.

Lounge Lantai 4 (Koleksi Pribadi)

Tampaknya hingga pekerja level terendah pun mendapat training pelayanan konsumen. Terbukti dari keramahan layanan dan inter-personal skill, nilai kultur mendasar dari sebuah organisasi bisnis jasa. Namun nilai kultur ini harus diulang secara periodik supaya bertahan dalam jangka panjang dan konsisten. Ciri khas keluar masuk kamar pasien yang Muslim adalah mengucapkan salam Islami. Tidak semua pekerja cleaning service maupun perawat konsisten mengucapkannya bahkan salamnya kembali ke bentuk sekuler dalam bahasa Indonesia atau bahasa Jawa.

Kamar rawat inap setara dengan rumah sakit lainnya tetapi ada nilai lebihnya yaitu wallpaper. Dinding kamar tidaklah polos bernada cat putih selayaknya rumah sakit konvensional, melainkan dilapis dengan wallpaper dengan corak yang hidup dan bersemangat. Hari pertama menginap rawat, pasien mendapat satu keranjang kecil berisi buah-buahan. Ini menghargaan yang mengejutkan karena RSU Semarang maupun Pangkalan Bun, kami belum pernah diperlakukan sebaik ini. Bahkan putriku yang turut menemani mamanya di kamar rawat inap mendapatkan hadiah sebuah boneka sedang motif sayur kentang. Besoknya pada pagi hari tiap pukul tujuh datang petugas yang memberikan segulung koran Republika. Koran tersebut diberikan terus hingga hari terakhir perawatan. Tentu saya senang mendapatkan koran karena hobi baca. Jika terasa kurang banyak baca-baca Suara Merdeka dan Jawa Pos sambil duduk di sofa pada lounge.

Swalayan dan Gerai Makanan (Koleksi Pribadi)

Lokasi rumah sakit yang jauh dari pusat kota memang membawa keuntungan positif bagi pasien maupun keluarganya agar fokus dalam proses pemulihan. Namun konsekuensinya semua kebutuhan keluarga pasien harus disediakan di dalam kompleks rumah sakit. Makanan bagi pengantar (satu orang) disedikaan oleh instalasi gizi bersama makanan bagi pasien. Di lantai  satu ada swalayan atau waserda yang melayani kebutuhan logistik sekunder pengantar atau keluarga pasien. Di sampingnya ada fotokopi dan gerai makanan seperti bakso, mie ayam, nasi ayam, dan sebagainya. Semuanya sepertinya dikelola oleh koperasi karyawan rumah sakit. Kebijakan yang positif untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Tapi sayangnya stok produk swalayan kurang lengkap misalnya susu anak. Aku mencari susu anakku atau yang setara ternyata tidak ada. Aku mencoba berjalan kaki mencari toko terdekat siapa tahu ketemu. Dengan mengecek ponsel androidku, setelah berjalan sejauh 1,9 km ke arah Pasar Johar dari RSI Sultan Agung, menjumpai toko retail Indomart. Kembalinya ke rumah sakit naik angkot warna oranye. Untuk gerai makanannya cukup variatif dengan harga damai. Namun yang perlu mendapat perhatian adalah penataan rombong penjual makanan perlu perbaikan dengan penyediaan gerai yang lebih bagus misalnya permanen atau semi-permanen lengkap dengan sanitasinya selayaknya kios makanan. Tidak ditempatkan di emperan depan bangunan, supaya lebih higienis dan tidak terlihat sampah berceceran disamping faktor estetika eksterior. Satu lagi pelayanan yang perlu ditingkatkan adalah fasilitas laundry. Sudah umum di berbagai rumah sakit biasanya pengantar atau keluarga pasien dilarang mencuci pakaian. RS Sultan Agung menyediakan layanan laundry sebagai gantinya. Layanan ini sepertinya dikelola oleh koperasi karyawan namun terasa kurang maju dan kurang integral. Perlu peningkatan dalam servis, identikasi barang maupun packaging.

Kedai Penjual Makanan (Koleksi Pribadi)

Setelah seminggu penuh dirawat di RSI Sultan Agung, dokter menyatakan istri boleh pulang. Sebelumnya saya meminta bantuan front office untuk booking tiket pesawat. Dengan ramah petugas melayani kami dan mengkonfirmasi tiketnya. Benar-benar cukup komprehensif pelayanan rumah sakit ini. Setelah berkemas-kemas kami berjalan menuju lift lantai empat. Tidak terduga seluruh perawat lantai empat telah berkumpul dan duduk di lounge lantai empat seberang lift. Tampaknya sengaja memberi kesempatan kepada kami untuk berpamitan. Akhirnya sekeluarga menghampiri dan menyalami bapak dan ibu perawat yang telah melayani kami selama seminggu, menyampaikan terima kasih dan berpamitan pulang. Kami terkesan dengan pelayanan yang diberikan. Sukses selalu, semoga semakin bagus.

Iklan

3 Tanggapan to “RSI Sultan Agung Semarang: Mencintai Allah Menyayangi Sesama”

  1. ma_lik 1 Desember 2011 pada 2:56 PM #

    smoga rumh skit ini mju dan sukses

    good like.,.,,.,.,


    ';;'

  2. fathimah abdullah s 15 Desember 2011 pada 8:39 AM #

    Mantap btul rs nya….smga smakin bagus n maju kdpanya….

  3. sochehsatriabangsa 18 Februari 2012 pada 11:53 PM #

    ada lowongan gk disana??? bls fia email ea ..
    sochehsatriabangsa@gmail.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: